Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024
Jakarta – Entah apa yang berkecamuk dalam benak Agustina Hastarini alias Tina Astari, sehingga istri Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman ini melakukan muhibah keluar negeri dengan minta fasilitas negara.
Ia bukan Menteri Kebudayaan. Bukan pula seorang direktur jenderal atau direktur di Kementerian Kebudayaan.
Ia juga bukan seorang dirjen, direktur, atau pemangku jabatan lain di Kementerian UMKM. Pun ia bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) di kementerian itu atau kementerian apa pun.
Tina Astari hanya istri seorang menteri. Tapi mengapa tingkahnya bak seorang menteri?
Dikutip dari sebuah media, viral surat resmi dari Kementerian UMKM terkait permintaan fasilitasi untuk agenda kunjungan luar negeri bertajuk “misi budaya”.
Surat dimaksud diunggah akun X @MurtadhaOne1 dan memperlihatkan kop resmi Kementerian UMKM RI dengan nomor B-466/SM.UMKM/PR.01/2025 tertanggal 30 Juni 2025.
Dalam surat itu dijelaskan Tina Astari akan melakukan kunjungan ke sejumlah negara Eropa guna mengikuti kegiatan misi budaya, dengan permohonan dukungan dari perwakilan diplomatik RI.
Surat yang ditandatangani secara elektronik oleh Sekretaris Kementerian UMKM Arif Rahman Hakim itu menjelaskan secara rinci bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama 14 hari, sejak 30 Juni 2025 hingga 14 Juli 2025.
Adapun negara-negara yang menjadi tujuan kunjungan tersebut adalah Turki (Istanbul), Bulgaria (Pomorie dan Sofia), Belanda (Amsterdam), Belgia (Brussels), Prancis (Paris), Swiss (Lucerne), dan Italia (Milan).
Dalam surat tersebut, Kementerian UMKM meminta agar pihak-pihak di kedutaan besar dan konsulat jenderal RI, khususnya KBRI Sofia, Brussel, Paris, Bern, Roma, Den Haag, serta KJRI Istanbul memberikan dukungan dan pendampingan penuh selama perjalanan Tina Astari dan rombongan berlangsung.
Mengapa Tina Astari yang bukan siapa-siapa, hanya istri seorang menteri, bertingkah laiknya pejabat tinggi negara?
Mungkin ia sedang melancarkan jurus “aji mumpung”. Mumpung suaminya jadi pejabat, maka ia dengan sebaik-baiknya memanfaatkan jabatan suaminya itu. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?
Mungkin pula ia sedang mengalami “shock culture” atau gegar budaya. Ia kaget tiba-tiba sang suami menjadi menteri.
Maman Abdurraman memang pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar, yakni periode 2019-2024 yang didahului sebagai anggota DPR RI Pengganti Antar Waktu (PAW) 2018-2019. Tapi ketika kini Maman menjadi seorang menteri, sang istri ternyata kaget. Demam panggung. Maka secara tak sadar atau pun sadar ia pun bertingkah laiknya seorang pejabat.
Jabatan anggota DPR yang disandang suaminya selama 2018-2019 dan 2019-2024 ternyata belum cukup membut kondisi batinnya stabil. Ia merasa seperti menjadi Orang Kaya Baru (OKB). Akhirnya jiwa kamaruknya muncul juga karena mentalnya belum mapan sebagai istri seorang pejabat.
Mungkin ia khawatir, kalau suaminya sudah tidak menjadi menteri lagi, mana mungkin ia bisa keluar negeri? Dengan fasilitas negara pula!
Atau bisa juga ia memang sudah terlanjur hedon dan glamour. Maklum, latar belakang Tina Astari adalah pemain sinetron dan film. Ia sudah biasa berperan di dunia fiksi.
Jika dilihat dari tanggal kunjungan, maka patut diduga Tina Astari kini sedang berada di luar negeri. Entah negeri apa. Selama 14 hari hingga 14 Juli nanti.
Jika benar demikian, maka program efisiensi anggaran yang sedang digembar-gemborkan pemerintah ternyata sekadar omon-omon belaka.
Selain memperbanyak menteri dan wakil menteri, serta wakil menteri yang menjadi komisaris di BUMN, ternyata pemerintahan Prabowo membiarkan istri pejabat melancong keluar negeri dengan dalih misi budaya.
Tidakkah Tina Astari pernah berpikir bahwa efisiensi anggaran berdampak buruk bagi rakyat? Banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di mana-mana.
Tidakkah pula Tina Astari berpikir bahwa kini rakyat sedang diimpit kesulitan ekonomi? Sekadar bisa makan saja susah. Celakanya, Tina Astari tak punya empati.
Alhasil, aji mumpung dan gegar budaya yang ditunjukkan Tina Astari tersebut membuktikan bahwa istri seorang menteri itu bersikap kampungan. Macam OKB saja!
Belakangan, Maman Abdurrahman, sang suami buru-buru mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (4/7/2025), guna melakukan klarifikasi.
Usai ke KPK, kepada media Maman membantah istrinya menggunakan fasilitas negara. Kepergian istrinya keluar negeri, katanya, untuk mendampingi sang anak yang sedang mengikuti pertandingan dalam acara budaya di luar negeri.
Semua fasilitas seperti tiket pesawat dan biaya makan, katanya, dibayar sendiri dari rekening istrinya. Tiket bahkan sudah dibeli sejak Mei lalu. Artinya, klaim Maman, sejak awal istrinya tak ada niat menggunakan fasilitas negara.
Sayangnya, Maman tidak menyinggung surat resmi kementeriannya yang sudah terlanjur beredar itu. Ia tidak membantah atau membenarkan keberadaan dan isi surat kontroversial tersebut.

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024























