• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jangan Ulangi Kesalahan di Jakarta dalam Bangun IKN Nusantara

fusilat by fusilat
March 22, 2023
in Feature
0
Sayembara Desain Istana Wapres-Gedung DPR di IKN, Hadiah Total Rp3,4 M

Gagasan desain Nagara Rimba yang ditetapkan sebagai pemenang terbaik pertama Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) oleh Kementerian PUPR. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ahmad Jayadi, Pranata Humas Ahli Muda Kementerian PUPR

Jakarta – Sejak Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan untuk memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur, sejumlah pembangunan infrastruktur telah dimulai. Pembangunan tersebut di antaranya Istana Negara, rumah tapak jabatan menteri, dan beberapa gedung kantor kementerian.

Pemindahan IKN seperti disampaikan Presiden Jokowi untuk mengurangi beban Jakarta dan Pulau Jawa khususnya dalam hal kepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas yang sudah terlanjur parah dan polusi udara dan air.

Melihat alasan tersebut, tentunya dalam pembangunan IKN, pemerintah jangan sampai mengulang kesalahan yang sama dalam rencana dan implementasi pembangunan di Jakarta sejauh ini. Dua permasalahan utama di Jakarta adalah kemacetan dan banjir yang menimbulkan banyak efek kerugian sosial, ekonomi, dan waktu. Hingga kini belum ada solusinya meskipun Jakarta sudah berkali-kali ganti gubernur.

Permasalahan kemacetan di Jakarta sebetulnya jika diruntut ke belakang merupakan buntut panjang dari ketidaksiapan transportasi publik. Tentunya mobilitas yang tinggi di perkotaan menuntut tersedianya sarana transportasi umum yang handal.

Jika dilihat di negara-negara maju, transportasi umum menjadi andalan sebagai moda untuk mobilisasi. Masyarakat hanya menggunakan kendaraan pribadi jika hendak perjalanan jauh atau untuk liburan bersama keluarga. Masyarakat di negara maju lebih memilih menggunakan transportasi umum karena sistem transportasi umum cepat, nyaman, bersih, dan aman.

Persoalan transportasi berkaitan erat dengan pembangunan kota keberlanjutan yang berwawasan lingkungan hidup. Mengutip dari tulisan Kenworthy, Jeffrey R. (2006) dalam bukunya yang berjudul The eco-city: ten key transport and planning dimensions for sustainable city development, dikatakan bahwa transportasi yang baik merupakan jantung dari kota keberlanjutan hingga ke tingkat global.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor pribadi, maka tentu semakin tinggi pula tingkat polusi di wilayah tersebut. Tentunya hal tersebut sangat tepat dengan visi Presiden Jokowi yang menyatakan IKN Nusantara nantinya akan memiliki 70 persen area hijau, 80 persen transportasi publik, dan pengurangan suhu 2 derajat.

Jarak tempuh dari satu tempat ke tempat lainnya di komplek IKN diprediksi hanya membutuhkan waktu 10 menit. Sehingga IKN akan menjadi kota inklusif, terbuka, dan ramah bagi seluruh kalangan masyarakat untuk hidup berdampingan. Untuk itu, sebelum terlambat, pemerintah dalam membangun IKN baru di Kalimantan Timur harus sudah memikirkan secara matang penataan transportasi publik yang saling terhubung atau terintegrasi antarmoda.

Di saat okupansi lahan masih sangat sedikit di IKN, maka waktu yang tepat untuk membangun transportasi massal seperti MRT – Mass Rapid Transportation dan moda lainnya. Pemerintah dapat dengan leluasa membangun MRT bawah tanah tanpa harus terkendala pembebasan lahan ataupun simpang siur kendaraan yang mengganggu. Dengan sudah tersedianya transportasi publik yang saling terhubung, maka pemerintah dapat menerapkan pembatasan kepemilikan kendaraan di IKN tanpa ragu.

Mengutip pemberitaan di sejumlah media, Badan Otorita IKN menyebut bahwa dalam rencana induk, angkutan umum akan menjadi tulang punggung mobilitas IKN. Di dalamnya terdapat empat koridor transportasi, yakni koridor regional, koridor primer, koridor sekunder, dan tersier. Namun sejauh ini, belum ada pemberitaan sudah dimulainya pembangunan transportasi publik.

Selain transportasi publik, pemerintah juga harus mulai memikirkan kesiapan IKN agar tidak menjadi langganan banjir seperti Jakarta. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam berbagai pemberitaan mengatakan, untuk mencegah banjir, pemerintah akan mempertahankan wilayah IKN sesuai dengan rencana awal, yakni mayoritas dijadikan kawasan hijau.

Pemerintah juga akan melaksanakan pembangunan sesuai topografi dengan memanfaatkan cekungan untuk embung, merancang jalan dengan kemiringan kurang dari 10 persen, menghindari pembangunan di lokasi dengan kerentanan gerakan tanah tinggi, serta sangat menghindari pengupasan tebing/lereng.

Selain itu, Menteri Basuki mengatakan, bendungan untuk IKN juga akan ditambah antara lain dengan Bendungan Batu Lepek dan Bendungan Selamayu selain Bendungan Sepaku Semoi yang segera rampung dan diproyeksikan sebagai salah satu infrastruktur penyediaan kebutuhan air baku dan pengendalian banjir di kawasan IKN. “Sementara untuk pengendalian banjir di IKN jaringan drainasenya sedang kita desain untuk segera dikerjakan,” kata Menteri Basuki.

Tentunya jaringan drainase merupakan hal penting dalam pengendalian banjir perkotaan, sebab seperti sering terjadi di Jakarta, banjir lokal terjadi karena tidak adanya drainase yang memadai. IKN harus menerapkan sistem drainase seperti di negara-negara maju yang sangat besar sehingga juga mudah untuk pengelolaannya.

Belajar dari negeri Sakura, Jepang telah membangun Metropolitan Area Outer Underground Discharge Channel (MAOUDC), yakni sistem terowongan sepanjang 6,3 km dan ruang-ruang silindris yang menjulang tinggi untuk melindungi Tokyo bagian utara dari sergapan banjir. Drainase raksasa seperti ini justru harus dibangun sejak awal dimulainya pembangunan IKN karena okupansi lahan oleh masyarakat yang masih sedikit.

Dengan adanya terowongan atau saluran raksasa ini, ke depannya pemerintah tidak perlu lagi repot-repot mencari ruang untuk pemasangan berbagai macam utilitas bawah tanah, mulai dari kabel listrik, jaringan internet, air bersih perpipaan, serta air limbah.

IKN sebagai smart city harus terbebas dari proyek gali lubang tutup lubang yang sering merusak kondisi jalan raya, menimbulkan kemacetan, dan kekumuhan akibat proyek galian tanah di tengah perkotaan.

Selain permasalahan kemacetan dan banjir, dalam penataan ruang IKN, pemerintah juga harus mulai memikirkan alokasi lahan untuk pembangunan perumahan. Kesalahan besar Jakarta dan kota-kota satelit di sekitarnya adalah tidak adanya pengaturan yang jelas atas pengembangan perumahan.

Pengembangan permukiman dibiarkan begitu saja dengan izin tata ruang yang tidak jelas sehingga sering terjadi tumbuhnya permukiman liar. Di saat kondisi lahan masih tersedia luas dan belum diokupansi warga, merupakan saat yang tepat bagi pemerintah untuk mengatur rencana tata ruang untuk pembangunan permukiman. Hal ini tentunya harus diikuti dengan implementasi mengikuti rencana yang sudah ditetapkan.

Dengan teraturnya lokasi-lokasi permukiman, maka semua infrastruktur pengendali banjir dan transportasi publik tersebut dapat saling terkait. Perizinan pembangunan rumah di IKN harus dianggap serius. Warga atau pengembang wajib menghubungkan rumah yang akan dibangun dengan sarana utilitas bawah tanah yang sudah disediakan pemerintah.

Dengan demikian, tidak ada lagi permasalahan tiang kabel listrik, penggunaan air tanah, dan pengolahan limbah karena sanitasi buruk yang tidak dikelola secara terpadu. Pembangunan IKN tentunya diharapkan tidak hanya simbolis sebatas memindahkan Ibu Kota dan menjadi proyek mercusuar semata.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa 21 Maret 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penyelamatan Rahasia Credit Suisse Mengguncang Keuangan Global

Next Post

Menyambut Kemenangan Anies di Jawa Timur

fusilat

fusilat

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Dengan Cerdas dan Diplomatis, Anies Tanggapi  Prasangka  PDIP Tentang Kelanjutan IKN Jika Menjadi Presiden

Menyambut Kemenangan Anies di Jawa Timur

Salah Kaprah “Restorative Justice”

Salah Kaprah "Restorative Justice"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist