Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hassan dari Partai Demokrat, menyoroti invetasi PT. Telkom ke Goto atau perusahaan merger dari Gojek dan Tokopedia, sebesar Rp. 5 Trilyun. Seperti tindakan nekad, saat saham GOTO anjlok 50% lebih sejak IPO, hingga ke angka Rp. 194/lembar. Selanjutnya, diuraikan Syarif Hassan, Tindakan Telkom itu telah merugikan, ia meminta agar penegak hukum, segera mendalaminya, karena itu menggunakan uang rakyat. Lebih jauh Hasan meminta supaya Menteri BUMN, Eric Thohir, melakukan evaluasi atas kebijakan tersebut.
Untuk diketahui, bahwa pemegang terbesar dari saham GOTO itu, adalah milik beberapa lingkaran keluarga dari beberapa pejabat negara di republik ini, yang menjadi kepenasaranan dan pertanyaan dari sebagian masyarakat kita, tambahnya kepada waratwan, (18/5). Bahkan gambaran tersebut, berpotensi menjadi konflik di masyarakat.
Perjanjian Kerjasama usaha seperti apa, sehingga berani turun modal sebesar Rp 5 trilyun itu, pun harus terbuka kepada public, termasuk membuka semua aset-aset GOTO.
Sebagai Perusahaan Negara, PT. Telkom tidak boleh merugikan perusahaan kata lain sebagai merugikan Negara. Perusahaan sekelas PT. Telkom, tentu saja, sebelum memutuskan untuk melakukan investasi sebesar itu, harus menunjukan perhitungan-perhitungan yang matang, termasuk dengan kebijakan risk managementnya.
























