Oleh : Wandi Ruswandi
Purwakarta, Fusilatnews – 14 Juli 2025 — Di tengah krisis iklim dan degradasi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, Yayasan Badega Garuda Sakti (BGS) menjawab tantangan zaman dengan aksi nyata: penanaman pohon di kawasan rawan erosi. Deklarasi resmi yayasan ini berlangsung di Purwakarta dengan tajuk kegiatan sosial, medis, dan lingkungan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tanam pohon menjadi inti dari misi lingkungan BGS. Tak kurang dari 1.800 bibit pohon keras disiapkan untuk ditanam secara bertahap di daerah-daerah kritis di Jawa Barat. Bukan sekadar simbolik, penanaman ini ditujukan untuk mengurangi erosi, menyaring polusi udara, menyimpan air tanah, dan menjaga keanekaragaman hayati. 
“Satukanlah tekad, kobarkan semangat pengabdian. Ini adalah langkah awal menuju perubahan nyata,” tegas Ketua Umum BGS, Murfito Adi, dalam sambutannya yang menggelorakan semangat gotong royong dan cinta lingkungan.
Dampak ekologis dari aksi ini diproyeksikan akan sangat besar. Pohon-pohon yang ditanam bukan hanya memperindah lanskap, tetapi menjadi penjaga alam yang mampu:
- Menekan laju erosi dan abrasi tanah, sehingga mencegah longsor dan kerusakan ekosistem,
- Meningkatkan kualitas udara dengan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen,
- Mengatur siklus air demi mencegah banjir dan kekeringan,
- Menjadi habitat baru bagi satwa liar, memperkuat keanekaragaman hayati,
- Menciptakan ruang hidup yang lebih sehat bagi masyarakat.
Komarudin, SH, salah satu pengurus BGS, menambahkan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan insidental, melainkan gerakan moral yang berkelanjutan. “Kami ingin masyarakat terlibat, bukan hanya jadi penonton. Ini tentang merawat tanah kita, rumah kita bersama,” ungkapnya.
BGS berkomitmen menjalin koordinasi dengan forkopimda dan berbagai pemangku kepentingan lokal untuk memastikan setiap bibit yang ditanam dirawat hingga tumbuh dewasa, memberi manfaat jangka panjang.
Dengan moto “Ngabadega Pikeun Kahirupan Masyarakat nu Luwih Hade, Ngajadikeun Jawa Barat Leuwih Istimewa. Lembur di Urus, Kota di Tata,” Yayasan Badega Garuda Sakti muncul sebagai nafas baru dalam gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.
Di era ketika retorika lebih sering terdengar daripada tindakan, BGS memilih jalan sunyi namun pasti: menanam harapan, satu pohon demi satu perubahan.
























