Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024
Jakarta – Sampai akhirnya Karyoto mendapat promosi jabatan, dari Kapolda Metro Jaya ke Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, dan pangkatnya pun naik dari Inspektur Jenderal menjadi Komisaris Jenderal, nasib bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komisaris Jenderal Purnawirawan Firli Bahuri apakah akan ditahan atau tidak, tak jelas juntrungannya.
Firli yang juga bekas Kabaharkam Polri, jabatan yang kini disandang Karyoto, adalah tersangka gratifikasi, suap dan pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo saat politikus Partai Nasdem ini menjabat Menteri Pertanian.
Firli ditetapkan Polda Metro Jaya sebagai tersangka sejak 23 November 2023. Namun sejauh ini belum ada kabar kalau pensiunan polisi jenderal bintang tiga itu ditahan.
Apakah Kapolda Metro Jaya pengganti Karyoto, yakni Irjen Asep Edy Suheri akan menahan Firli Bahuri?
Saling Sandera
Tak lama setelah Polda Metro Jaya menetapkan Firli Bahuri sebagai tersangka, KPK menetapkan Muhammad Suryo sebagai tersangka dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Muhammad Suryo merupakan Komisaris PT Surya Karya Setiabudi (SKS) dan disebut-sebut mempunyai hubungan dekat dengan Karyoto, bermula saat Karyoto menjabat Wakil Kapolda DI Yogyakarta.
Di sinilah berkembang spekulasi telah terjadi saling sandera antara Karyoto dan Firli. Keduanya pegang kartu trup satu sama lain. Akhirnya spekulasi itu menemukan relevansinya ketika Firli tak kunjung ditahan sampai Karyoto hengkang dari Polda Metro Jaya.
Firli pernah menjabat Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, jabatan yang juga pernah diemban Karyoto sebelum menjadi Kapolda Metro Jaya, saat Firli menjabat Ketua KPK.
Namun, Firli kemudian menyingkirkan Karyoto dengan mengembalikan perwira tinggi Polri kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, ini ke institusi asalnya, yakni Polri. Beruntunglah Karyoto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kemudian mengangkatnya menjadi Kapolda Metro Jaya.
Sebab itulah, ada spakulasi penetapan Firli Bahuri sebagai tersangka merupakan manifestasi dari balas dendam Karyoto. Namun, Karyoto tak berani menahan Firli karena pria kelahiran Sumatera Selatan itu diduga memegang kartu truf Karyoto.
Sampai akhirnya Karyoto dimutasi dari jabatan Kapolda Metro Jaya, Firli tak kunjung ditahan meskipun sudah nyaris dua tahun menyandang status tersangka.
Firli sendiri ketika menjabat Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK diduga bermasalah karena bertemu dengan Muhammad Zainul Majdi saat pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang itu menjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sedang diselidiki KPK terkait divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara.
Pertanyaannya, apakah Irjen Asep Edy Suheri yang bekas Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri ini akan berani menahan Firli Bahuri?
Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, Asep Edy Suheri dikenal sebagai sosok yang relatif bersih. Ia bukan model polisi “sapujagad”.
Kasus yang menjerat Firli Bahuri itu juga menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan bagi Asep Edy Suheri selaku Kapolda Metro Jaya yang baru.
Jika nanti Asep tak berani menahan Firli, maka sama saja ia dengan Karyoto.
Dan ada pertanyaan mendasar: ada apa dengan Firli sehingga para pentinggi polisi, barangkali termasuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tidak berani menahannya? Apakah ia punya kartu truf para petinggi Polri, bukan hanya Karyoto?
Jawaban atas semua pertanyaan itu ada di tangan Irjen Asep Edy Suheri. Ayo Kang, mainkan!

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024























