Jakarta-Fusilatnews.–Setelah hampir 4 tahun absence tidak muhibah ke Jepang dan negara lainnya. Pagi ini saya terbang menuju Tokyo. Banyak sekali rencana kunjungan kali ini. Tetapi lebih untuk reportase kepentingan pembaca. Agenda awal, saya ingin kembali berkunkung ke NHK, baru kemudian ke Mesjid terbesar Tokyo, di Yoyogi dan ke Gedung Parlemen.
Selama pandemik, hari-hari banyak menonton TV. Pilihannnya Channel NHK. Pasalnya, saya tahu bagaimana cara orang Jepang bekerja; Rencana yang matang, detail dan dengan biaya yang mahal. Saya merasa bahwa acara NHK itu untuk saya. Begitu cara saya ingin memanjakan mata dan telinga saya. Asupan prioritasnya hanya untuk yang teristimewa saja.
Masjid di Yoyogi, adalah salah satu Mesjid terbesar dan tekenal di Tokyo. Berkaitan dengan akan datang bulang Ramadhan, saya penasaran, ingin menelusuri apa saja yang akan dilakukan oleh Masjid disini, berkaitan dengan program-program selama bulan puasa ini.
Tempat selanjutnya Gedung Parlemen Jepang. Saya ingin tahun lebih detail, apa saja yang terjadi di Gedung yang mawah itu. Dalam benak saya, seperti yang sering saya baca dan tonton, didalam Gedung itu, ditentukan berbagai solusi untuk mensejahterakan rakyat Jepang dan sekaligus melindunginya. Lebih dari itu, berbagai bantuan kemanusiaan untuk bangsa lain, juga di bahas disini. Termasuk nasib para kenshusei kita, yang sendang mengadu nasib di negeri Sakura ini, juga tak luput dai bahasan para anggota dpr. Salah satu program mereka, membuat aturan, bagaimana memangkas jalur recruitment para kenshuei (pekerja magang), supaya tidak banyak mengeluarkan biaya, yang ditilep oleh Kumiai dan LPK-LPK sebagai partner disini.
Bertepatan dengan bulan puasa lusa dan mekarnya bunga Sakura bulan ini, saya ingin melaporkan apa yang terjadi khususnya kaum muslimin yang ada di Jepang. Berkaitan dengan cherry blossom sebentar lagi, ini kali pertama untuk orang jepang, setelah pandemic covid19, melakukan “Hanami” (melihat bunga Sakura). Bagi orang Jepang Sakura adalah bunga hati mereka. Bagaimana perasaan mereka dengan datangnya bunga Sakura setiap tahun, sulit bisa saya tulis. Tetapi untuk memudahkan gambarannya, persis sama atau mungkin seperti umat Islam merakayan Idul Fitri. Mereka sangat berbahagia. Sabar menanti selama setahun.
Sore hari, waktu magriban, insya Allah saya tiba di Haneda Airport. Ada beberapa teman yang akan menjemput saya. Tetapi saya malam ini, akan menginap di daerah Setagaya. Ini daerah elit di Tokyo, dan banyak tempat-tempat yang asyik untuk dikunjungi. Tetapi saya lebih senang bicara, menggali pikiran-pikran orang Jepang. Ada acara, dimana saya harus bicara kepada group orang Jepang, yang senang belajar bahasa Asing.
Usai dari Tokyo, saya akan berangkan ke Iiyama Shi di Propinsi Nagano. Disana ada acara Snow Camp. Bertemu lagi dengan kawan lama dan baru, dari beberapa negara. Ada agenda untuk bertemu dengan staff Pemda setempat, berkaitan dengan rencana saya, melakukan pelatihan Journslisme di bidang tourism dan cross culture, kepada sejumlah wartawan-wartawan kita di tanah air.
Propinsi Nagano, pernah menjadi tempat Olympiade Musim Salju. Artinya banyak aspek yang bisa dipelajari soal kapariwisataan. Saya akan meloby pemda setempat, supaya bisa menfasilitasi rombongan wartawan kita kelak.
Sampai jumpa pada laporan berikutnya.




















