• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

JUDI ONLINE MERAJALELA, AGAMA DIAM, NEGARA TERSENYUM

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
June 15, 2025
in Crime, Feature
0
JUDI ONLINE MERAJALELA, AGAMA DIAM, NEGARA TERSENYUM
Share on FacebookShare on Twitter
Muhammad Yamin Nasution

Oleh: Muhammad Yamin Nasution, S.H.-Pemerhati Hukum

“Hukum tak ditegakkan, moral tak dijaga, dan Tuhan pun seperti dijadikan spanduk.”

Pada 1360, Gilbertus van Sandwijk mencatat dalam risalah klasiknya Spreek worden verklaard bahwa ketika Raja Henry VI lahir, rakyat Inggris bertaruh atas nasib sang bayi. Apakah ia akan hidup sehat, atau wafat seperti ayahnya, Henry V. Ketika Henry VI naik takhta sebagai bayi, perjudian menjadi ritual sosial yang menggantikan doa. Siapa yang akan mengendalikan istana? siapa yang akan membimbing si raja bocah?

Kelak, Henry VI tumbuh sebagai penguasa gila, dan Inggris terjerumus dalam kekacauan panjang. Van Sandwijk menulis, “Perjudian menjadi cermin dari negara yang kehilangan akal sehatnya.”

Lima abad kemudian, negeri bernama Indonesia mengalami gejala yang nyaris serupa. Bukan soal pewaris takhta, tapi tentang judi online yang merajalela, disiarkan terang-terangan, bahkan dipromosikan di hari-hari besar keagamaan.

Coba perhatikan iklan-iklan yang muncul di situs dan media sosial setiap Lebaran, Natal, Waisak, Tahun Baru, hingga Maulid Nabi SAW. Hampir seluruh platform perjudian digital mengeluarkan kampanye spesial hari raya :  bonus Idulfitri, hadiah Natal ganda, lucky draw Imlek, spin keberkahan Ramadan, dan sebagainya. Iklan-iklan ini menyebut nama Tuhan, menyelipkan ayat-ayat suci, bahkan memakai istilah seperti “rezeki berkah” atau “kemenangan yang halal”.

Di mana suara ormas keagamaan? Tidak terdengar. Mungkin, terlalu sibuk menutupi kader utama yang terlibat korupsi, sibuk mencari cucuran dana dan mengemis kekuasaan.

Alih-alih mengecam, banyak institusi keagamaan memilih diam. Tak ada fatwa nasional, tak ada sikap tegas. Seolah-olah perjudian digital tidak cukup penting dibanding sibuk bicara soal akhlak berpakaian, gaya nongkrong, atau konten TikTok.

Negara pun tidak lebih waras. Pemerintah menggembar-gemborkan perang terhadap judi online: situs diblokir, akun ditangkap, konferensi pers berulang. Tapi fakta di lapangan berbicara lain. Game-game dengan sistem gacha, spin, dan top-up reward terus menjamur, bahkan muncul di kanal resmi media massa.

Ada ironi pahit di sini. Seseorang bisa ditangkap karena menjual chip domino secara offline, tetapi perusahaan besar pengembang game digital dengan sistem judi dilegalkan, bahkan disponsori negara. Hukum kembali menunjukkan wataknya yang feodal “TAJAM KE BAWAH, TUMPUL KE ATAS”.

Riset CfDS UGM (2023) menunjukkan hampir setengah remaja Indonesia pernah memainkan game dengan fitur acak berbasis uang. Mereka tidak sadar bahwa itu adalah perjudian. Di saat yang sama, iklan-iklan tersebut tidak pernah disensor. Beberapa tayang di TV nasional, didukung selebritas, bahkan diputar sebelum azan di platform streaming.

Lebih parah lagi, di bulan Ramadan, sejumlah situs judi daring mengucapkan “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa” sambil menawarkan bonus top-up 300%. Ini bukan hanya menjual candu, tetapi sudah masuk kategori penistaan keagamaan yang sistemik, namun entah mengapa tidak pernah disentuh oleh hukum.

Apakah iman anda pernah terusik dan bertanya, siapa yang seharusnya marah?

Umat yang imannya dirusak.

Pemuka agama yang seharusnya menjaga moral.

Negara yang seharusnya melindungi rakyat.

Tapi tiga-tiganya justru bungkam, atau lebih buruk :  ikut menertawakan, karena cuan dari iklan dan pajak.

Seorang Menteri pernah mengatakan bahwa game digital adalah bentuk ekonomi kreatif. Tapi jika ekonomi kreatif justru membuat anak-anak ketagihan judi dan orang tua kehilangan uang secara acak, maka yang terjadi adalah pembusukan sosial berbalut teknologi. Negara seharusnya bertindak, bukan menari bersama iklan.

Kita berada di persimpangan sejarah. Kita bisa memilih menjadi bangsa yang melawan candu digital, atau menjadi bangsa yang membiarkan anak-anaknya tumbuh dengan chip dan spin sebagai takdir.

Jika agama diam, dan negara tersenyum, lalu siapa yang tersisa untuk menyelamatkan generasi berikutnya?

“Hukum tanpa moral adalah mekanisme kosong. Dan moral tanpa keberanian hanyalah kesalehan pasif.” M Yamin Nasution, S.H- Adaptasi dari Montesquieu & Gilbertus van Sandwijk.

Sumber Referensi

Gilbertus van Sandwijk, Spreek worden verklaard, Leiden: E.J. Brill, 1865.

KUHP Pasal 303.

UU ITE Pasal 27 ayat (2).

Riset CfDS UGM 2023, “Digital Gambling Trends among Indonesian Youth”.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PI Net Work Indonesia Klaim Mampu Lunasi Seluruh Utang Negara Lewat Dukungan Komunitas Pioner

Next Post

Ijazah Jokowi, Hukum yang Terpeleset di Tangga Sendiri

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post

Ijazah Jokowi, Hukum yang Terpeleset di Tangga Sendiri

Ijazah Palsu: Ketika Ilmu Pengetahuan Dicekik Pakai Jas Almamater

Ijazah Palsu: Ketika Ilmu Pengetahuan Dicekik Pakai Jas Almamater

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...