• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kebijakan Manipulatif Jokowi Harus Dipertanggungjawabkan – “Tidak Diselesaikan Dengan Permohonan Ma’af”

Ali Syarief by Ali Syarief
August 4, 2024
in Feature, Politik
0
Presiden Jokowi: Urusan Pangan dan Energi Menjadi Konsentrasi Pemerintahan Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Kebijakan seorang presiden seharusnya mencerminkan komitmen kepada rakyat dan transparansi dalam pengelolaan negara. Namun, sejumlah kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama masa jabatannya menimbulkan kontroversi dan kritik tajam. Banyak pihak menilai bahwa beberapa kebijakan Jokowi manipulative.  Lebih menguntungkan segelintir pihak, termasuk keluarganya sendiri, daripada rakyat Indonesia secara keseluruhan. Beberapa contoh nyata dari kebijakan manipulatif ini mencakup isu impor beras, pembagian bantuan sosial (bansos), pengelolaan tambang nikel, investasi asing di Ibu Kota Negara (IKN) baru, nilai tukar rupiah, pertumbuhan ekonomi, dan komitmen anti korupsi serta utang.

Impor Beras yang Kontroversial

Salah satu kebijakan yang mendapat sorotan tajam adalah kebijakan impor beras. Pada awal masa jabatannya, Jokowi sering menekankan pentingnya swasembada pangan dan menolak impor beras. Namun, kenyataannya, Indonesia tetap mengimpor beras dalam jumlah besar. Data-data yang disampaikan oleh pemerintah terkait kebutuhan impor sering kali dianggap manipulatif dan tidak sesuai dengan realitas di lapangan. Impor beras ini tidak hanya merugikan petani lokal yang berjuang untuk bersaing dengan harga beras impor yang lebih murah, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan integritas kebijakan pangan nasional.

Pembagian Bantuan Sosial yang Dipolitisasi

Pembagian bansos seharusnya menjadi program yang murni untuk membantu masyarakat miskin dan terdampak pandemi. Namun, dalam praktiknya, program ini sering kali dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Salah satu contohnya adalah dugaan bahwa program bansos digunakan untuk mendongkrak popularitas putra Presiden, Gibran Rakabuming Raka. Penyaluran bansos yang tidak merata dan adanya indikasi penyalahgunaan wewenang demi kepentingan politik pribadi sangat mencederai semangat keadilan sosial yang seharusnya menjadi landasan utama program ini.

Pengelolaan Tambang Nikel yang Menguntungkan Asing

Pengelolaan tambang nikel di Indonesia juga menjadi sorotan. Kebijakan Jokowi yang membuka peluang besar bagi investor asing, khususnya dari China, dalam mengelola tambang nikel di Indonesia sering kali dianggap lebih menguntungkan pihak asing daripada negara sendiri. Alih-alih meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan meningkatkan pendapatan negara, kebijakan ini justru dianggap lebih banyak memberikan keuntungan kepada investor asing. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menimbulkan ketergantungan ekonomi yang tidak sehat dan mengurangi kedaulatan negara atas sumber daya alamnya.

Investasi Asing di IKN yang Tidak Terwujud

Salah satu klaim besar Jokowi adalah bahwa banyak investor asing yang antre untuk berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN) baru. Namun, kenyataannya hingga saat ini, belum ada investor asing yang benar-benar berkomitmen untuk berinvestasi di IKN. Klaim ini ternyata tidak sesuai dengan realitas dan menimbulkan kekecewaan serta pertanyaan tentang validitas informasi yang disampaikan kepada publik. Kegagalan untuk menarik investasi asing ini menyoroti masalah mendasar dalam perencanaan dan komunikasi kebijakan yang tidak transparan.

Nilai Tukar Rupiah yang Tak Tercapai

Jokowi pernah berjanji untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada kisaran 10.000 per 1 USD. Namun, pada kenyataannya, nilai tukar rupiah terus mengalami fluktuasi yang signifikan dan tidak stabil. Hingga akhir masa jabatannya, target tersebut tidak tercapai, yang mengakibatkan ketidakpercayaan di kalangan pelaku ekonomi dan masyarakat. Ketidakmampuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas kebijakan ekonomi yang diterapkan.

Pertumbuhan Ekonomi yang Gagal Terwujud

Jokowi juga menjanjikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 6% selama masa jabatannya. Sayangnya, target ini tidak pernah tercapai. Pertumbuhan ekonomi yang stagnan dan tidak merata menunjukkan adanya ketidakmampuan dalam mengelola kebijakan ekonomi yang efektif. Hal ini semakin diperparah dengan dampak pandemi COVID-19 yang memperlihatkan kerentanan ekonomi Indonesia. Kegagalan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat yang berharap akan adanya perbaikan kesejahteraan.

