Nurdin menjelaskan keputusan itu telah diambil Ketua Umum Airlangga Hartarto dalam rapat informal partainya yang digelar Jumat pekan lalu di kantor pusat Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat.
Jakarta – Fusilatnews – Kemana arah dukungan dan koalisi Partai Golkar? Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurdin Halid, menegaskab keputusan partainya soal capres-cawapres dan koalisi di Pilpres 2024 akan ditentukan setelah 17 Agustus.
Nurdin menjelaskan keputusan itu telah diambil Ketua Umum Airlangga Hartarto dalam rapat informal partainya yang digelar Jumat pekan lalu di kantor pusat Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat.
Rapat dihadiri para wakil ketua umum dan para ketua DPD tingkat provinsi.
“Saya tanya Pak Airlangga. Bagaimana soal capres. Beliau menyatakan tegas setelah 17 Agustus kita ada sikap,” kata Nurdin
Menurut Nurdin, keputusan telah sesuai dengan rekomendasi Dewan Pakar Golkar yang mendesak Airlangga untuk segera menentukan sikap soal capres maupun koalisi.
Hasil rapat Dewan Pakar partai itu sebelumnya merekomendasikan Airlangga segera menentukan sikap paling lambat pada Agustus.
Namun, rekomendasi Dewan Pakar belakangan menjadi isu liar. Sejumlah anggota mereka mendorong Airlangga dicopot lewat Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
“Berarti sudah senada dengan Dewan Pakar. Mengenai capres maupun cawapres maupun koalisi,” kata Nurdin.
Sebelumnya Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Ridwan Hisjam dalam kesempatan sebelumnya mengatakan bahwa Dewan Pakar Partai Golkar telah mengeluarkan tiga rekomendasi untuk Airlangga. Dua poin utamanya, pertama adalah meminta Menteri Koordinator Perekonomian itu segera mendeklarasikan diri sebagai bakal capres.
Kedua, Partai Golkar harus membentuk poros baru untuk kendaraan politik Airlangga sebagai bakal capres. Jika dua poin tersebut tak terlaksana, munaslub untuk melengserkan Airlangga dari kursi ketua umum Partai Golkar sangat mungkin terjadi.
“Kalau (poin satu dan dua) tidak dilaksanakan maka otomatis, bukan tidak dilaksanakan, kalau Airlangga tidak bisa membentuk poros baru dan dia (tidak) menjadi calon presiden, maka harus dilaksanakan Munaslub,” ujar Ridwan dalam konferensi persnya di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (12/7).
























