Menurut Ario Bimo tiap kandidat di Pilpres 2024 harus memiliki komitmen yang kuat terhadap dua permasalahan yaitu .kedaulatan pangan dan kerusakan lingkungan
Jakarta – Fusilatnews – Kritik yang disampaikan cawapres Mahfud MD terkait proyek lumbung pangan alias food estate di Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Menurut Ketua Tim Penjadwalan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Aria Bima, kritikan itu bukan berarti tak mendukung proyek di era Presiden Joko Widodo tersebut, tetapi sebagai koreksi dalam rangka menyempurnakannya.
“Jadi menurut saya kalau itu mengkritisi pemerintahan Pak Jokowi sekarang bukan berarti tidak mendukung. Ada corrective action, perkuat, percepat, dan perbaiki,” kata Aria di acara Political Show CNNIndonesia TV, Senin (22/1/2024) malam.
Pria yang akrab disapa Bimo itu berpendapat isu mengenai kedaulatan pangan dan kerusakan lingkungan ini bukanlah hal sepele.
Menurt Ario Bimo tiap kandidat di Pilpres 2024 harus memiliki komitmen yang kuat terhadap dua permasalahan yaitu .kedaulatan pangan dan kerusakan lingkungan
“Ini jangan macam-macam, ini kan mikro ekonomi, rakyat nunggu, ini menyangkut perut, menyangkut pangan,” ucap dia.
Menurut Bimo gagasan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024 tidaklah hanya melanjutkan pekerjaan Presiden Jokowi, melainkan juga berjanji untuk memperkuat, mempercepat, dan memperbaiki program-program tersebut.
Pada debat keempat Pilpres 2024,Ahad (21/1), Mahfud mengkritik program food estate era Presiden Jokowi.
Program itu saat ini berada di bawah koordinasi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga merupakan capres nomor urut 1.
Mahfud sendiri juga merupakan Menko Polhukam aktif hingga hari ini. Ia menyebut proyek food estate gagal dan merusak lingkungan yang kemudian merugikan negara.
“Jangan seperti food estate yang gagal dan merusak lingkungan, yang bener aja, rugi dong kita,” kata Mahfud dalam debat cawapres
Kritik Mahfud ini , kritik terhadap proyek food estate memperoleh dukungan cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar.
Cak Imin mengeskpresikan keprihatinannya dengan proyek food estate karena mengabaikan petani dan merusak lingkungan.
“Di sisi lain kita prihatin pengadaan pangan nasional melalui food estate. Food estate mengabaikan petani kita merugikan masyarakat adat kita. Hasilkan konflik agraria bahkan merusak lingkungan kita. Ini harus dihentikan,” kata Cak Imin.

























