“Secara yoy terjadi inflasi sebesar 2,56 persen. Dan secara tahun kalender atau year to date terjadi inflasi sebesar 1,80 persen,” kata Pudji dalam konferensi pers Rabu,
Jakarta – Fusilatnews – Dalam konferensi pers Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi pada Oktober 2023 secara tahunan atau year on year (yoy) sebesar 2,56 persen. Sedangkan secara bulanan atau month to month (mtm) inflasi tercatat sebesar 0,17 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menerangkan secara bulanan juga terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 115,44 pada September 2023 menjadi 115,64 pada Oktober 2023.
“Secara yoy terjadi inflasi sebesar 2,56 persen. Dan secara tahun kalender atau year to date terjadi inflasi sebesar 1,80 persen,” kata Pudji dalam konferensi pers Rabu, ( 1/11) .
Pudji menjelaskan, tingkat inflasi pada Oktober 2023 secara bulanan tercatat lebih rendah dari bulan sebelumnya. Tetapi, lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama pada 2022.
Pudji menjelaskan, kelompok pengeluaran terbesar yang menyumbang inflasi berasal dari transportasi dengan inflasi sebesar 0,55 persen dan andil inflasi 0,07 persen.
“Sementara itu jika kita lihat di tingkat komoditas penumpang inflasi bulanan (mtm) terbesar adalah, yang pertama adalah beras andil inflasi 0,06 persen, bensin 0,04 persen, cabai rawit 0,03 persen.
Kemudian tarif angkutan udara andil inflasi sebesar 0,02 persen,”: ujarnya.
Selain itu jelas Pudji, terdapat beberapa komoditas lainnya yang memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen. Hal ini di antaranya cabai merah, emas perhiasan, tarif air minum PAM, jeruk, dan sawi hijau.
Sedangkan Indek Harga Konsumen (IHK) di 90 kota ercatat seluruhnya mengalami inflasi secara tahunan. Bahkan, 54 kota mengalami inflasi tahunan lebih tinggi dari inflasi nasional.
Berdasarkan provinsi, inflasi tahunan di Sumatra paling tinggi ada di Kota Tanjung Pandan sebesar 5,34 persen. Lalu, tertinggi di Kalimantan ada di Kotabaru sebesar 4,12 persen.
Sedangkan inflasi tertinggi di Jawa ada di Sumenep menyentuh 5,29 persen. Inflasi di Bali-Nusa Tenggara tertinggi ada di Kota Maumere sebesar 4,07 persen.
Sementara itu, inflasi tertinggi di Sulawesi ada di Kota Luwuk sebesar 4,25 persen. Lalu, inflasi tertinggi di Maluku dan Papua ada di Merauke sebesar 4,89 persen.
“Di Sumatra inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 5,34 persen yang juga merupakan kota dengan tingkat inflasi tahunan tertinggi secara nasional. Komoditas penyumbang inflasi di Tanjung Pandan, di antaranya tarif angkutan udara dengan andil 1,15 persen, ikan segar 0,98 persen, beras 0,91 persen, rokok kretek filter 0,31 persen, dan daging ayam ras 0,23 persen,” tutup Pudji.
























