• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jika Bobby Masuk Bui, Apakah Edy Bisa Naik Lagi? Uji Materi UU Pilkada Bisa Jadi Jalan Pulang

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 29, 2025
in Feature, Politik
0
Jika Bobby Masuk Bui, Apakah Edy Bisa Naik Lagi? Uji Materi UU Pilkada Bisa Jadi Jalan Pulang
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)


Berapa banyak dan apa saja kasus yang menghantui Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo? Pertanyaan ini layak diajukan seiring dengan bayangan-bayangan kasus hukum yang terus mengikuti langkah politik Bobby, mirip seperti bayangan masalah yang selama ini membayangi sang mertua—mulai dari dugaan ijazah palsu hingga isu ijazah ganda (Drs. dan Ir.) yang masih kabur asal-usul legalitasnya.

Sejak menjabat sebagai Wali Kota Medan, Bobby sudah disorot publik dalam berbagai dugaan pelanggaran hukum. Salah satunya adalah dugaan gratifikasi yang bahkan pernah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, kekuatan politik Jokowi saat itu tampaknya masih terlalu besar untuk disentuh. Bandingkan dengan nasib Hasto Kristiyanto—sosok yang tak begitu dekat dengan Jokowi—yang langsung diperiksa intensif oleh KPK. Lembaga antirasuah itu bak ‘banteng perkasa’ terhadap Hasto, tetapi seolah menjadi ‘anak kucing jinak’ saat menyentuh lingkar dalam keluarga Jokowi.

Kini, badai kembali datang. Bobby kembali terseret dalam dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatra Utara. Beberapa tangan kanannya telah ditangkap KPK. Salah satunya berinisial TOP, yang diketahui menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Medan saat Bobby menjabat wali kota.

Tak hanya itu, Bobby dan istrinya, Kahiyang Ayu, disebut-sebut terkait dengan sebuah kode wilayah tambang di Blok Medan. Dugaan ini mengejutkan banyak pihak karena blok tersebut diduga berkaitan langsung dengan keluarga Presiden.

Jika Bobby benar-benar ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus ini, maka secara otomatis ia harus diberhentikan sementara dari jabatannya melalui Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri. Dalam skenario seperti ini, jabatan Gubernur Sumatera Utara—jika ia terpilih dalam Pilkada 2024—akan diisi oleh Wakil Gubernur sebagai Pelaksana Tugas (Plt), sesuai dengan Pasal 78 jo. Pasal 76 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Lalu, bagaimana dengan nasib calon gubernur yang kalah?

Secara logika dan etika hukum, apabila Bobby dalam posisi sebagai Wali Kota Medan sebelum Pilkada sudah terbukti melakukan tindak pidana, maka ia seharusnya tidak layak maju dalam Pilgub Sumut. Namun sayangnya, tak ada ketentuan eksplisit dalam hukum positif yang melarangnya sejauh belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Dalam hal ini, pasangan calon yang kalah, misalnya Edy Rahmayadi atau kandidat lain, dapat menempuh jalur konstitusional dengan mengajukan permohonan uji materi ke Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 78 jo. Pasal 76 UU 23/2014. Tujuannya adalah mendorong MK agar menambahkan klausul penting yang memberikan keadilan elektoral dan moral dalam pilkada, berbunyi:

“Apabila calon gubernur terpilih, setelah pemilihan diketahui melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap terbukti melakukan tindak pidana umum atau korupsi, maka demi kepastian hukum dan rasa keadilan, jabatan gubernur diserahkan kepada pasangan yang memperoleh suara terbanyak berikutnya.”

Lebih lanjut, sebelum inkracht, DPRD Provinsi dapat mengangkat penjabat sementara (PJS) Gubernur dengan kewajiban untuk melanjutkan program lama dan berkonsultasi secara aktif dengan Kemendagri.

Kenapa Ini Penting?

Masyarakat Sumut sebagai pemilih berhak mendapatkan pemimpin yang tidak hanya sah secara administratif, tetapi juga bersih secara moral dan hukum. Jika seorang calon kepala daerah terbukti melakukan tindak pidana berat, maka ia tidak layak mengelola uang rakyat dan membuat kebijakan publik.

Karena itu, Mahkamah Konstitusi wajib mempertimbangkan hak-hak konstitusional calon yang kalah dan para pemilihnya—mereka adalah bagian dari rakyat yang secara langsung menanggung beban moral, material, dan bahkan fisik akibat dari dipilihnya seorang pemimpin yang bermasalah hukum.

Sebab dalam negara hukum, keadilan bukan hanya milik pemenang. Keadilan juga harus ditegakkan untuk mereka yang kalah secara elektoral namun unggul secara etika dan moral.

Jika tidak, maka publik akan terus dipaksa memilih antara pemimpin yang kuat tapi rapuh secara hukum, atau pejabat pelaksana yang hanya “numpang lewat” dan tak punya legitimasi rakyat.


Apakah Edy Rahmayadi akan kembali menjadi Gubernur Sumut? Bisa jadi—jika Bobby benar-benar tersandung kasus besar dan jika Mahkamah Konstitusi bersedia membongkar logika hukum yang selama ini tumpul ke atas.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Satu Tewas dan Belasan Luka-Luka

Next Post

Evaluasi Insiden Batik Air: Ketangkasan Pilot dan Ketelanjangan Protokol Krisis

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo
Feature

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026
Feature

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Anies Janjikan Bikin Hotline Paris. Kata Hotman Mau Bersaing Dengan Hotman 911?
Feature

Sandyakalaning Hotman Paris

July 21, 2026
Next Post
Evaluasi Insiden Batik Air:  Ketangkasan Pilot dan Ketelanjangan Protokol Krisis

Evaluasi Insiden Batik Air: Ketangkasan Pilot dan Ketelanjangan Protokol Krisis

PRESIDEN JOKOWI MERENCANAKAN BERTEMU ELON MUSK

Parlemen Iran Larang Penggunaan Starlink Milik Elon Musk

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Membangun Kembali Kepercayaan Publik (Ketika Strategi Komunikasi Berhadapan dengan Due Process of Law)

July 21, 2026
Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

Bentrok Berdarah di NTT: Hentikan Ekspansi Militer dalam Program Ekonomi Desa!

July 21, 2026
Kasus Febrie dan Hotman: Integritas Penegakan Hukum, Martabat Wartawan, dan Kualitas Komunikasi Publik

Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI terhadap Hotman Paris, Ketua Umum PWI: Ini Soal Martabat Profesi Wartawan

July 21, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Febrie Adriansyah Tak Ditahan, IPW Geram

July 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

Ocean Institute of Indonesia Resmi Berdiri, KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Cetak SDM Kelautan Berdaya Saing Global

July 21, 2026
Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Terkaget-kagetnya Prabowo

July 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...