• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jejak Luka di Kebon Bawang: Rumah Ahmad Sahroni yang Kini Tinggal Tanah

fusilat by fusilat
November 20, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kebon Bawang, Jakarta Utara — Debu tipis berputar di udara setiap kali bucket ekskavator menghantam tumpukan puing. Suaranya berat, konstan, seperti napas panjang yang menandai akhir sebuah bangunan yang pernah menyimpan banyak cerita tentang pemiliknya: Ahmad Sahroni, anggota DPR nonaktif yang rumahnya sempat dijarah massa pada akhir Agustus 2025.

Pagi itu, Jumat (14/11/2025), dua ekskavator kuning berayun perlahan di atas bidang tanah yang sudah tak lagi menyerupai sebuah rumah. Yang tersisa hanyalah serpihan: kayu patah, pecahan besi memanjang, batu-batu fondasi, dan potongan pipa paralon yang dulu tersembunyi di balik dinding. Semuanya kini terbuka, basah oleh tetesan air dari selang para pekerja yang berusaha menekan debu agar tidak mengganggu warga sekitar.

Di ujung Jalan Swasembada Timur XXII, sekelompok pekerja datang bergiliran membawa tumpukan batu bata putih di bahu mereka. Beberapa di antara mereka mengenakan kaus biru dengan nama Ahmad Sahroni tercetak besar di punggung—seperti penanda bahwa pembongkaran ini bukan sekadar kerja kasar, melainkan sebuah penuntasan dari episode panjang yang bermula dari penjarahan brutal tiga bulan lalu.

“Awas mobil mau masuk. Parkir paralel saja,” teriak seorang pekerja, tangannya memberi isyarat kepada empat truk yang merayap masuk. Truk-truk itu menunggu giliran, sabar seperti antrean panjang di sebuah ritus pembersihan yang tak terburu-buru.

Di depan lahan, potongan besi, kayu, dan tabung-tabung oksigen disusun rapi. Ada ketenangan mekanis dalam cara para pekerja memilah, menata, dan mengangkut. Tidak ada tergesa. Tidak ada keributan. Seolah mereka tahu bahwa yang sedang mereka kerjakan bukan sekadar membongkar rumah, tapi menutup sebuah bab yang telah terlanjur terbuka terlalu lebar.

“Mulai tanggal 10,” ujar Abdullah, salah seorang pekerja, ketika ditanya sejak kapan pembongkaran dilakukan. Ia menyebutnya tanpa ekspresi berlebih—seakan tanggal itu hanya salah satu angka di kalender, bukan awal dari penghilangan wujud fisik sebuah tempat yang pernah mencuri perhatian publik.


Rumah itu sebelumnya menyita energi banyak orang setelah penjarahan massal di akhir Agustus. Dinding-dindingnya jebol, barang-barang hilang, dan halaman depannya dipenuhi jejak amarah yang tak sempat diredam. Kini, tak ada lagi sisa struktur yang mengingatkan pada peristiwa itu. Yang ada hanya tanah yang pelan-pelan diratakan, lapang dan sunyi.

Belum jelas untuk apa lahan itu kelak. Tidak ada papan proyek, tidak ada keterangan resmi dari Sahroni ataupun pihak mana pun. Hanya ritme ekskavator yang tak kenal lelah dan para pekerja yang bergerak seperti mengikuti komando yang tak terdengar.

Di antara debu yang meredup dan suara besi yang saling bergesek, satu hal tampak pasti: rumah itu, dengan segala kisah yang menempelnya, telah benar-benar berhenti menjadi rumah. Yang tersisa hanyalah tanah—dan ingatan tentang sebuah peristiwa yang terlalu keras untuk dilupakan begitu saja.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Masa Menutup Impor Pakaian Bekas Saja Harus Menunggu Perintah Presiden?

Next Post

Halomoan Sianturi, dari DPC untuk Indonesia, Siap Rebut Kursi Peradi RBA-1

fusilat

fusilat

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Next Post
Halomoan Sianturi, dari DPC untuk Indonesia, Siap Rebut Kursi Peradi RBA-1

Halomoan Sianturi, dari DPC untuk Indonesia, Siap Rebut Kursi Peradi RBA-1

Harga Beras Melesat Kayak Roket, Tembus Rp 25 Ribu Per Kg di Kota – Kota Tertentu

BULOG DI TITIK BALIK: ROADMAP OF TRANSFORMATION MENUJU KEJAYAAN PANGAN

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist