• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Kenapa Arief Nugroho Diperiksa di Polda DIY? Publik Butuh Transparansi, Bukan Alibi

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
August 15, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Law
0
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Salah seorang YouTuber, Arief Nugroho (AN), yang menjadi saksi terkait 12 orang terlapor di Polda Metro Jaya atas laporan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kasus dugaan ijazah palsu, dikabarkan telah menjalani pemeriksaan atau klarifikasi di Polda DIY. Fakta ini memicu kebingungan publik, terutama para pemerhati penegakan hukum di tanah air.

Pertanyaan pun muncul: Mengapa pemeriksaan AN dilakukan di Polda DIY, bukan di Reskrimum Polda Metro Jaya sebagaimana proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap 12 terlapor lainnya?

Secara informasi publik, AN yang berprofesi sebagai YouTuber—hanya meliput sebuah acara—disejajarkan dengan YouTuber lain yang justru menjadi terlapor. Dalam konteks profesi, sepanjang tidak ditemukan unsur mens rea seperti provokasi, hasutan, atau fitnah, maka YouTuber tidak dapat diseret bertanggung jawab atas materi yang muncul dalam diskusi publik atau seminar yang mereka liput.

Perbandingan dengan kasus serupa justru menambah tanda tanya. Ada YouTuber yang menjadi penggagas dan penyelenggara acara, bahkan turut menjadi narasumber, namun tidak ditetapkan sebagai terlapor, bahkan tidak dijadikan saksi.

Sehingga dari sisi kompetensi hukum, terkait perbedaan lokasi pembuatan BAP terhadap AN yang agak janggal, ideal jika benar AN diperiksa di Polda DI Yogyakarta, membutuhkan klarifikasi dari pihak yang berwenang, agar publik tidak menilai dengan keyakinan yang subjektif lalu melahirkan fitnah. Namun, andai ternyata diperiksa dan BAP-nya dibuat di Polda Metro Jaya, maka hal ini sudah tepat dan tidak patut dipermasalahkan oleh publik.

Dari sisi politik kekuasaan, AN berpotensi menjadi “saksi umpan” oleh pihak tak bertanggung jawab. Kesaksiannya bisa saja dimanfaatkan sebagai bukti untuk menuding pihak tertentu sebagai sumber kegaduhan pada aksi mini massa di kompleks UGM, 15 April 2025.

Konsep “cepu” dalam penegakan hukum sebenarnya dapat dibenarkan jika dipakai secara proporsional untuk mengungkap kejahatan sulit pembuktiannya atau menemukan pelaku kriminal demi kebenaran materiil. Namun, ketika “cepu” digunakan sebagai alat rekayasa untuk menjerat pihak yang sebenarnya korban kriminalisasi, hal itu justru menjadi penyimpangan hukum.

Substansi perkara yang kini bergulir di Reskrimum Polda Metro Jaya tidak lepas dari sosok Jokowi. Secara historis dan empiris, sumber kegaduhan banyak muncul karena sikap Jokowi yang dinilai tidak transparan dan cenderung mengabaikan akar masalah. Hal ini melanggar asas good governance, baik saat ia menjabat presiden maupun kini sebagai pejabat publik di PT Danantara.

Tuduhan publik bahwa ijazah S-1 Jokowi palsu sudah menelan dua korban yang kini mendekam di penjara: BTM dan Gus Nur. Situasi ini menjadi berbahaya jika dijadikan tunggangan politik-ekonomi oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan materi atau jabatan, tanpa peduli pada nasib aktivis yang dikorbankan. Karena itu, para aktivis harus waspada dan mampu mengenali pola perilaku model “cepu” seperti ini.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

ANALISIS PENYEBAB TIDAK DIEKSEKUSINYA TERPIDANA OLEH JAKSA MESKIPUN PUTUSAN SUDAH INKRACHT

Next Post

Masjid Nurul Baqa Luncurkan ATM Beras Duafa

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Ekonomi Lesu: Ketika Mahasiswa Menjadi Indikator Krisis yang Diabaikan
Economy

Ekonomi Lesu: Ketika Mahasiswa Menjadi Indikator Krisis yang Diabaikan

April 19, 2026
Feature

Manajemen Waktu: Ketika Hidup Tidak Lagi Sekadar Pembagian Waktu, Tapi Dimaknai Arah Hidup

April 19, 2026
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Next Post
Masjid Nurul Baqa Luncurkan ATM Beras Duafa

Masjid Nurul Baqa Luncurkan ATM Beras Duafa

80 Tahun Kebangkitan Jepang: Inspirasi untuk Indonesia

80 Tahun Kebangkitan Jepang: Inspirasi untuk Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ekonomi Lesu: Ketika Mahasiswa Menjadi Indikator Krisis yang Diabaikan

Ekonomi Lesu: Ketika Mahasiswa Menjadi Indikator Krisis yang Diabaikan

April 19, 2026
Pertamax Bakal Naik Jadi Rp16.000 per Liter? Ini Penjelasan Pertamina

Daftar Lengkap Harga BBM se-Indonesia per 18 April 2026!

April 19, 2026

Manajemen Waktu: Ketika Hidup Tidak Lagi Sekadar Pembagian Waktu, Tapi Dimaknai Arah Hidup

April 19, 2026
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ekonomi Lesu: Ketika Mahasiswa Menjadi Indikator Krisis yang Diabaikan

Ekonomi Lesu: Ketika Mahasiswa Menjadi Indikator Krisis yang Diabaikan

April 19, 2026
Pertamax Bakal Naik Jadi Rp16.000 per Liter? Ini Penjelasan Pertamina

Daftar Lengkap Harga BBM se-Indonesia per 18 April 2026!

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...