• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Kebodohan Amerika Itu Menghancurkan Irak – Terulanng Kepada Iran

Ali Syarief by Ali Syarief
June 22, 2025
in Crime, Feature
0
Kebodohan Amerika Itu Menghancurkan Irak – Terulanng Kepada Iran
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pada suatu siang yang hangat di Sydney awal tahun 2003, saya duduk bersama Tom Hogan, sahabat saya yang juga ahli komunikasi dari Australia. Dari balik kepulan kopi hitam dan berita-berita yang berseliweran di televisi, saya bertanya padanya, setengah berharap mendapat analisis cerdas dari seorang pengamat media, “Tom, kira-kira Amerika akan menyerang Irak, kah?”

Tom tersenyum kecut, menghisap napas pelan. “Ali,” katanya, “pemimpin idiot itu—sulit diduga keputusannya.” Yang dimaksud Tom adalah George W. Bush, Presiden Amerika Serikat kala itu.

Dan benar saja. Tak lama berselang, Amerika memutuskan untuk menggempur Irak dengan dalih bahwa negara itu menyimpan senjata pemusnah massal. Dalih yang kemudian terbukti keliru, bahkan palsu. Dunia bersuara bulat menolak, tetapi Washington tetap nekat. Di belakang layar, ambisi pribadi dan kepentingan korporat minyak lebih mengendalikan ketimbang akal sehat dan etika global.

Keangkuhan dan Kepandiran

Apa yang disebut kebodohan Amerika bukan karena rakyatnya bodoh, bukan pula karena kekurangan institusi pendidikan, riset, atau teknologi. Tetapi karena elite politiknya kerap terseret oleh keangkuhan, bersekutu dengan kepandiran, dan percaya bahwa kekuatan militer adalah jawaban atas segala persoalan geopolitik.

Kebodohan itu, dalam kasus Irak, membunuh ratusan ribu rakyat sipil tak berdosa, menghancurkan peradaban, dan meninggalkan negara itu dalam kekacauan yang masih bergema hingga kini. Dari reruntuhan Baghdad, lahirlah ketidakstabilan baru, milisi-milisi fanatik, dan porak-poranda regional yang masih menjadi bara dalam sekam hingga hari ini.

Bush Jr. menjadi simbol dari generasi pemimpin Barat yang gagal memahami konteks dunia Muslim, terjebak dalam dikotomi “kami vs mereka”, dan percaya bahwa demokrasi bisa dijatuhkan dari langit bersama rudal Tomahawk. Padahal demokrasi tumbuh, bukan dijatuhkan. Ia butuh tanah, bukan ranjau. Ia butuh dialog, bukan senapan.

Trump: Mengulang Babak Konyol

Belum cukup belajar dari Irak, kini sejarah tampaknya ingin diulang. Donald Trump, dengan retorika murahan dan gaya kepemimpinan koboi, menegangkan urat leher dunia dengan Iran. Ancaman sanksi, pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani, hingga potensi serangan terbuka ke negeri para Mullah memperlihatkan bahwa idiokrasi belum berakhir di Gedung Putih.

Trump, sebagaimana Bush, bertindak impulsif. Ia tidak membangun diplomasi, tetapi mengobral ancaman. Ia tak ingin berdialog, melainkan memaksa. Perang, bagi Trump, adalah panggung citra, bukan instrumen terakhir setelah seluruh ikhtiar diplomasi kandas.

Ironis, karena kebodohan macam inilah yang seharusnya menjadi pelajaran paling berharga dari perang Irak. Tapi seperti kata filsuf Hegel: satu-satunya pelajaran dari sejarah adalah bahwa manusia tidak pernah belajar dari sejarah.

Dunia yang Terancam karena Ego

Amerika, dengan segala pengaruh dan kekuatannya, seharusnya menjadi pengemban tanggung jawab global. Tetapi terlalu sering, ia memilih menjadi perundung dunia, bukan pemimpin dunia. Dan dalam konteks itu, kebodohan bukan lagi kesalahan pribadi, melainkan bencana kolektif.

Ketika kebodohan menjadi kebijakan, dan pemimpin tak lagi mendengarkan suara dunia, yang jadi korban adalah mereka yang tak pernah memilih perang: ibu-ibu, anak-anak, dan generasi yang belum lahir.

Saya teringat kembali wajah Tom Hogan sore itu, menatap ke layar televisi dengan sorot mata getir. “Pemimpin idiot itu—sulit diduga.” Sekarang saya tahu, kalimat itu bukan sekadar prediksi. Itu peringatan.

Dan dunia, tampaknya, belum siap mendengarnya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Siapa Dader Yang Memenjarakan Bambang Tri, Gus Nur dan HRS?

Next Post

America’s Foolishness Destroyed Iraq – And It’s Repeating with Iran

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Kebodohan Amerika Itu Menghancurkan Irak – Terulanng Kepada Iran

America’s Foolishness Destroyed Iraq – And It’s Repeating with Iran

Breaking: AOC Desak Pemakzulan Trump atas Serangan ke Iran: “Pelanggaran Serius terhadap Konstitusi”

Breaking: AOC Desak Pemakzulan Trump atas Serangan ke Iran: “Pelanggaran Serius terhadap Konstitusi”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist