• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Lahirkan Sentimen SARA, TPDI Desak Bahlil Cabut Pernyataan Soal “Raja Jawa”

fusilat by fusilat
August 29, 2024
in News, Pojok KSP, Politik
0
Diberi Target Investasi Rp1.400 T oleh Jokowi 2023, Bahlil Lempar Handuk
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews – Pernyataan Bahlil Lahadahlia, selaku Ketua Umum Partai Golkar saat membacakan visi misinya dalam Munas XI Partai Golkar, 21 Agustus lalu agar jangan bermain-main dengan “Raja Jawa” dan kalau kita main-main maka akan celaka, sudah berdampak menimbulkan sentimen suku, ras, agama dan antar-golongan (SARA) di sejumlah daerah, terlebih menjelang Pilkada 2024.

“Pernyataan Bahlil soal Raja Jawa harus diwaspadai, karena mulai muncul reaksi publik yang mengarah kepada sentimen SARA. Namun siapa sosok Raja Jawa yang dimaksud Bahlil, sebagian orang menafisirkan Raja Jawa dimaksud itu adalah Presiden Jokowi, karena Raja Jawa yang sesungguhnya adalah Sultan Hamengkubuwono X tidaklah membahayakan siapa-siapa,” kata Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus SH di Jakarta, Kamis (29/8/2024).

Pernyataan liar, tidak penting, dan di luar konteks soal Raja Jawa, kata Petrus, dapat dinilai sebagai sikap seorang penjilat, mencari muka dan/atau mengkultus individukan si Raja Jawa, entah siapa yang dimaksud Bahlil dengan Raja Jawa itu.

Ganggu Kohesi Sosial

Menurut Petrus, pernyataan Bahlil soal Raja Jawa itu tidak saja akan merugikan Golkar sendiri, tetapi juga masyarakat luas, terlebih menjelang Pilkada serentak secara nasional, karena dapat menganggu kohesivitas sosial masyarakat kita yang majemuk dari Sabang sampai Merauke.

“Ini pernyataan yang benar-benar liar karena hanya bermakna sebagai upaya seseorang yang sedang mencari muka dan menjilat pada atasannya. Bahkan Bahlil Lahadalia seolah-olah merepresentasikan dirinya sebagai orangnya si Raja Jawa, dan pesannya adalah jangan coba-coba bermain-main dengan si Raja Jawa, dan jangan coba-coba juga bermain-main dengan Bahlil,” jelasnya.

“Orang lalu mereka-reka apakah Raja Jawa yang dimaksud Bahlil itu adalah Sultan Hamengkubuwono X atau si Raja Jawa itu maksudnya adalah Presiden Jokowi sebagai orang yang ‘power full’ dan sangat berbahaya bagi siapa pun dalam pemerintahan saat ini,” lanjut Petrus.

Tak Punya Kepekaan

Sebuah spanduk bertuliskan “Lawan Raja Yang Zholim” sempat bertengger di Jalan Sisingamangaraja dan di kawasan Istana Maimun di Medan, Sumatera Utara, daerah pemilihan Bobby Nasution, menantu Presiden Jokowi sebagai calon gubernur Sumut di Pilkada 2024.

Selain itu, ada beberapa spanduk yang tersebar di kota lain seperti Makassar, Sulawesi Selatan, bertuliskan “Makassar tidak tunduk pada Raja Jawa”.

“Narasi-narasi sebagaimana tertera di dalam spanduk di atas, seharusnya diantisipasi oleh Bahlil dan jajarannya di Golkar, karena telah memberi pesan antipati terhadap Raja Jawa dan berpotensi melahirkan gesekan berbau SARA semakin meluas,” cetusnya.

Di sinilah, lanjut Petrus, nampak sekali Bahlil tidak memiliki kepekaan, padahal sebagai Ketua Umum yang baru terpilih, Bahlil seharusnya patut dapat menduga bahwa pernyataannya soal Raja Jawa itu mengandung unsur SARA dan berpotensi menimbulkan gesekan di lapangan antar-warga masyarakat.

“Karena itu, Bahlil Lahadalia harus meminta maaf dan mencabut pernyataannya soal Raja Jawa yang diposisikan oleh Bahlil sebagai seorang yang sangat berbahaya. Ini adalah bagian dari teror dan intimidasi Bahlil terhadap kader Golkar selama dirinya jadi Ketua Umum, entah apa tujuannya,” tukasnya.

Bahlil, tegas Petrus, harus menjaga mulutnya dan harus lebih sensitif atau peka dan harus berhitung betul untuk setiap kata dan kalimat yang keluar dari mulutnya. “Ia tidak boleh cengengesan dan asal bunyi ketika berbicara di depan publik, apalagi saat berpidato dalam acara resmi yang disiarkan oleh berbagai media massa,” tandasnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Brutal Hadapi Unjuk Rasa, Kapolri Diminta Mundur

Next Post

Penghasilan Dipotong Hingga 40 Persen, Pengemudi Ojol Mengeluh Susahnya Dapat Rp 100 Ribu Sehari

fusilat

fusilat

Related Posts

News

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras
News

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Next Post
Pengemudi Ojol Tolak Regulasi Kenaikan Tarif

Penghasilan Dipotong Hingga 40 Persen, Pengemudi Ojol Mengeluh Susahnya Dapat Rp 100 Ribu Sehari

Ustaz Zaitun Rasmin Terkejut Bertemu Anies Baswedan Pasca Gagal Maju di Pilgub Jakarta

Ustaz Zaitun Rasmin Terkejut Bertemu Anies Baswedan Pasca Gagal Maju di Pilgub Jakarta

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist