• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jangan Biarkan Negeri Ini Tersesat

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
November 8, 2025
in Feature, Politik
0
Jangan Biarkan Negeri Ini Tersesat
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prihandoyo Kuswanto
Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila


Di tengah gegap gempita pembangunan dan kemajuan teknologi, ada satu hal mendasar yang perlahan terlupakan: roh bangsa ini, Pancasila. Kini, pertanyaan besar perlu diajukan kepada para pemimpin bangsa — dari Presiden, Ketua MPR, DPR, DPD, BPIP, Lemhannas, hingga para ketua partai politik dan rektor perguruan tinggi:

Apakah Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 masih benar-benar menjadi dasar dan ideologi negara kita?

Pertanyaan ini penting karena sejak dilakukan amandemen UUD 1945 pada tahun 2002, banyak pihak meyakini bahwa arah dasar negara telah bergeser. Negara Proklamasi 17 Agustus 1945 yang berasaskan Pancasila kini berjalan di atas rel liberalisme dan kapitalisme.


Dari Kolektivisme ke Individualisme

Amandemen UUD 1945 bukan sekadar perubahan pasal, tetapi perubahan arah sistem ketatanegaraan. Kita meninggalkan sistem MPR sebagai lembaga tertinggi negara yang melambangkan semangat kolektivitas dan kekeluargaan — dua nilai utama yang melekat pada Pancasila.

Dalam sistem lama, MPR terdiri atas golongan politik (DPR) dan golongan fungsional serta daerah (utusan golongan dan utusan daerah). MPR berperan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), lalu memilih Presiden sebagai mandataris MPR untuk menjalankan amanah tersebut.

Presiden kala itu tidak boleh menjalankan politik pribadi atau politik golongan. Ia bekerja menjalankan kehendak rakyat sebagaimana dirumuskan dalam GBHN, dan pada akhir masa jabatan wajib mempertanggungjawabkan amanahnya kepada MPR.

Kini, sistem presidensial yang kita anut berporos pada individualisme. Presiden terpilih melalui kompetisi suara langsung yang mahal dan sarat modal. Maka tak heran bila di akar rumput muncul istilah sinis:

“NPWP — Nomor Piro, Wani Piro.”

Demokrasi pun tereduksi menjadi adu kuat-kuatan uang dan suara, bukan lagi permusyawaratan dan kebijaksanaan sebagaimana diamanatkan Pancasila.


Pancasila: Norma Dasar yang Tak Boleh Diubah

Menurut Prof. Notonegoro, Pancasila adalah staatsfundamentalnorm — norma dasar fundamental yang menjadi sumber dari segala sumber hukum. Ia bukan sekadar simbol, melainkan fondasi filosofis dan ideologis negara Indonesia.

Pancasila tidak dapat diubah. Ia menjadi dasar dari seluruh peraturan dan tata kehidupan bernegara karena bersumber dari nilai-nilai bangsa sendiri: adat, budaya, dan agama yang hidup jauh sebelum Indonesia merdeka.

Pancasila memuat tiga tingkatan nilai:

  1. Nilai dasar – hakikat dari lima sila.
  2. Nilai instrumental – penjabaran dalam kebijakan dan hukum.
  3. Nilai praksis – perwujudan dalam kehidupan sehari-hari.

Maka, setiap perubahan terhadap konstitusi yang bertentangan dengan semangat Pancasila sesungguhnya adalah pengingkaran terhadap jati diri bangsa.


Ketidaksinkronan dan Krisis Haluan Bangsa

Dari hasil kajian Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila, ditemukan adanya ketidaksinkronan antara pasal-pasal hasil amandemen UUD 1945 dengan Pembukaan UUD 1945. Ini berarti, beberapa perubahan dalam konstitusi kini bertentangan dengan Pancasila sebagai norma dasar dan sumber hukum tertinggi negara.

Selama hampir 27 tahun bangsa ini menjalankan UUD hasil amandemen. Sebagaimana pernah dikatakan Prof. Amien Rais, amandemen itu “naif” — tetapi kita semua menganggapnya benar. Akibatnya, tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara semakin rusak dan kehilangan arah.


Jangan Biarkan Kesalahan Ini Menjadi Warisan

Kini saatnya bangsa ini merenung dan berani mengoreksi diri.
Apakah kita akan membiarkan kesalahan ini diwariskan kepada generasi mendatang?
Apakah kita rela menjadi bangsa yang menutup mata atas penyimpangan terhadap dasar negaranya sendiri?

Jika kita terus diam, sejarah akan mencatat kita sebagai pengkhianat cita-cita pendiri bangsa.
Jangan biarkan negeri ini tersesat.
Kembalilah pada Pancasila — roh, arah, dan nurani sejati bangsa Indonesia.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hopeng Politik: Antara Prabowo dan Jokowi” – Bisa Menutup Rahasia Aib Masing-masing.

Next Post

Memutus Mata Rantai POLRI dan Politik –

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026
Next Post
Bersih-bersih Geng Solo: Kapolri Diganti?

Memutus Mata Rantai POLRI dan Politik -

Intervensi Politik di Balik Seragam Cokelat: Dari SBY hingga Jokowi

Intervensi Politik di Balik Seragam Cokelat: Dari SBY hingga Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Tak pernah kita menyaksikan Jusuf Kalla seemosional...

Read more
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...