• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kapan Amerika dan Israel Akan Mengakhiri Perang dengan Iran?

Ali Syarief by Ali Syarief
March 11, 2026
in Feature, Perang
0
Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas
Share on FacebookShare on Twitter

Fusiilat News – Editorial

Perang modern jarang dimulai dengan kejelasan, dan hampir selalu berakhir dalam kebingungan. Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini bergerak dalam ruang abu-abu itu—sebuah perang yang belum sepenuhnya diumumkan, tetapi sudah cukup nyata untuk mengguncang pasar energi dunia.

Harga minyak melonjak, gas berfluktuasi, dan pasar global bergetar setiap kali sebuah pernyataan keluar dari Washington atau Tel Aviv.

Kemarin, Donald Trump sempat memberi sinyal yang menenangkan. Beberapa komentarnya terdengar seperti pintu keluar dari eskalasi militer. Pasar langsung bereaksi. Harga energi menurun sejenak, investor menghela napas.

Namun tak lama kemudian, ia membantah atau memperhalus sinyal tersebut.

Dalam diplomasi modern, satu kalimat dapat bernilai miliaran dolar. Dan dalam perang yang belum jelas ujungnya, bahkan satu kata bisa menjadi bahan spekulasi global.

Tetapi persoalan sebenarnya bukan sekadar pernyataan Trump.

Pertanyaan yang jauh lebih besar sedang muncul:
apakah Amerika dan Israel masih berperang untuk tujuan yang sama?

Ketika Sekutu Mulai Berbeda Tujuan

Pada tahap awal konflik, Washington dan Tel Aviv tampak berjalan dalam satu garis strategis: membatasi pengaruh Iran dan menekan kemampuan militernya di kawasan.

Namun dalam dinamika geopolitik, kesamaan tujuan jarang bertahan lama.

Bagi Amerika Serikat, konflik dengan Iran adalah soal keseimbangan kekuatan. Washington ingin menahan pengaruh Tehran, tetapi tidak selalu ingin menghancurkannya sepenuhnya. Amerika lebih memilih konflik yang terukur—cukup keras untuk menunjukkan kekuatan, tetapi cukup terkendali agar tidak menjerumuskan dunia ke dalam perang regional yang luas.

Sebaliknya, bagi Benjamin Netanyahu, Iran bukan sekadar rival geopolitik. Iran adalah ancaman eksistensial.

Dalam doktrin keamanan Israel, ancaman eksistensial tidak dikelola—ia harus dilemahkan secara permanen.

Di sinilah retakan mulai terlihat.

Amerika mungkin ingin membatasi Iran.
Israel mungkin ingin mengubah Iran.

Perbedaan antara kedua tujuan itu tampak kecil di atas kertas, tetapi dalam praktik militer, ia bisa menentukan apakah perang berlangsung beberapa bulan—atau beberapa tahun.

Pasar Energi: Cermin Ketakutan Dunia

Pasar energi adalah barometer paling sensitif terhadap konflik geopolitik.

Setiap rumor serangan di Teluk Persia segera memicu lonjakan harga minyak. Setiap tanda de-eskalasi langsung menurunkan harga.

Hal ini bukan sekadar soal produksi energi. Iran berada di kawasan yang menjadi urat nadi distribusi energi dunia. Gangguan kecil saja pada jalur laut atau infrastruktur energi dapat mengguncang stabilitas global.

Akibatnya, harga minyak kini tidak hanya mencerminkan permintaan dan pasokan. Ia juga mencerminkan ketakutan geopolitik.

Pasar tidak sekadar memperdagangkan energi.

Pasar memperdagangkan kemungkinan perang.

Trump dan Logika Politik Kekuasaan

Setiap konflik internasional pada akhirnya kembali ke politik domestik.

Bagi Donald Trump, perang dengan Iran harus dikelola dalam kerangka yang lebih luas: stabilitas ekonomi Amerika dan dukungan pemilih.

Sejarah politik Amerika menunjukkan satu kenyataan sederhana. Pemilih mungkin mendukung operasi militer yang cepat dan tegas. Tetapi mereka tidak selalu sabar terhadap konflik yang berkepanjangan—terutama jika harga bensin ikut melonjak.

Karena itu, retorika Trump sering bergerak di antara dua nada.

Nada pertama: kekuatan.
Nada kedua: kehati-hatian.

Ia ingin menunjukkan ketegasan terhadap Iran, tetapi sekaligus menghindari kesan bahwa Amerika sedang menuju perang besar.

Ini adalah seni politik yang klasik: menjadi keras tanpa terlihat ingin berperang terlalu lama.

Kisah Lain yang Diam-diam Berkembang di Amerika

Sementara dunia menatap Timur Tengah, sebuah dinamika yang lebih pelan sedang bergerak di dalam negeri Amerika.

Dalam pemilu terakhir, dukungan pemilih Latino membantu Donald Trump memenangkan masa jabatan keduanya. Perubahan ini mengejutkan banyak analis politik.

Banyak politisi Republik—terutama di Texas—percaya bahwa dukungan Hispanik itu akan bertahan hingga pemilu paruh waktu berikutnya.

Namun laporan terbaru dari wilayah Texas selatan memberi peringatan yang berbeda.

Pemilih Latino tidak bergerak sebagai satu blok politik yang permanen. Preferensi mereka dipengaruhi oleh ekonomi lokal, isu perbatasan, dan perubahan sosial yang cepat.

Dengan kata lain, kemenangan politik sering menciptakan ilusi stabilitas. Padahal dalam demokrasi, dukungan publik bisa berubah lebih cepat daripada yang disadari para politisi.

Perang dan Ilusi Kendali

Perang selalu dimulai dengan keyakinan bahwa ia bisa dikendalikan.

Para pemimpin percaya mereka tahu tujuan akhir, strategi kemenangan, dan batas eskalasi.

Tetapi sejarah berkali-kali menunjukkan hal yang sebaliknya.

Perang memiliki logikanya sendiri. Ia sering bergerak melampaui niat para pemimpinnya.

Jika Amerika dan Israel mulai memiliki tujuan strategis yang berbeda terhadap Iran, maka konflik ini memasuki fase yang jauh lebih berbahaya: perbedaan strategi di antara sekutu.

Dan ketika sekutu tidak lagi sepenuhnya sepakat tentang tujuan perang, maka pertanyaan terbesar bukan lagi kapan perang dimulai.

Melainkan:

siapa yang sebenarnya mampu mengakhirinya.

Karena dalam geopolitik modern, perang tidak selalu berakhir dengan kemenangan.

Kadang ia berakhir hanya karena dunia akhirnya terlalu lelah untuk terus bertempur.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Retorika yang Berulang, Realitas yang Berjalan: Membaca Diksi Pembangunan Prabowo

Next Post

Polisi Penjaga Korporasi: Menggugat Dehumanisasi Masyarakat Adat Dayak oleh Polri

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara
Feature

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik
Birokrasi

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Next Post
Polisi Penjaga Korporasi: Menggugat Dehumanisasi Masyarakat Adat Dayak oleh Polri

Polisi Penjaga Korporasi: Menggugat Dehumanisasi Masyarakat Adat Dayak oleh Polri

Safari Ramadan dan Politik Perhatian: Ketika Umat Dijadikan Panggung Kekuasaan

Safari Ramadan dan Politik Perhatian: Ketika Umat Dijadikan Panggung Kekuasaan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

June 3, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...