• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Harimau Menjadi Kucing

Ali Syarief by Ali Syarief
January 14, 2025
in Feature, Politik
0
Ketika Harimau Menjadi Kucing
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah gegap gempita kampanye politik, sosok Prabowo Subianto muncul bak seekor harimau. Dengan lantang ia mengaum, menawarkan perubahan besar, memancarkan janji-janji yang menggetarkan hati rakyat. Narasi perjuangannya begitu menggugah, membangkitkan asa di tengah masyarakat yang lelah dengan kebijakan era sebelumnya. Dari mimpi besar tentang kedaulatan pangan hingga janji memperkuat pertahanan negara, Prabowo hadir sebagai simbol keberanian dan ketegasan.

Namun, seperti halnya janji-janji politik yang sering menjadi hiasan semata, masa bulan madu itu perlahan memudar. Harimau yang dulu mengaum dengan gagah tiba-tiba berubah menjadi kucing kurus kumal, berjalan terseok-seok di lorong istana kekuasaan. Satu demi satu janji yang pernah disuarakan menguap, meninggalkan pertanyaan besar di benak rakyat: di mana taring sang harimau yang dulu?

Asa yang Pudar

Pada masa kampanye, Prabowo berbicara tentang Indonesia yang mandiri, berdikari tanpa harus tunduk pada kepentingan asing. Ia menjanjikan revolusi dalam sektor pangan, menyebut bahwa Indonesia tidak boleh lagi menjadi pengimpor utama beras, jagung, atau garam. Ia menggaungkan retorika bahwa negeri ini harus kembali menjadi “lumbung dunia” seperti di masa kejayaan dahulu. Namun, kenyataan berbicara lain. Kebijakan yang diambil justru tidak jauh berbeda dari pendahulunya. Ketergantungan pada impor tetap tinggi, sementara program swasembada pangan hanya menjadi wacana di atas kertas.

Dalam bidang pertahanan, janji untuk memperkuat angkatan bersenjata dan mengurangi ketergantungan pada teknologi luar negeri tampak samar. Alih-alih menjadi lebih kuat dan mandiri, banyak pihak justru melihat bahwa kebijakan pertahanan di era Prabowo tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Kritik datang bertubi-tubi, menyebutnya lebih sibuk menjaga citra daripada benar-benar bekerja untuk memperkuat negara.

Dari Jokowi ke Prabowo: Asa yang Berubah Wujud

Peralihan dari era Jokowi ke era Prabowo diharapkan membawa perubahan besar. Banyak rakyat yang kecewa dengan pemerintahan Jokowi karena dianggap terlalu fokus pada pembangunan infrastruktur fisik sambil mengabaikan aspek kesejahteraan sosial. Harapan itu bertumpu pada Prabowo, yang dianggap sebagai “pembeda”. Namun, apakah benar ada perbedaan?

Faktanya, rakyat justru merasakan kekecewaan yang serupa. Jika di era Jokowi rakyat mengeluh tentang meningkatnya utang negara dan melemahnya daya beli, di era Prabowo masalah serupa masih berlanjut. Harimau yang diharapkan mampu memberikan gebrakan baru justru menunjukkan sifat jinak, bahkan pasif, dalam menghadapi tantangan besar bangsa ini.

Politik Retorika vs Realita

Perubahan Prabowo dari “harimau” menjadi “kucing” bukanlah sekadar narasi retorika. Ini adalah gambaran nyata dari seorang pemimpin yang gagal memenuhi ekspektasi besar yang telah ia bangun sendiri. Dalam pidato-pidato kampanyenya, ia menjanjikan keberanian untuk melawan ketidakadilan dan kebijakan yang merugikan rakyat. Tetapi setelah terpilih, Prabowo terlihat lebih memilih jalur aman, menghindari langkah-langkah berani yang bisa merusak citranya di mata elit politik.

Harapan yang Tertinggal

Rakyat Indonesia selalu menjadi bangsa yang optimis. Setiap pemilu, mereka menyimpan asa bahwa pemimpin baru akan membawa angin perubahan. Namun, kekecewaan demi kekecewaan telah membuat banyak orang merasa skeptis terhadap janji politik. Harimau yang berubah menjadi kucing adalah simbol dari siklus kekecewaan ini, di mana pemimpin yang diharapkan mampu “mengaum” untuk rakyat malah berakhir menjadi penonton dalam panggung kekuasaan.

Penutup

Prabowo mungkin masih punya waktu untuk membuktikan bahwa ia tidak akan selamanya menjadi “kucing”. Namun, waktu adalah barang mahal dalam politik, dan rakyat tidak akan selamanya menunggu. Jika ia tidak segera mengembalikan taringnya dan mengaum seperti yang dulu ia janjikan, maka bukan hanya nama baiknya yang akan tergerus, tetapi juga harapan bangsa ini akan perubahan sejati.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hermanto, Anggota DPR PKS, Dilantik sebagai Ketua KAHMI Rayon UNKRIS

Next Post

PERKABADAN NO. 2/2025 & ANJLOKNYA HARGA GABAH

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ridho Allah atas Ridho Kedua Orang Tua
Feature

Ridho Allah atas Ridho Kedua Orang Tua

December 9, 2025
Nyawa Rangkap 9 Bonjowi
Aya Aya Wae

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

December 9, 2025
Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama
Feature

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Next Post
Beras Premium Alami Kelangkaan Wapres Desak Bulog Salurkan Stok kepada Masyarakat

PERKABADAN NO. 2/2025 & ANJLOKNYA HARGA GABAH

Utang Menggunung, Gagal Bayar. Sritex Resmi Pailit

Dibebani Utang Sebesar Rp 32,6 Triliun, Kurator PT Sritex Berencana Ajukan PHK

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Hilangnya Asketisme Elite NU
Feature

Hilangnya Asketisme Elite NU

by fusilat
December 9, 2025
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Asketisme, gaya hidup yang pantang terhadap kenikmatan duniawi demi mencapai...

Read more
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Prabowo Hapus Utang KUR Petani Korban Banjir Sumatera, Ini Kata LBH Keadilan

December 8, 2025
KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

December 8, 2025
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

18
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ridho Allah atas Ridho Kedua Orang Tua

Ridho Allah atas Ridho Kedua Orang Tua

December 9, 2025
Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

December 9, 2025
Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Kalimantan: The Lost World

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

December 9, 2025
Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

December 9, 2025
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung

Prabowo Mulai Kehilangan Nalar Sehatnya

December 9, 2025

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ridho Allah atas Ridho Kedua Orang Tua

Ridho Allah atas Ridho Kedua Orang Tua

December 9, 2025
Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

December 9, 2025

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...