• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Memutus Mata Rantai POLRI dan Politik –

Masukan untuk Tim Reformasi Polri

Ali Syarief by Ali Syarief
November 8, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Bersih-bersih Geng Solo: Kapolri Diganti?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Tidak ada lembaga yang lebih memerlukan jarak aman dari politik selain kepolisian. Ia adalah alat negara, bukan alat kekuasaan. Tapi hari ini, batas itu telah lama kabur. Polisi sering tampak lebih sibuk melayani kepentingan politik daripada menegakkan hukum. Kasus paling mencolok, dan mungkin paling memalukan di mata publik, adalah ketika kepolisian menetapkan 12 orang sebagai tersangka “penyebar fitnah ijazah palsu” Presiden Joko Widodo — tanpa sekalipun menjelaskan atau memperlihatkan ijazah asli sang presiden.

Di titik itulah publik merasa ada yang janggal. Logika hukum menjadi kabur, dan rasa keadilan publik tercabik. Polisi seolah bergerak bukan karena hukum, tetapi karena politik. Pertanyaan yang menggantung di udara: mengapa kepolisian bisa begitu patuh, bahkan pada hal yang sesungguhnya lebih pantas dijawab oleh pihak yang dituduh?

Jawabannya bisa jadi sederhana: karena Kapolri diangkat, disetujui, dan direstui oleh presiden. Maka loyalitas yang seharusnya diberikan kepada konstitusi dan rakyat, sering bergeser menjadi loyalitas personal kepada penguasa. Dalam sistem seperti ini, sulit berharap polisi bertindak independen ketika kepentingan politik pemerintah sedang bermain.

Padahal, kepolisian bukan lembaga politik. Ia adalah lembaga karier, dan karena itu harus memiliki sistem karier yang mandiri dan tertutup dari intervensi kekuasaan politik. Seorang perwira seharusnya meniti kariernya dari bawah — bukan karena restu presiden, tetapi karena rekam jejak, integritas, dan prestasi profesionalnya.

Reformasi Polri seharusnya dimulai dari sana: memutus mata rantai patronase politik yang mengikat jabatan-jabatan strategis di tubuh kepolisian. Selama proses promosi dan penentuan pucuk pimpinan masih berada di tangan presiden, selama itu pula independensi Polri hanya akan menjadi jargon.

Tim reformasi Polri harus berani menegaskan bahwa Polri bukan lembaga yang berdiri di bawah bayang-bayang kekuasaan eksekutif. Harus ada mekanisme internal yang transparan dan objektif dalam menentukan siapa yang pantas menjadi pemimpin — semacam “Dewan Karier Kepolisian” yang berisi perwira senior dan tokoh publik independen. Presiden boleh memberikan legitimasi formal, tapi tidak boleh menjadi penentu.

Tujuan akhirnya jelas: agar hukum kembali berdiri tegak, dan polisi kembali dipercaya. Sebab ketika lembaga penegak hukum menjadi alat politik, yang hilang bukan hanya wibawa institusi, tapi juga rasa keadilan bangsa. Polisi bukan pengawal presiden, ia pengawal kebenaran. Dan selama jarak antara Polri dan politik tidak dijauhkan, hukum akan selalu berjalan pincang — hanya kuat ke bawah, tapi lemah ke atas.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jangan Biarkan Negeri Ini Tersesat

Next Post

Intervensi Politik di Balik Seragam Cokelat: Dari SBY hingga Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post
Intervensi Politik di Balik Seragam Cokelat: Dari SBY hingga Jokowi

Intervensi Politik di Balik Seragam Cokelat: Dari SBY hingga Jokowi

Pengalaman Puasa Ramadhan di Jepang

Istilah yang Menipu: Jenis Makanan Berbabi yang Disembunyikan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...