Komitmen Anti Korupsi dan Anti Utang yang Dipertanyakan

Di awal masa jabatannya, Jokowi berjanji untuk memerangi korupsi dan mengurangi utang negara. Namun, dalam praktiknya, korupsi masih merajalela di berbagai sektor pemerintahan. Selain itu, utang negara justru meningkat secara signifikan selama masa jabatannya. Kebijakan pinjaman luar negeri yang tidak terkendali menambah beban finansial bagi negara dan generasi mendatang. Ketidaksesuaian antara janji dan realisasi ini menimbulkan pertanyaan tentang keseriusan dan integritas dalam mengelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.

Kesimpulan

Kebijakan manipulatif Jokowi harus dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat. Transparansi, integritas, dan keadilan harus menjadi prinsip utama dalam setiap kebijakan pemerintah. Rakyat Indonesia berhak mendapatkan penjelasan yang jelas dan jujur tentang setiap kebijakan yang diambil, serta dampaknya terhadap kesejahteraan mereka. Sudah saatnya kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat, bukan kepada kepentingan politik dan ekonomi segelintir pihak, menjadi prioritas utama pemerintahan. Pertanggungjawaban atas kebijakan yang diambil bukan hanya bentuk tanggung jawab moral, tetapi juga kewajiban konstitusional yang harus ditegakkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hasto: Pertanggungjawaban Kebijakan Lebih Penting dari Permintaan Maaf Jokowi

Next Post

NUSANTARA BARU TANPA WAWASAN NUSANTARA MANA BISA INDONESIA MAJU.

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Dialog Imaginatif Gibran dan Purbaya: Belajar Dulu Sebelum Ngomong
Feature

Saatnya Memberhentikan – Wapres Gibran – Dosa Kolektif Bangsa

August 4, 2026
7 Makanan Orang Jepang yang Harus Anda Coba Sekali Seumur Hidup
Cross Cultural

Nagomi: Seni Menemukan Harmoni dalam Hidup

August 4, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

PDIP Harus Berbuat Sesuatu untuk Bangsa Ini

August 4, 2026
Next Post
NUSANTARA BARU TANPA WAWASAN NUSANTARA MANA BISA INDONESIA MAJU.

NUSANTARA BARU TANPA WAWASAN NUSANTARA MANA BISA INDONESIA MAJU.

Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Habib Rizieq Shihab (HRS) akan diundang ke Istana: Nasib Jokowi di Ujung Tanduk?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dialog Imaginatif Gibran dan Purbaya: Belajar Dulu Sebelum Ngomong

Saatnya Memberhentikan – Wapres Gibran – Dosa Kolektif Bangsa

August 4, 2026
Fuad Bawazier: Prabowo Intensifkan Pasal 33 UUD 1945, Jangan Biarkan Ekonomi Dikuasai Asing

Fuad Bawazier: Prabowo Intensifkan Pasal 33 UUD 1945, Jangan Biarkan Ekonomi Dikuasai Asing

August 4, 2026
Jangan Main Api! Kapolres Kudus Tegaskan Larangan Bakar Lahan, APAR hingga Water Cannon Disiagakan Hadapi Ancaman Karhutla

Jangan Main Api! Kapolres Kudus Tegaskan Larangan Bakar Lahan, APAR hingga Water Cannon Disiagakan Hadapi Ancaman Karhutla

August 4, 2026
TBH IPW Kembali Adukan Kombes IAH: Mengapa Kasus Ini Belum Juga Menemukan Kejelasan?

TBH IPW Kembali Adukan Kombes IAH: Mengapa Kasus Ini Belum Juga Menemukan Kejelasan?

August 4, 2026
7 Makanan Orang Jepang yang Harus Anda Coba Sekali Seumur Hidup

Nagomi: Seni Menemukan Harmoni dalam Hidup

August 4, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

PDIP Harus Berbuat Sesuatu untuk Bangsa Ini

August 4, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dialog Imaginatif Gibran dan Purbaya: Belajar Dulu Sebelum Ngomong

Saatnya Memberhentikan – Wapres Gibran – Dosa Kolektif Bangsa

August 4, 2026
Fuad Bawazier: Prabowo Intensifkan Pasal 33 UUD 1945, Jangan Biarkan Ekonomi Dikuasai Asing

Fuad Bawazier: Prabowo Intensifkan Pasal 33 UUD 1945, Jangan Biarkan Ekonomi Dikuasai Asing

August 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist