Qunut Nazilah قنوت نازيله merupakan salah satu daripada tiga jenis qunut yang sunat dibaca mengikut Mazhab Syafii selain qunut dalam Solat Subuh dan qunut pada separuh malam kedua terakhir Ramadan dalam Solat Sunat Witir.
Jakarta – Fusilatnews – Dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu . Ketua Umum Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menyerukan umat Islam di Indonesia untuk melakukan Qunut Nazilah sebagai dukungan terhadap Palestina.
“Kepada seluruh umat Islam kiranya pada pelaksanaan Salat Jum’at (3/11) melakukan Qunut Nazilah, ” kata JK (1/11)
Seruan tersebut dimaksudkan agar pelaku kejahatan kemanusiaan ini diberi hukuman yang setimpal dengan kejahatannya oleh Tuhan Yang Kuasa.
Karena rakyat yang gugur akibat kejahatan Israel, Menurut JK tidak diperlukan Salat Gaib untuk rakyat Palestina yang gugur dalam perang itu
Perjuangan mempertahankan harkat kemanusiaan dari bangsa Palestina ini jika terpaksa harus mati, maka statusnya adalah mati syahid sebagai syuhada sehingga tidak perlu lagi disalatgaibkan,” ungkapnya.
Menurutnya perang yang terjadi di Gaza bukanlah perang antar agama melainkan sepenuhnya merupakan perjuangan untuk mempertahankan hak-hak kemanusiaan serta kemerdekaan bagi rakyat Palestina.
“Oleh karena itu pula diharapkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia, tanpa memandang suku, agama dan ras atas nama kemanusiaan menggalang solidaritas dukungan bagi bangsa Palestina sebagaimana amanat dalam Pembukaan UUD 45 serta sikap resmi pemerintah Indonesia yang mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina,” tegasnya.
Qunut Nazilah قنوت نازيله merupakan salah satu daripada tiga jenis qunut yang sunat dibaca mengikut Mazhab Syafii selain qunut dalam Solat Subuh dan qunut pada separuh malam kedua terakhir Ramadan dalam Solat Sunat Witir.
Qunut Nazilah sunat dibacakan ketika umat Islam didatangi bala bencana atau ditimpa musibah seperti peperangan, wabak, kemarau dan sebagainya. Bacaan Qunut Nazilah ini pernah dibacakan oleh Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam ketika kejadian pembunuhan beramai-ramai 60 orang penghafaz al-Quran selama sebulan berdasarkan hadis berikut yang bermaksud:

























