• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

JERAT MIDDLEMAN: SI TENGAH-TENGAH YANG MENEKAN PETANI, MENYANDERA PASAR

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
June 5, 2025
in Economy, Feature
0
JERAT MIDDLEMAN: SI TENGAH-TENGAH YANG MENEKAN PETANI, MENYANDERA PASAR
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastroatmadja-Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat


Dalam dunia perberasan Indonesia, middleman atau perantara adalah pihak yang berada di antara produsen (petani) dan konsumen akhir. Mereka menguasai jalur distribusi dan menjadi pengatur lalu lintas harga beras dari sawah hingga meja makan. Wujudnya bisa berupa pedagang pengumpul, pedagang grosir, hingga pedagang eceran. Mereka bukan hanya jembatan antara petani dan pasar—tetapi juga bisa menjadi tembok penghalang kesejahteraan petani.

Di satu sisi, middleman memainkan peran penting. Mereka memudahkan distribusi beras, menghubungkan petani dengan pasar, bahkan kadang menyediakan informasi dan membantu petani memperoleh pupuk atau bibit. Namun di sisi lain, mereka juga menjadi aktor yang sering mengambil margin keuntungan berlebihan, membeli dari petani dengan harga rendah lalu menjual ke pasar dengan harga tinggi. Maka tidak heran jika middleman kerap dipersepsikan sebagai penghisap keuntungan dari keringat petani dan kantong rakyat.

Kondisi ini diperburuk ketika harga beras melonjak, padahal stok nasional disebut berlimpah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahkan secara terbuka menyebut bahwa ulah para middleman sebagai biang keladi naiknya harga beras di tingkat eceran, meskipun harga di tingkat petani dan grosir turun. Artinya, yang menikmati keuntungan dari disparitas harga ini bukan petani, bukan juga konsumen—melainkan mereka yang berada di tengah.

Untuk memutus rantai permainan harga ini, pemerintah memperkenalkan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, yang bertujuan memangkas rantai distribusi yang panjang dan rumit. Program ini diharapkan menjadi jalan tengah yang adil—mempertemukan kepentingan petani dengan kebutuhan konsumen secara langsung, tanpa harus disandera middleman.

Namun, bisakah middleman diajak bersahabat? Secara teoritis, bisa. Jika middleman mau membeli beras dengan harga yang adil, membantu proses pemasaran, menyediakan informasi pasar, serta mendukung petani mengatasi persoalan produksi, mereka bisa menjadi mitra strategis petani. Tetapi dalam praktiknya, tak semua middleman bersikap demikian. Banyak yang menjadikan relasi dengan petani sebagai ladang eksploitasi ekonomi.

Pemerintah pun mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat posisi petani. Di antaranya:

  1. Mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras melalui Badan Pangan Nasional untuk menjaga stok nasional dan kestabilan harga.
  2. Menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500/kg Gabah Kering Panen sebagai bentuk perlindungan petani dari fluktuasi harga pasar.
  3. Meningkatkan kapasitas petani melalui program Korporasi Petani dan Pro Pak Tani untuk memperkuat produksi dan akses pasar.
  4. Membangun sistem pangan yang adil dan resilien, melibatkan kolaborasi dengan petani, swasta, hingga masyarakat sipil.
  5. Mengatur dan mengawasi perdagangan beras, agar tidak terjadi praktik kartel dan spekulasi liar di pasar.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa middleman masih memegang peranan sentral. Merekalah yang sering menentukan harga beli dan jual, mengatur aliran pasokan, bahkan menyetir persepsi kelangkaan atau kelimpahan. Inilah problem utama: ketergantungan sistem pangan kita pada jalur distribusi yang tidak sepenuhnya adil dan transparan.

Jika pemerintah serius ingin melindungi petani dan menstabilkan harga pangan, maka yang perlu dibenahi bukan hanya produktivitas petani, melainkan juga keadilan distribusi. Middleman tak bisa dihapuskan begitu saja, tapi harus diatur agar perannya tidak menjadi parasit dalam sistem pangan nasional.

Karena itu, saat berbicara soal kedaulatan pangan, kita tak bisa hanya bicara soal sawah dan pupuk. Kita juga harus menyorot siapa yang menguasai jalur dari lumbung ke pasar. Dan selama middleman masih menjadi penentu harga, maka petani akan terus tertindas, dan konsumen terus membayar mahal untuk nasi di piringnya.

J

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Tentara Sudah Turun Gunung – Sebaiknya Gibran Segera Mengundurkan Diri

Next Post

Tamat SD Saja Dianggap Tahu Hukum, Lantas Apa Alasan Jokowi Laporkan Warga yang Minta Transparansi Ijazah?

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Mana yang Akan Diproses Lebih Dahulu—Laporan TPUA atau Laporan Jokowi?

Tamat SD Saja Dianggap Tahu Hukum, Lantas Apa Alasan Jokowi Laporkan Warga yang Minta Transparansi Ijazah?

Tragedi di Gurun Jumum: Nyawa yang Gugur di Balik Visa Nonprosedural

Tragedi di Gurun Jumum: Nyawa yang Gugur di Balik Visa Nonprosedural

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...