• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Koalisi Ujung Tanduk

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 18, 2023
in Feature
0
Jokowi Hadiri Silaturahmi Ramadhan Partai Koalisi Pendukung Pemerintah, Nasdem dan PDIP Tak Hadir

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kedua kiri), dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) memberikan keterangan pers usai menghadiri acara Silaturahmi Ramadhan 1444 H DPP PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Minggu, 2 April 2023. Acara tersebut turut dihadiri para ketua umum partai politik koalisi pendukung pemerintah seperti PAN, Partai Golkar, Partai Gerindra, PPP, dan PKB. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Ahmad Farisi



Jakarta – Terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) (4/6/2022) dan lalu disusul Koalisi Indonesia Raya (KIR) (13/8/2022) menyalakan harapan publik. Bahwa dengan terbentuknya koalisi secara lebih awal, publik tak akan lagi membeli kucing dalam karung. Namun, dalam kenyataannya ternyata tidak sesederhana yang diharapkan itu.
Sebab, alih-alih memenuhi harapan besar publik, koalisi-koalisi itu sekarang tampak gelagapan, terombang-ambing, penuh dengan ketidakpastian dan bahkan ditengarai bakal bubar di tengah jalan. Koalisi-koalisi itu tak lebih dari sekadar “koalisi ujung tanduk”, koalisi yang rapuh, yang mudah bubar tatkala sebuah koalisi dianggap tak lagi menguntungkan.

Bahkan, Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang beranggotakan Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat juga tak lepas dari bayang-bayang ketidakpastian itu. Meski harus diakui bahwa eksistensi KPP lebih kuat dibanding KIB dan KIR karena sudah menyepakati Anies Baswedan sebagai bakal capres, namun koalisi yang dijuluki sebagai antitesis dari status quo itu juga masih berpotensi mengalami perpecahan.

Sebab, meski bakal capres yang diajukan adalah non partai, yang artinya relatif netral. Tetapi ketiga partai yang menjadi anggota koalisi semuanya tampak masih belum memiliki alasan yang rasional mengapa mereka bersatu dalam koalisi yang digagas NasDem.

Per detik ini, Partai Demokrat dan PKS memilih bergabung dengan koalisi itu tampak lebih karena ingin mempertahankan identitas oposan mereka semata. Yang artinya, jika ada keuntungan dan prospek politik yang lebih menjanjikan dari sekadar mempertahankan identitas oposannya itu, sangat mungkin PKS dan Demokrat hengkang dari KPP.

Sebab, diakui atau tidak, tidak ada titik temu gagasan antara Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS itu sendiri yang dapat mengikat mereka secara lebih kuat. Selain karena demi mempertahankan identitas oposan, efek ekor jas, dan jatah cawapres. Jika benar gagasan yang mempertemukan mereka adalah ide perubahan, pada faktanya ketiga anggota koalisi itu belum memberi kita kepastian agenda perubahan semacam apa yang akan mereka lakukan.

Praktisnya, pada titik ini, mereka sendiri tampak tidak tahu-menahu dengan ide perubahan yang mereka tawarkan. Bahkan, Partai NasDem sendiri, yang merupakan motor utama KPP, tampak gelagapan mempresentasikan ide perubahan itu sendiri. Karena itu, jika berbicara potensi bubar, rasanya KPP masih tak lepas dari bayang-bayang itu.

Pragmatisme di Balik Pragmatisme

Secara pragmatis, pembentukan koalisi semata-mata tak lebih dari sekadar untuk memenuhi presidential threshold agar bisa mengajukan pasangan capres dan cawapres. Tetapi, tren pembentukan koalisi dalam lanskap politik Indonesia tampaknya bukan hanya atas pertimbangan pragmatis itu. Tetapi juga meliputi siapa dapat apa.

Munculnya wacana “koalisi besar”, sebuah wadah koalisi yang akan direncanakan menggabungkan KIB dan KIR yang konon telah disetujui Presiden Jokowi adalah bukti bahwa ada pertimbangan pragmatis lain di balik pertimbangan pragmatis ambang batas.

KIB—yang beranggotakan Golkar, PAN, dan PPP—dan KIR—yang beranggotakan Gerindra dan PKB—secara kuantitatif sudah memenuhi ambang batas 20 persen yang disyaratkan dalam UU Pemilu. Secara keseluruhan, KIB sudah mengantongi 25,73 atau 148 kursi dan KIR mengantongi 23,66 atau 136 kursi. Jika hanya berbicara ambang batas, jelas KIB dan KIR sudah dapat mengajukan pasangan capres-cawapres.

Namun, sampai detik ini, dua koalisi itu masih tampak goyah dan enggan mengumumkan nama bakal capres-cawapres mereka. Kedua koalisi itu tampak tak memiliki keyakinan politik yang kuat untuk terus melangkah. Meski koalisi yang keduanya bangun sudah memenuhi ambang batas, namun semuanya masih saling tidak percaya. Masing-masing partai masih terus melakukan penjajakan berharap mendapat keuntungan lebih.

Apa sebab? Bukannya jika berbicara ambang batas 20 persen kedua koalisi itu sudah lebih dari cukup? Jawabannya adalah iya. Tetapi, bagi kedua koalisi itu, terpenuhinya ambang batas 20 persen itu bukanlah pertimbangan satu-satunya. Sebab, yang kedua koalisi itu targetkan bukanlah semata-mata memenuhi presidential threshold. Tetapi juga keuntungan lain yang bisa dinikmati di kemudian hari.

Walhasil, kasak-kusuk pembentukan koalisi tak lebih dari sekadar drama tukar tambah kepentingan para elite. Sementara partai politik sebagai pemain utamanya, tampak tak lebih dari sekadar pemburu rente yang memperdagangkan nama dan identitas rakyat dan republik.

Perlu Kepastian

Kita menghormati hak setiap partai politik untuk membangun koalisi dengan setiap partai yang ada. Namun begitu, bukan berarti partai politik bebas sebebas-bebasnya membangun koalisi secara tidak bertanggung jawab: membangun dan lalu membubarkannya tatkala dianggap tak lagi menguntungkan secara politik kekuasaan.

Sebab, pertama, jika partai punya hak untuk membangun koalisi dengan partai mana pun, publik juga punya hak untuk mendapat kepastian terkait koalisi apa saja yang terbentuk, siapa capres-cawapresnya, dan ke mana arah politik koalisi itu bila memenangkan konstelasi politik. Kedua, partai politik didirikan bukan untuk berburu keuntungan kekuasaan.

Karena itu, pada konteks ini, penting kiranya bagi setiap partai politik untuk membangun koalisi secara bertanggungjawab. Yakni, sebuah koalisi yang kokoh dan visioner. Yang tidak hanya jadi tempat perjudian para elite. Seperti kata pepatah: publik tak ingin jatuh pada lubang yang sama. Yakni, kembali membeli kucing dalam karung.

Ahmad Farisi, pengamat politik dan penelitian pada Akademi Hukum dan Politik (AHP).

Dikutip dari detik.com, Rabu 17 Mei 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pers vs Influencer: Siapa Paling Berpengaruh di Pemilu 2024?

Next Post

Pendorong Kejagung Jadikan Menkominfo Johnny G Plate Tersangka

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
1,3 miliar Data Bocor, Pemerintah : Masyarakat Harus Jaga NIK Masing-masing

Pendorong Kejagung Jadikan Menkominfo Johnny G Plate Tersangka

Mengkominfo Johnny G Plate Rabu Lusa Harus Menghadap  Kejagung Lagi Untuk  Diperiksa Lebih Dalam

Adakah Kaitan Penetapan Anies Sebagai Capres Dan Penetapan Johnny Jadi Tersangka Dugaan Korupsi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist