Jakarta, Fusilatnews –— Masalah gizi buruk, khususnya pada anak usia balita dan sekolah, masih menjadi persoalan krusial di Indonesia. Rendahnya asupan gizi berdampak signifikan terhadap kecerdasan bangsa. Survei situs TheInternational IQ Test yang melibatkan lebih dari 154.000 peserta di Indonesia menunjukkan bahwa rata-rata IQ orang Indonesia per Januari 2024 hanya mencapai 92,64.
Melihat kondisi tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai angin segar. Program ini menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, anak usia di bawah dua tahun, anak PAUD, serta siswa usia 8–17 tahun, dengan tujuan meningkatkan kualitas gizi anak dan kecerdasan bangsa.
Namun, fakta bahwa masih banyak anak menolak mengonsumsi sayuran dalam program MBG memantik kepedulian Perkumpulan Perempuan Tiara Indonesia Gemilang (TIG). Sebagai respons, TIG menyelenggarakan Lomba Kreasi Makanan Bergizi Berbasis Olahan Sayur pada Senin (2/6/2025) di Gedung Wisma Taman Iskandar Muda, Setiabudi, Jakarta.
“Kami prihatin mendengar anak-anak menyisihkan sayur dari hidangan makan siang mereka pada program MBG. Karena itu kami menggagas lomba kreasi makanan dari olahan sayur-mayur agar tercipta hidangan yang disukai dan mengundang minat anak-anak untuk mengonsumsinya,” ujar Ketua TIG, Ir. Hanifah Husein, di sela pelaksanaan lomba.
Hanifah menambahkan, upaya ini adalah bentuk kontribusi para perempuan Indonesia dalam mencetak generasi muda yang sehat dan cerdas. Lomba ini terbuka untuk umum, namun secara khusus TIG mengundang siswa SMK jurusan Tata Boga dan SMA di wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk berpartisipasi.
Sekjen TIG, Ir. Farida Islahiyah, menjelaskan bahwa keterlibatan pelajar diharapkan dapat memantik kesadaran generasi muda untuk ikut berpikir tentang masa depan bangsa melalui pendekatan kuliner yang sehat dan inovatif.
“Partisipasi siswa SMK Tata Boga sangat relevan karena mereka memahami selera makan sebayanya dan memiliki keahlian yang bisa melahirkan alternatif menu untuk program MBG,” tambah Hanifah.
Lomba dibuka secara resmi oleh Deputi Kerawanan Pangan Badan Gizi Nasional, Nyoto Suwignyo, mewakili Kepala Badan Gizi Nasional. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyukseskan program MBG.
“Ini bukan sekadar lomba memasak. Ini adalah bentuk nyata keterlibatan masyarakat dalam mempromosikan gizi seimbang bagi anak sekolah,” ujarnya. Ia menambahkan, target penerima manfaat MBG yang awalnya 15–17 juta telah ditingkatkan menjadi 82,9 juta hingga akhir 2025 atas arahan Presiden Prabowo.
Nyoto berharap, dari lomba ini lahir resep-resep sehat, kreatif, dan aplikatif yang bisa direplikasi di rumah, sekolah, maupun dapur MBG di seluruh Indonesia.
Lomba ini diikuti 34 peserta dari beragam latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, guru, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga pelajar SMK dan SMA. Chef Yudi Dwi Guna, anggota Association of Culinary Professional yang bertindak sebagai Ketua Juri, mengapresiasi kreativitas para peserta.
“Semua peserta tampil hebat dan mengesankan. Teruslah berkreasi menciptakan menu sehat dan bergizi,” kata Chef Yudi.
Pemenang pertama diraih tim dari SMAN 35 Jakarta, yaitu Aisyara Pramudiya, Naillatul Izzah, dan Rosmala, yang membawa pulang hadiah utama sebesar Rp5 juta. Juara kedua dimenangkan Gheisa Devina Nursahid dari SMKN 33 Jakarta dengan hadiah Rp3 juta. Juara ketiga diraih Fahranny Hafizah Effendy dari SMKN 24 Jakarta dengan hadiah Rp2 juta. Sedangkan Rustam Meyliansa dari SMKN Paskita Global menjadi juara harapan dan memperoleh hadiah Rp1 juta. Seluruh hadiah diberikan dalam bentuk tunai.
Tiara Indonesia Gemilang (TIG) merupakan organisasi perempuan yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan anak untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik. TIG percaya bahwa keberhasilan bangsa tergantung pada kualitas generasi mudanya dan terus aktif menghadirkan inisiatif nyata bagi pembangunan negeri.
Kontak TIG:
081234561630
[email protected]




















