• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kebijakan Jam Malam di Jawa Barat: Potret Persoalan Pelajar yang Tak Selesai di Sekolah

Ali Syarief by Ali Syarief
May 29, 2025
in Feature, Pendidikan
0
Mulai Tahun Ajaran 2024/2025. Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA Dihapus
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Mulai 1 Juni 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memberlakukan kebijakan jam malam bagi pelajar. Pelajar di wilayah ini dilarang berada di luar rumah antara pukul 21.00 hingga 04.00 WIB. Kebijakan ini, menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dimaksudkan untuk meningkatkan kedisiplinan, memperkecil risiko penyalahgunaan narkoba, menekan angka tawuran, serta menciptakan suasana aman dan kondusif di masyarakat.

Namun, alih-alih menjadi solusi jitu atas permasalahan remaja, kebijakan ini justru menyingkap lapisan permasalahan yang jauh lebih kompleks: kegagalan institusi pendidikan dan keluarga dalam mendidik, membina, serta membentuk karakter pelajar.

Simptom yang Ditambal, Bukan Akar yang Diurai

Peraturan jam malam sesungguhnya merupakan respons terhadap gejala, bukan akar persoalan. Tawuran, konsumsi minuman keras, dan pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar memang mencemaskan. Namun, menahan mereka di rumah bukanlah jaminan terbentuknya pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, atau memiliki orientasi moral yang kuat.

Sebab, jika akar persoalannya adalah lemahnya pendidikan karakter di sekolah, minimnya dialog sehat antara orang tua dan anak, serta ketiadaan ruang ekspresi dan aktualisasi diri bagi remaja, maka kebijakan jam malam hanya akan menjadi tambalan semu. Pelajar bisa saja patuh pada jam malam karena diawasi, tapi bukan karena mereka memahami dan meyakini nilai-nilai yang diharapkan.

Jam Malam: Instrumen Disiplin atau Kontrol Sosial?

Kebijakan ini diimplementasikan dengan menggandeng aparat negara seperti TNI, Polri, Satpol PP, serta perangkat RT/RW. Model pendekatan ini menunjukkan kecenderungan negara untuk lebih mengandalkan mekanisme pengawasan ketat ketimbang membangun kesadaran melalui pendidikan dan partisipasi. Di sinilah kita perlu bertanya ulang: apakah negara sedang mendidik, atau sekadar mengendalikan?

Anak-anak yang hidup dalam atmosfer ketakutan tidak akan tumbuh menjadi warga yang bebas dan bertanggung jawab, melainkan cenderung menjadi pribadi yang hanya patuh di bawah pengawasan, dan bebas liar saat tak ada pengawasan.

Pendidikan Formal yang Semakin Tergelincir

Jam malam bagi pelajar secara tak langsung mengindikasikan krisis dalam sistem pendidikan formal. Sekolah yang semestinya menjadi tempat pembentukan karakter justru kehilangan peran sentralnya. Pendidikan kita hari ini lebih fokus pada capaian akademik, nilai ujian, dan kurikulum yang padat, namun minim dalam penanaman nilai, etika, dan kesadaran sosial.

Jika pelajar kerap berada di luar rumah pada malam hari dan melakukan hal-hal yang menyimpang, maka hal ini juga merupakan kegagalan sekolah dalam menyentuh sisi kemanusiaan mereka. Sekolah tidak lagi menjadi rumah kedua yang nyaman, melainkan institusi yang melelahkan dan tidak memberi makna.

Peran Keluarga yang Kian Terpinggirkan

Tak dapat dimungkiri bahwa banyak keluarga saat ini mengalami disorientasi dalam mendidik anak. Orang tua sibuk bekerja, komunikasi dalam keluarga menurun, dan anak tumbuh dalam kesendirian digital. Dalam situasi ini, negara masuk mengambil alih peran kontrol yang seharusnya dilakukan oleh keluarga.

Namun, alih-alih menguatkan peran keluarga, kebijakan jam malam justru mendelegitimasi fungsi keluarga, seolah negara lebih tahu kapan anak-anak harus pulang, istirahat, dan belajar.

Perlu Solusi yang Lebih Substantif

Dibandingkan memperketat pengawasan lewat jam malam, pendekatan yang lebih konstruktif adalah menyediakan ruang aman dan positif bagi pelajar. Misalnya, dengan memperbanyak fasilitas publik seperti perpustakaan malam, ruang kreatif, pusat olahraga, dan komunitas seni yang dikelola secara partisipatif oleh anak-anak muda itu sendiri.

Selain itu, pendidikan karakter di sekolah harus dihidupkan kembali bukan sekadar lewat pelajaran formal, tapi melalui interaksi yang bermakna antara guru dan murid, proyek kolaboratif, dan penguatan peran guru sebagai pendidik, bukan sekadar pengajar.

Penutup: Generasi Pancasila Tak Lahir dari Larangan

Pemerintah Jawa Barat menamai inisiatif ini sebagai bagian dari pembentukan Generasi Pancasila Waluya Jawa Barat Istimewa. Namun, generasi Pancasila tidak dibentuk lewat pembatasan gerak semata, tetapi melalui teladan, pendidikan yang bermakna, dan lingkungan yang mendorong pertumbuhan moral dan intelektual.

Jam malam boleh jadi efektif dalam jangka pendek, tapi tak akan menyentuh akar masalah jika tidak disertai transformasi pendidikan dan revitalisasi peran keluarga. Tanpa itu semua, kebijakan ini hanyalah cara lain untuk menenangkan gejolak malam, namun membiarkan kegelisahan anak-anak muda tetap hidup di siang hari.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pakar Peringatkan Jepang Bisa “Punah” Akibat Krisis Populasi Parah

Next Post

Tabrak Agro, Terancam 6 Tahun Penjar, Pengemudi BMW Ditahan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Next Post
Tabrak Agro, Terancam 6 Tahun Penjar, Pengemudi BMW Ditahan

Tabrak Agro, Terancam 6 Tahun Penjar, Pengemudi BMW Ditahan

Saat Ini Sedang Pelaksanaan Ibadah Haji, PPIH Imbau Jemaah Jaga Keamanan dan Kenyamanan

10 Orang Meninggal di Tanah Suci 54 orang dari Embarkasi Solo Tertunda Keberangkatan Mereka

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist