• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Ketika Pangan Goyah, Republik pun Berguncang

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
July 20, 2025
in Economy, Feature
0
Perekonomian Semakin Memburuk ,  Gula Mendekati Rp 20.000 Harga Sembako Lainnya Ikutan Melonjak
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja – Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Pangan bukan sekadar soal perut kenyang. Ia adalah fondasi berdirinya sebuah negara. Bila pangan bermasalah, maka bukan hanya dapur rakyat yang gaduh—seluruh Republik pun bisa terguncang.

Ada lima alasan utama mengapa pangan merupakan pilar utama pembangunan bangsa. Pertama, kemandirian bangsa. Ketersediaan pangan yang stabil menjadi simbol dan sekaligus jaminan kedaulatan negara. Bangsa yang bergantung pada impor pangan adalah bangsa yang rapuh, mudah ditekan dalam arena geopolitik.

Kedua, kesejahteraan rakyat. Pangan yang cukup dan bergizi akan menekan angka kemiskinan, memperbaiki kualitas hidup, serta menurunkan angka stunting dan gizi buruk.

Ketiga, pertumbuhan ekonomi. Sektor pangan merupakan motor penggerak ekonomi nasional. Ia menyerap tenaga kerja, menggerakkan usaha mikro dan menengah, serta menopang daya beli masyarakat.

Keempat, stabilitas politik. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa nasi sepiring bisa menentukan nasib pemerintahan. Krisis pangan kerap menjadi pemantik konflik sosial, protes massal, hingga jatuhnya rezim.

Kelima, kualitas sumber daya manusia. Pangan bergizi adalah prasyarat bagi terbentuknya generasi unggul yang produktif dan kompetitif.

Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis senior Rosiana Silalahi di Kompas TV, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan tegas menyatakan: “Kalau pangan bermasalah, maka Republik ini pun bermasalah.” Ungkapan ini bukan retorika kosong. Ia adalah peringatan keras bahwa krisis pangan bukan sekadar isu pertanian—melainkan soal eksistensi bangsa.

Dampak dari krisis pangan menjalar ke berbagai sektor. Ia bisa memicu ketidakstabilan politik, memperburuk kemiskinan, menekan pertumbuhan ekonomi, bahkan mengancam keamanan nasional. Ketergantungan pada impor pangan—seperti beras, garam, jagung—hanyalah bentuk lain dari ketidakberdayaan strategis sebuah negara.

Perencanaan Pangan: Jalan Menuju Kedaulatan

Solusinya bukan tambal sulam, melainkan langkah sistemik melalui perencanaan pangan. Ini adalah proses strategis dan terukur dalam memetakan, memproduksi, mendistribusikan, dan mengamankan pangan nasional.

Tujuan utamanya adalah:

  1. Menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat.
  2. Mengelola risiko bencana, iklim, atau krisis ekonomi.
  3. Meningkatkan kemandirian dan mengurangi impor.
  4. Mengoptimalkan sumber daya: lahan, air, dan tenaga kerja.

Implementasinya melibatkan:

  • Analisis kebutuhan dan prediksi jangka panjang.
  • Formulasi kebijakan pangan yang adaptif.
  • Pengelolaan stok strategis.
  • Kerja sama internasional yang saling menguntungkan.

Tanpa perencanaan yang matang, kita akan terus berada dalam lingkaran ketergantungan dan ketidakpastian.

Bangsa yang Merdeka Adalah Bangsa yang Mandiri Pangan

Jika kita ingin benar-benar merdeka sebagai bangsa, maka kedaulatan pangan harus menjadi prioritas nasional. Sayangnya, hingga hari ini, Indonesia masih harus mengimpor komoditas-komoditas yang dulunya menjadi kekuatan agraria kita. Padahal, dalam sejarah, Nusantara dikenal sebagai lumbung rempah dunia.

Saatnya kembali menata ulang prioritas. Pangan tidak boleh lagi dianggap sebagai urusan kementerian teknis semata. Ia adalah isu strategis nasional yang menentukan keberlanjutan Republik ini.

Bila pangan bermasalah, maka republik ini bukan hanya sekadar bermasalah—ia dalam bahaya.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menimbang Kembali Khilafah: Antara Sejarah, Kekuasaan, dan Ijtihad Politik Modern

Next Post

Kaesang Terpilih Kembali Jadi Ketua Umum PSI Lewat E-Voting, Jokowi Hadir di Kongres Solo

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara
Feature

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik
Birokrasi

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Next Post
Tanggapan Kader PSI Jakarta, Depok, Bekasi tentang Ketua Umum Mereka,  Kaesang Pangarep

Kaesang Terpilih Kembali Jadi Ketua Umum PSI Lewat E-Voting, Jokowi Hadir di Kongres Solo

PSI: Partai Gimmick Politik Dinasti, Bukan Gagasan Besar Bangsa

PSI: Partai Gimmick Politik Dinasti, Bukan Gagasan Besar Bangsa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

June 3, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...