• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ke Jepang Akan Semakin Mahal – Mengapa?

Ali Syarief by Ali Syarief
June 6, 2025
in Feature, Pariwisata
0
Jepang Tangani Pelayanan ‘berkualitas’ saat Pariwisata Dalam Negeri Pulih
Share on FacebookShare on Twitter

TOKYO-Fusilatnews — Musim gugur belum tiba, tetapi angin perubahan sudah lebih dahulu bertiup dari Tokyo. Pemerintah Jepang, lewat restu Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Seiichiro Murakami, mengetuk palu pada satu kebijakan baru: tarif pajak penginapan akan naik—namun tak merata—di berbagai destinasi wisata. Para pelancong asing menjadi sasaran utama dari penaikan ini, dengan tarif 100 hingga 500 yen per kepala untuk setiap malam bermalam. Musim baru dalam pariwisata Jepang pun dimulai, dengan nuansa penyesuaian, keterbatasan, dan pelajaran tentang kapasitas.

Kebijakan ini, yang akan berlaku mulai September 2025, memang tidak datang dalam kevakuman. Ia lahir dari kegelisahan panjang: Jepang tak lagi bisa membendung lautan manusia yang membanjiri kastil-kastil tua, kuil sunyi, lereng bersalju, hingga kolam air panas tempat para beruk salju menenangkan diri. Negara dengan populasi 124 juta ini mencatat 36,8 juta pengunjung pada 2024, dan angka itu hanya terus menanjak. Rasio 0,29 wisatawan per warga memang tampak kecil jika dibandingkan Prancis atau Spanyol. Namun di jalan-jalan sempit Kyoto yang tenang atau di peron-peron tua Nagano yang rapuh, angka itu menjelma menjadi beban nyata.

Sejak 2002, Osaka dan Kyoto telah lebih dahulu melangkah sebagai pionir pajak turis. Kini, gelombang pengendalian ini menyebar ke 24 wilayah lain: dari kota-kota dingin di Hokkaido hingga tanah sejarah di Hiroshima. Uniknya, pelajar dalam rombongan sekolah tetap dikecualikan. Mereka bukan ancaman bagi tatanan, melainkan harapan bagi masa depan.

Namun, kebijakan ini menimbulkan pertanyaan pelik: haruskah turis asing membayar lebih mahal dari warga lokal? Di Niseko, sebuah resor ski kenamaan di Hokkaido, tarif karcis melonjak jadi 6.500 yen untuk pelancong internasional, dibandingkan 5.000 yen untuk warga Jepang. Bahkan Istana Himeji di Osaka kini hanya memberikan harga normal kepada mereka yang mengantongi KTP lokal. Sisanya, silakan bayar lebih, atau pulang dengan kecewa.

Fenomena ini bukan sekadar tarif, melainkan potret bagaimana Jepang menyusun ulang wajah industrinya. Di satu sisi, pemerintah berambisi mendatangkan 60 juta wisatawan pada 2030. Di sisi lain, overturisme telah menjadi racun yang mengikis keseimbangan: lingkungan terkikis, warga lokal terdesak, dan nuansa budaya mulai kabur di tengah kerumunan kamera.

Sebagai jawaban, Jepang tak hanya memungut lebih banyak dari pengunjung, tetapi juga menyusun strategi diversifikasi. Rute Emas—Tokyo, Kyoto, Nagoya, dan Osaka—yang menjadi magnet bagi 70 persen wisatawan asing, mulai ditantang dengan promosi 51 destinasi alternatif. Dari Nagoya yang mempromosikan budaya lokalnya hingga Gunung Fuji yang kini membatasi jumlah pengunjung menjadi 4.000 orang per hari, arah baru pun digariskan.

Teknologi menjadi senjata lain. Kyoto, misalnya, menerapkan sistem bebas sentuh. Pemesanan tiket sepenuhnya daring, dan informasi jumlah pengunjung tersedia secara real-time. Kota-kota pun mengembangkan katalog digital restoran dan toko lokal. Tujuannya jelas: wisata bukan sekadar konsumsi, melainkan pengalaman yang berdampak bagi warga setempat.

Survei harian Asahi pada Januari 2025 mencatat 68 persen warga menilai positif kedatangan wisatawan asing. Tetapi 21 persen lainnya menyuarakan keluhan: pengelolaan buruk, kepadatan yang tak terkendali, dan budaya yang perlahan tergerus. Ini suara minoritas yang terus membesar di lorong-lorong tenang yang dulu hanya dilalui peziarah dan penduduk setempat.

Pariwisata memang penting. Mastercards Economics Institute menyebut sektor ini menyumbang 1,5 persen dari PDB tahunan Jepang. Namun angka itu tidak bisa dijadikan alasan untuk membiarkan ruang hidup dan nilai budaya terancam. Jepang, seperti halnya kota-kota tuanya yang penuh riwayat, kini sedang menulis babak baru dalam sejarah industrinya: tentang pembatasan yang bijak, pembebanan yang adil, dan kerinduan untuk menjaga esensi tempat.

Pajak bukanlah semata soal nominal. Ia adalah pesan bahwa setiap langkah wisata harus meninggalkan jejak yang ringan, bukan luka yang dalam. Dan mungkin, dalam senyap musim gugur nanti, Jepang akan mengajarkan dunia bahwa menjadi tuan rumah bukan berarti kehilangan rumahnya sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Advokat Bukan Warga Kelas Dua: KUHAP Baru Wajib Akui ‘Officium Nobile’

Next Post

REFLEKSI ATAS SEPAKBOLA, NASIONALISME DAN LUKA KITA

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
REFLEKSI ATAS SEPAKBOLA, NASIONALISME DAN LUKA KITA

REFLEKSI ATAS SEPAKBOLA, NASIONALISME DAN LUKA KITA

Lelucon Menag RI: Doa Timnas, Lupa Bangsa

Lelucon Menag RI: Doa Timnas, Lupa Bangsa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist