• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jokowi: Bara dalam Abu Kekuasaan, Ancaman Tersembunyi bagi Kabinet Prabowo

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
April 4, 2025
in Feature, Politik
0
Presiden Prabowo dan Peringatan Keras bagi Loyalis Jokowi: Tegas atau Hanya Retorika?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Dalam lanskap politik Indonesia yang kian penuh intrik, kekuasaan bukan hanya soal masa jabatan, melainkan tentang bagaimana jejaknya tetap hidup meski otoritas formal telah berakhir. Fenomena ini kian kentara jika kita menilik sosok Joko Widodo, atau Jokowi, yang tampak masih memainkan peran dalam konfigurasi politik nasional, meskipun masa jabatannya telah usai.

Dalam konteks kriminologi, khususnya menurut teori strain Robert K. Merton (1938), seseorang cenderung menempuh jalan pintas dan menyimpang ketika terdapat ketidakseimbangan antara tujuan sosial dan sarana untuk mencapainya. Ketika akses pada kekuasaan mulai mengecil, namun obsesinya tetap membesar, seseorang bisa terdorong melakukan manuver politik ekstrem—termasuk memperalat institusi, membangun jejaring bayangan, hingga memanipulasi wacana publik.

Jokowi, dalam tafsir psikologi politik, menunjukkan pola-pola yang mengarah pada kegemaran membangun fantasi kekuasaan: dari megaproyek IKN yang penuh utang, hingga skenario mempercepat anaknya menjadi RI 1 lewat karpet merah nepotisme. Di sisi lain, rekam jejaknya menunjukkan ketidakpedulian terhadap norma hukum dan etika demokrasi, bahkan terindikasi kuat melakukan obstruksi terhadap supremasi hukum.

Kondisi psikologis dan mentalitas kepemimpinan seperti ini, bila dikaitkan dengan teori Ibn Khaldun, sangat rentan melahirkan kekacauan. Pemimpin yang lemah secara etis, namun tetap berambisi memegang kendali lewat tangan-tangan tak terlihat, berpotensi menjadi “api dalam sekam” bagi tatanan kekuasaan baru yang tengah dibangun Prabowo Subianto.

Jokowi bukan hanya mantan presiden yang pensiun dengan tenang. Ia masih mengantongi pengaruh, terutama melalui penempatan loyalisnya di sektor-sektor vital: keuangan negara, BUMN, hukum, hingga pertahanan. Bahkan Mahkamah Konstitusi, Kejaksaan Agung, KPK, dan Polri tak luput dari bayang-bayangnya. Fakta ini menunjukkan bahwa Jokowi meninggalkan semacam “jebakan kekuasaan” yang memungkinkan dirinya tetap relevan, bahkan berbahaya secara politis.

Secara empirik, berbagai kasus belum tuntas menyelimuti namanya: dugaan ijazah palsu, kasus unlawful killing KM 50, tewasnya 894 petugas KPPS, tragedi Kanjuruhan, pemborosan proyek IKN, hingga program PSN yang sarat konflik kepentingan. Publik menagih pertanggungjawaban moral dan hukum, sementara Jokowi tampak berlindung di balik para loyalis dan instrumen negara yang sempat ia kuasai.

Fenomena ini menjelaskan betapa rentannya Kabinet Merah Putih (KMP) jika tidak segera dibersihkan dari infiltrasi kekuasaan masa lalu. Dalam situasi seperti ini, Prabowo mesti bertindak tegas. Bukan hanya demi kestabilan pemerintahan, tapi juga untuk mengembalikan marwah konstitusi yang telah lama dilukai.

Sebagai Presiden terpilih, Prabowo memiliki mandat dan kewajiban menjaga kedaulatan negara dari upaya manipulasi kekuasaan bayangan. Jika tidak, kabinetnya bisa berubah menjadi medan konflik dua kepentingan: antara loyalitas baru dan residu kekuasaan lama. Jalan keluarnya? Perombakan kabinet dengan figur-figur profesional yang kredibel, berintegritas, dan tidak memiliki jejak keterikatan dengan “dosa-dosa politik” masa lalu.

Rakyat juga punya andil besar. Menjaga demokrasi bukan hanya tugas presiden, melainkan komitmen bersama seluruh elemen bangsa. Jokowi boleh jadi sudah bukan presiden secara formal, tapi jika ia masih bercokol lewat proxy kekuasaan, maka risiko stagnasi dan chaos bukanlah kemungkinan, tapi keniscayaan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Seorang Polisi korban Begal, Tergeletak di Pinggir Jalan

Next Post

Seberapa Besar,Tarif  Baru Trump Akan Rugikan Negara Lain dan Konsumen AS?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Jembatan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Antara Ideologi dan Fakta Empiris

May 28, 2026
Feature

Ketika Ilmu Dipisahkan Dari Agama (bagian 2 dari 3 tulisan) Mencari Jalan Keluar: Dari Islamisasi Ilmu hingga Sintesa Semu

May 28, 2026
Papua dalam Sorotan Dunia
Feature

Papua dalam Sorotan Dunia

May 28, 2026
Next Post
Seberapa Besar,Tarif  Baru Trump Akan Rugikan Negara Lain dan Konsumen AS?

Seberapa Besar,Tarif  Baru Trump Akan Rugikan Negara Lain dan Konsumen AS?

INDONESIA BUTUH MOSI INTEGRAL NATSIR KE-III

INDONESIA BUTUH MOSI INTEGRAL NATSIR KE-III

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jembatan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Antara Ideologi dan Fakta Empiris

May 28, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan Dari Agama (bagian 2 dari 3 tulisan) Mencari Jalan Keluar: Dari Islamisasi Ilmu hingga Sintesa Semu

May 28, 2026
Papua dalam Sorotan Dunia

Papua dalam Sorotan Dunia

May 28, 2026
PSN PIK 2 Terindikasi Dugaan Korupsi

Prabowo Tidak Berani Mengembalikan Ke UU KPK Yg Awal – Mengejar Koruptor Hingga ke Antartika: Omon-Omon Belaka?

May 28, 2026
Dari Dwifungsi Menuju Omnipresen: Ketika Tentara Mengurus Semuanya

Dari Dwifungsi Menuju Omnipresen: Ketika Tentara Mengurus Semuanya

May 28, 2026
Harapan Rakyat Kandas di Janji Prabowo

Harapan Rakyat Kandas di Janji Prabowo

May 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jembatan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Antara Ideologi dan Fakta Empiris

May 28, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan Dari Agama (bagian 2 dari 3 tulisan) Mencari Jalan Keluar: Dari Islamisasi Ilmu hingga Sintesa Semu

May 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...