• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Menyerah

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
January 18, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Realistis! Itulah langkah yang ditempuh Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis, dua tersangka kasus tuduhan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo. Demi realitas, idealisme pun mereka singkirkan. Tak peduli nama besar mereka sebagai aktivis jatuh terjerembab. Mereka menyerah melawan Jokowi.

Kita pun jadi teringat dengan ungkapan Basuki Tjahaja Purnama. Bekas Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Ahok itu pernah menyatakan, Jokowi kalau mau membunuh katak akan dilakukan dengan pelan. Katak itu ditaruh di kuali berisi air di atas kompor, lalu kompor itu dinyalakan pelan, mulai dari api kecil hingga besar, sehingga katak akan mati pelan-pelan dan puncaknya adalah ketika air mencapai titik didih. Saat itulah katak mati.

Begitulah Jokowi. Sebenarnya dengan mudah ia bisa menunjukkan kepada publik apakah ijazah S1 Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang ia miliki itu palsu atau tidak. Tapi Jokowi tidak melakukannya. Ia hanya mau menunjukkan ijazahnya di pengadilan. Tapi itu pun tidak ia lakukan. Ia sekadar main tarik-ulur supaya lawan-lawannya mati kelelahan dengan sendirinya.

Akhirnya terbukti. Sebelum “mati kelelahan”, Eggy Sudjana dan Hari Lubis pun menyerah. Keduanya “sowan” ke kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah. Beberapa hari setelah itu, Polda Metro Jaya mencabut status tersangka keduanya melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Bau pengap jeruji penjara pun langsung menguap dari hidung Eggy dan Damai. Eggy sudah tidak “sujana” (berprasangka buruk) lagi kepada Jokowi. Damai pun berubah menjadi suka damai.

Sebaliknya, Polda Metro Jaya tidak menerbitkan SP3 untuk lima tersangka lainnya, termasuk Roy Suryo, Rismon Sianipar dan dokter Tifa.

Realistis

Eggy Sudjana saat ini dalam kondisi sakit-sakitan. Sebab itu, langkah polisi mencegah dia bepergian keluar negeri sangat merugikannya. Nah, begitu status cegah dicabut seiring terbitnya SP3, dia langsung pergi ke Penang, Malaysia, untuk mengobati penyakit kankernya.

Begitu pun Damai Hari Lubis. Eksponen gerakan 212, seperti juga Eggy, ini juga realistis. Secara ekonomi ia terlihat memiliki keterbatasan. Akhirnya ia pun menyerah.

Eggy dan Damai berlatar belakang pengacara. Mungkin keduanya paham secara hukum tak akan menang melawan Jokowi, sehingga akhirnya menyerah.
Apalagi Jokowi terkesan dilindungi Presiden Prabowo Subianto dan juga Kapolri Jenderal Lustyo Sigit Prabowo.

Sayangnya, aksi lempar handuk atau pengibaran bendera putih itu Eggy lakukan dengan kesan menjilat Jokowi. Ia memuji-muji Jokowi, setelah sebelumnya banyak mencaci-maki.

Pujian itu ia tulis dalam sebuah buku, pun ia lontarkan dalam bentuk ucapan. Bahkan ia memuji akhlak Jokowi lebih baik daripada akhlaknya.

Mengapa semua itu Eggy lakukan? Karena ia realistis. Pertama, karena dirinya sakit-sakitan. Kedua, karena is sadar tak akan menang melawan Jokowi.

Idealisme pun ia korbankan. Maka citra Eggy sebagai aktivis kawakan yang memang sejak dulu menentang Jokowi luruh sudah. Ia dinilai sebagai seorang pecundang.

Lebih ironis lagi, semua itu ia lakukan dengan mengkhianati Roy Suryo dkk yang seakan ia pojokkan. Tanpa sepersetujuan teman-teman seperjuangannya. Eggy bahkan menyindir Roy Suryo dkk sebagai jagoan.

Akan tetapi, sekali lagi, Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis realistis. Konsekuensinya, citra mereka sebagai aktivis militan pun luruh sudah. Das sein pun jauh dari das sollen. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menelanjangi Akhlak Eggi Sudjana, Jokowi, Gibran, dan Cermin Kekuasaan

Next Post

Mengenal Sistem Politik dan Pemerintahan Wilāyat al-Faqīh di Iran: Antara Teokrasi, Demokrasi, dan Kekuasaan Ulama

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

7 Makanan Orang Jepang yang Harus Anda Coba Sekali Seumur Hidup
Cross Cultural

Nagomi: Seni Menemukan Harmoni dalam Hidup

August 4, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

PDIP Harus Berbuat Sesuatu untuk Bangsa Ini

August 4, 2026
Feature

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
Next Post
Mengenal Sistem Politik dan Pemerintahan Wilāyat al-Faqīh di Iran: Antara Teokrasi, Demokrasi, dan Kekuasaan Ulama

Mengenal Sistem Politik dan Pemerintahan Wilāyat al-Faqīh di Iran: Antara Teokrasi, Demokrasi, dan Kekuasaan Ulama

Seni Pleidoi Paulus: Bangkitnya Ruh Pidana Era Romawi dalam KUHP Baru - Bahasa Pembelaan Terdakwa dalam Tradisi Hukum Yunani–Romawi*

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
7 Makanan Orang Jepang yang Harus Anda Coba Sekali Seumur Hidup

Nagomi: Seni Menemukan Harmoni dalam Hidup

August 4, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

PDIP Harus Berbuat Sesuatu untuk Bangsa Ini

August 4, 2026

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026
Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

August 3, 2026
Disetujui Presiden, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA naik

Listrik Padam Massal di Jaksel dan Tangsel Sejak Subuh, PLN Selidiki Gangguan Suplai Gardu Induk Gandul

August 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

7 Makanan Orang Jepang yang Harus Anda Coba Sekali Seumur Hidup

Nagomi: Seni Menemukan Harmoni dalam Hidup

August 4, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

PDIP Harus Berbuat Sesuatu untuk Bangsa Ini

August 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...