Jakarta-Fusilatnews — Sebuah konvoi yang membawa diplomat Indonesia di Pakistan menjadi sasaran serangan bom pada Senin (23/9). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa meski tidak ada korban jiwa dari pihak diplomat, serangan tersebut mengakibatkan seorang anggota polisi yang bertugas mengawal konvoi tewas.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia, Judha Nugraha, menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi di salah satu kawasan rawan di Pakistan. “Kami telah menerima laporan resmi bahwa konvoi diplomat Indonesia di Pakistan mengalami serangan bom. Satu orang polisi pengawal tewas di tempat,” ujar Judha dalam keterangan pers.
Menurut laporan sementara, bom tersebut meledak saat konvoi melintasi jalan utama menuju pusat pemerintahan. Meski masih belum diketahui siapa dalang di balik serangan ini, otoritas keamanan setempat telah meluncurkan penyelidikan lebih lanjut. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak keamanan di Pakistan untuk memastikan keselamatan seluruh diplomat dan staf Kedutaan Besar Indonesia di Islamabad,” tambah Judha.
Kemlu RI juga menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga polisi yang gugur dalam menjalankan tugas. Keamanan seluruh warga negara Indonesia yang berada di Pakistan kini menjadi prioritas utama.
Sampai saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun Pakistan memang diketahui menghadapi serangkaian serangan militan dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami mengimbau seluruh WNI di Pakistan untuk tetap waspada dan terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Islamabad jika menghadapi situasi darurat,” pungkas Judha.






















