Jakarta, Fusilatnews.–Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin, menceritakan pertemuannya dengan Anies Baswedan usai mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dipastikan gagal maju dalam pemilihan gubernur Jakarta. Ustaz Rasmin secara khusus menemui Anies untuk memberikan dukungan di tengah situasi yang dianggap membutuhkan kehadiran sahabat sejati.
“Saya baru saja bertemu dengan Pak Anies. Saya sengaja mengunjungi beliau karena saya merasa ini adalah momen yang tepat untuk membersamai sahabat di saat-saat seperti ini,” ujar Ustaz Rasmin dalam video yang diunggah di kanal YouTube @ZaitunRasminOfficial, Kamis (29/8/2024).
Ustaz Rasmin mengaku terkejut melihat kondisi Anies yang tetap tenang dan menunjukkan senyum khasnya. “Wajah Anies tetap berseri-seri,” katanya. Dalam pertemuan itu, Anies menegaskan bahwa dirinya menerima kenyataan tersebut sebagai keputusan terbaik dari Allah.
“Ini sudah diprediksi, Ustaz, jadi saya menerimanya. Ini adalah keputusan terbaik dari Allah,” ungkap Anies seperti yang disampaikan oleh Ustaz Rasmin.
Anies juga menolak untuk menyalahkan pihak manapun terkait kegagalannya. Ia menghormati keputusan dari partai-partai yang sebelumnya mendukungnya, termasuk NasDem, PKB, PKS, dan PDIP. “Ini semua adalah takdir Allah. Semoga apa yang disampaikan Pak Anies ini bisa menjadi teladan bagi kita semua,” tambah Ustaz Rasmin.
Anies Baswedan gagal maju dalam Pilgub Jakarta setelah Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang beranggotakan 12 partai politik, secara bulat mendukung pasangan calon Ridwan Kamil dan Suswono. Harapan terakhir Anies untuk bisa diusung PDIP juga pupus setelah Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, memilih pasangan Pramono Anung dan Rano Karno sebagai calon yang didukung partai.
Pakar politik Karyono Wibowo menganalisis keputusan PDIP yang batal mengusung Anies. Ia menduga tidak tercapainya kesepakatan politik antara Anies dan PDIP. “Mungkin PDIP meminta Anies untuk menjadi kader partai, tetapi Anies memilih tetap netral dan tidak ingin menjadi kader partai politik manapun,” jelas Karyono dalam keterangannya saat dikonfirmasi pada Kamis (29/8/2024).
Keputusan Anies untuk tetap netral ini menegaskan posisinya sebagai figur yang tidak terikat dengan partai manapun, meskipun dalam sistem politik Indonesia, dukungan partai menjadi kunci penting untuk maju sebagai calon dalam pilkada.





















