• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kepribadian dan Genetika Gibran Bahayakan Demokrasi dan Pembangunan Hukum

fusilat by fusilat
November 8, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi, Gibran, Anwar Usman: Nepotisme, Omon-Omon, dan Ancaman Estafet Kekuasaan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh, Optic Macca

Fenomena politik Indonesia satu dekade terakhir memperlihatkan sebuah pola yang kian mengkhawatirkan: politik kekerabatan telah menjelma menjadi genetika baru kekuasaan. Dalam konteks ini, kehadiran Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden termuda dalam sejarah republik bukan sekadar peristiwa politik, melainkan cerminan dari pergeseran nilai demokrasi menuju oligarki berbasis darah.

Berdasarkan data empirik yang mengiringi proses “penyiapan” Gibran menuju kursi RI-2, publik sesungguhnya tengah menyaksikan reproduksi kekuasaan yang berjalan sistematis. Tidak berlebihan jika sejak kini rakyat mesti menyiapkan alternatif calon pemimpin yang benar-benar lahir dari rahim meritokrasi, bukan hasil pabrikasi politik dinasti. Sebab, konsekuensi logis dari pola ini sudah tampak di depan mata: ketika genetika kekuasaan diwariskan, demokrasi kehilangan makna sejatinya.

Jejak empiris Gibran selama ini memperlihatkan bahwa kekuasaan lebih banyak diperlakukan sebagai hak istimewa keluarga, bukan amanah publik. Ketika seseorang melesat begitu cepat dari pengusaha katering menjadi Wali Kota, lalu melompat menjadi Wakil Presiden dalam tempo sesingkat-singkatnya, publik patut bertanya: di mana proses pembelajaran kepemimpinan yang sejati? Di mana ujian moral dan kebijakan publik yang membentuk kualitas seorang negarawan?

Jika pola ini terus berlanjut dan Gibran kelak menapaki kursi RI-1, maka sulit berharap demokrasi berjalan sesuai rule of law. Dalam konteks pembangunan hukum, kondisi itu bahkan bisa berujung pada stagnasi atau kemunduran. Sebab, ketika kekuasaan berakar pada loyalitas personal dan hubungan darah, supremasi hukum terancam tunduk pada kepentingan kekuasaan. Negara hukum pun kehilangan wibawanya, berganti menjadi negara relasi.

Padahal, bangsa ini memiliki potensi besar untuk menjadi negeri yang Gemah Ripah Loh Jinawi—subur dan makmur. Pepatah Jawa itu sejalan dengan cita-cita spiritual masyarakat beriman yang mendambakan Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang baik dan diberkahi. Namun, cita-cita luhur itu hanya mungkin terwujud jika kepemimpinan tumbuh dari integritas, bukan dari privilese.

Kecemasan publik terhadap figur seperti Gibran bukanlah prasangka personal, melainkan kesadaran politik yang lahir dari pengalaman empirik. Rakyat telah belajar bagaimana kekuasaan yang terpusat pada satu trah bisa melahirkan praktik penyimpangan hukum, lemahnya institusi, dan apatisme politik. Dalam situasi semacam itu, demokrasi menjadi formalitas, sementara substansinya kian menipis.

Maka, ketika sebagian rakyat memilih bersikap skeptis terhadap model kepemimpinan seperti Gibran, itu bukan sikap sinis—melainkan upaya rasional menjaga agar arah republik tidak tergelincir lebih jauh. Bangsa ini tidak boleh menyerahkan masa depannya kepada sosok yang lahir bukan karena kapasitas, melainkan karena koneksi genetik.

Karena itu, sejak kini, publik perlu menyiapkan calon-calon alternatif yang mampu menandingi Gibran pada Pilpres 2029—figur-figur yang berakar pada nilai-nilai keadilan sosial, kemandirian moral, dan kecakapan intelektual. Hanya dengan begitu, Indonesia bisa kembali meniti jalan menuju negara adil dan sejahtera seperti yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Sebab pada akhirnya, demokrasi tidak boleh diwariskan seperti harta keluarga. Demokrasi harus diperjuangkan, dijaga, dan disuburkan—agar bangsa ini benar-benar menjadi negeri yang makmur dan subur, serta penduduknya berperilaku baik, taat, dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengampun.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tiga Seragam, Tiga Dunia: Polisi di AS, Jepang, dan Indonesia

Next Post

MIKUL DUWUR MENDEM JERO

fusilat

fusilat

Related Posts

DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Feature

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Feature

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026
Next Post

MIKUL DUWUR MENDEM JERO

Jokowi Cawe-cawe, Prabowo Terima Kasih

Peluk Mesra Prabowo~Jokowi - Melukai Hati Publik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026
Tangkap Tiyo Ardianto!

Tangkap Tiyo Ardianto!

June 16, 2026
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist