• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Komitmen Mengawal Pemilu 2024

fusilat by fusilat
January 21, 2023
in Feature
0
Wacana Penundaan Pemilu, Klaim soal “Big Data” yang Dinilai Manipulatif dan Sumir

Ilustrasi Pilkada 2024 (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dikrilah

Jakarta – Sebagai komitmen dalam mengawal Pemilu 2024, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Barat mengadakan konsolidasi dan pelatihan pemantau pemilu yang diselenggarakan pada 7 – 8 Januari 2023 di Balai Latihan Koperasi, Bandung. Kegiatan tersebut dihadiri para peserta perwakilan daerah KIPP Jawa Barat dan diisi oleh elemen penyelenggara pemilu yaitu KPU, Bawaslu, dan DKPP.
Pelatihan hari ke-1 diisi dengan tiga sesi materi yang diisi oleh Prof. Muradi, MA, Ph.D sebagai akademisi dari Universitas Padjadjaran dipanelkan dengan Puadi, S.Pd, MM selaku anggota Bawaslu RI di sesi pertama. Sesi kedua dilanjutkan dengan materi Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) yang difasilitasi oleh Dr. Ratna Dewi Pettalolo, SH, MH dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Terakhir, sesi ditutup dengan materi dari Masykurudin Hafidz.

Di hari kedua, para peserta dilatih tentang tahapan penyelenggaraan pada Pemilu 2024 oleh KPU Provinsi Jawa Barat. Sesi diakhiri dengan konsolidasi dan penguatan visi misi KIPP dalam pengawal proses penyelenggaraan pemilu ke depan, dipimpin oleh KIPP Jawa Barat dan Deputi Jaringan KIPP Ahmad Mansur.

Kolaborasi

Kehadiran institusi politik merupakan bagian tak terpisahkan dari demokratisasi. Institusi bertujuan untuk membentuk dan mempertahankan demokrasi, seperti yang dirangkum secara ringkas oleh Scarritt dan Mozaffar (1996), “menciptakan demokrasi berarti membentuk institusi.”

Demokrasi yang memiliki institusi politik yang koheren dan efektif akan lebih mungkin berkinerja lebih baik secara politik. Tidak hanya dalam menjaga tatanan politik, tetapi juga supremasi hukum yang akan memastikan kebebasan sipil, mencegah penyalahgunaan kekuasaan, dan menyediakan kompetisi yang representatif dan akuntabel.

Sebagai pengamalan UU No. 7 Tahun 2017 tentang pemilu, kehadiran lembaga penyelenggara pemilu secara agregatif menjadi tolok ukur dalam upaya menjaga keberhasilan demokrasi. Singkatnya, jika kita ingin mengubah sifat tertentu dari demokrasi, penyelenggara dan sistem pemilu adalah instrumen yang paling cocok untuk melakukannya.

Untuk mewujudkan aktor pemilu yang jujur dan adil (jurdil) serta tahapan pemilu yang langsung, umum bebas dan rahasia (luber), harus terdapat kolaborasi partisipatif dari semua elemen masyarakat. Termasuk kehadiran lembaga pemantau pemilu. Sebagai salah satu lembaga independen pemantau pemilu tertua di Indonesia, KIPP diharapkan dapat tetap berkontribusi besar dalam memastikan rotasi kekuasaan berjalan dengan jujur, adil dan sesuai dengan kehendak rakyat.

Polarisasi

Dari rangkaian materi pelatihan pemantauan penyelenggaraan pemilu ini, terdapat benang merah dari hampir semua materi yang disampaikan, seperti tantangan, hambatan, dan potensi pelanggaran pada tahapan penyelenggaraan pemilu. Dari sekian banyak, salah satunya ialah polarisasi.

Para pengamat telah lama mencirikan lanskap politik Indonesia sebagai negara yang bebas dari celah ideologis yang dalam dan mengakar. Partai-partai di Indonesia tidak mengikuti garis tradisional kiri-kanan, dan identitas sektarian belum disalurkan ke dalam sistem kepartaian secara eksklusif sejak negara ini mengalami demokratisasi di akhir tahun 1990-an.

Partai-partai bercorak keagamaan mengejar peran yang lebih besar di ruang publik, sementara partai-partai nasionalis mempromosikan visi pluralisnya. Namun, para ahli berpendapat bahwa perbedaan ini pun memiliki sedikit implikasi untuk pembangunan koalisi politik, kohesi sosial, atau pembentukan kebijakan. Sebaliknya, pragmatisme dan patronase memotivasi para aktor politik untuk bekerja sama, terlepas dari orientasi ideologis mereka (Slater et al., 2012; Hadiz et al., 2013; Aspinal, 2011).

Slater bahkan telah menyimpulkan bahwa Indonesia adalah “salah satu negara demokrasi yang paling tidak terpolarisasi di Asia.” Dan, sejak 2014 Indonesia menjadi semakin terpolarisasi secara politik. Tiga pemilu besar (Pilpres 2014 dan 2019, dan Pilkada Jakarta 2017) telah membuat negara ini lebih terpecah dibandingkan beberapa dekade sebelumnya. Banyak persaingan ideologis yang sebelumnya laten, kini menyeruak ke permukaan.

Politik berbasis isu dikontraskan dengan politik identitas, di mana kelompok politik –terutama mereka yang mewakili kelompok etnis, agama, atau sektarian tertentu menggunakan seruan komunal untuk memobilisasi pemilih. Cara seperti ini seringkali bermasalah karena cenderung mengarah pada konsepsi politik menang-kalah; yang menang ambil semua (zero-sum game) dengan sedikit ruang untuk bekerja sama dan kompromi. Strategi ingin mengungguli (outbidding) dengan retorika dan tuntutan yang semakin ekstrem, dianggap lebih efektif meraup suara dibanding pilihan moderasi.

Pemilu telah menjadi momen penting ketika perubahan yang sedang berlangsung dipercepat dan diperdalam. Dampaknya mungkin tidak akan bertahan lama. Namun, ketika pemilu berakhir, ketegangan dan polarisasi yang ditimbulkannya sengaja dipertahankan, mungkin hingga pemilu berikutnya, dengan kelompok dan agenda yang lebih bervariasi. Setiap strategi untuk membangun demokrasi yang berkelanjutan dalam masyarakat yang beragam harus berani melawan pola-pola seperti itu.

Di antara beberapa pertanyaan yang sulit dijawab adalah bagaimana menghadapi kelompok antipluralis dalam demokrasi yang pluralis. Di satu sisi, ekspresi dari gagasan politik identitas yang cenderung eksklusif dimungkinkan oleh demokratisasi. Sehingga perlawanan pemerintah berupa kebijakan represif yang melarang organisasi yang dianggap anti-Pancasila tak pelak menjadi kontroversi.

Di sisi yang lain, ketika organisasi masyarakat sipil bekerja dengan negara untuk membela pluralisme, mereka juga memiliki kekhawatiran bahwa dengan melakukan itu sebenarnya sedang memfasilitasi kebijakan yang tidak demokratis. Sehingga ormas pun menjadi terpecah, antara mereka yang melihat pluralisme sedang terancam, dengan mereka yang percaya pada kebebasan sosial.

Pusat dari polarisasi politik adalah pertentangan nilai, keyakinan, dan pendapat. Kita mungkin bertanya sejauh mana hal tersebut harus dianggap sebagai masalah. Lagi pula, demokrasi yang sehat seringkali mendapat manfaat dari perbedaan pendapat antarwarga negara dan kelompok politik. Nilai dan pendapat yang berbeda adalah bagian tak terpisahkan dalam demokrasi.

Polarisasi politik dapat muncul dalam berbagai tingkatan hingga muncul area abu-abu antara diskusi yang sengit namun konstruktif versus konflik yang berbahaya dan terpolarisasi. Mungkin saja masih ada jalan yang sempit dan berliku seperti ini di masa depan, karena masa depan pluralisme Indonesia sangat bergantung pada banyak faktor seperti sosial, politik, dan ekonominya. Namun, kita dapat mengatakan bahwa arus bawah politik pluralis di Indonesia masih tetap kuat meskipun akan terus diuji.

Dikrilah KIPP Kota Sukabumi

Dikutip detik.com, Jumat 20 Januari 2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Beasiswa S2 dan S3 LPDP 2023 Segera Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya

Next Post

Nano Teater Koma Berpulang, Bharada E Tercengang

fusilat

fusilat

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Era Jokowi Logika Kebalik, Adhie Massardi: Jenderal Bunuh Prajurit, Berbulan-bulan Pelakunya Nggak Jelas

Nano Teater Koma Berpulang, Bharada E Tercengang

Rusia Mulai Melemah – Tawarkan Negosiasi

Diplomasi Energi Rusia di Tengah Embargo Uni Eropa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist