Menanggapi fenomena baru tentang klaim elektabilitas Prabowo, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengapresiasi hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) dengan klaim elektabilitas Prabowo Subianto teratas dari Ganjar Pranowo dan Anies Rasyid Baswedan.
Jakarta – Fusilatnews – Pada survei terbaru yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), Elektabilitas Prabowo diklaim menempati posisi teratas. Prabowo diklaim digdaya sebagai capres unggulan di klasemen teratas elektabilitas.
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan saat rilis survei terbaru, Selasa (11/7). elektabilitas Prabowo diklaim naik signifikan.
Secara spesifik dalam temuan menarik bahwa klaim tren elektabilitasnya terus mengalami peningkatan dari awal 2023 hingga Juli 2023.
“Trennya ini yang saya kira menarik, terjadi tren penguatan dukungan pada Prabowo Subianto secara konsisten sejak Januari 2023, hingga sekarang.
“Jadi tujuh bulan terakhir Prabowo Subianto selalu mengalami penguatan,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan saat rilis survei terbaru, Selasa (11/7/2023).
Dalam survei tersebut elektabilitas Prabowo naik signifikan. Secara spesifik dalam temuan menarik bahwa klaim tren elektabilitasnya terus mengalami peningkatan dari awal 2023 hingga Juli 2023.
Selain itu, Djayadi menegaskan temuan menarik lainnya adalah adanya klaim kenaikan tingkat kepuasan kepada presiden juga selaras dengan klaim peningkatan elektabilitas yang dimiliki Prabowo Subianto.
Menurutnya, jika tingkat kepuasan kepada Presiden dan Prabowo Subianto meningkat semakin menguatkan Ketua Umum Gerindra tersebut meraih insentif elektoral untuk Pilpres 2024.
Menanggapi fenomena baru tentang klaim elektabilitas Prabowo, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengapresiasi hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) dengan klaim elektabilitas Prabowo Subianto teratas dari Ganjar Pranowo dan Anies Rasyid Baswedan.
Namun, hasil survei tersebut diingatkannya bukan merupakan hasil pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
“Maka yang kami harap kepada seluruh kader Partai Gerindra jika survei terhadap Pak Prabowo dilakukan kemudian hasilnya menyenangkan, sekali lagi itu bukan sebuah kesimpulan bahwa Pak Prabowo sudah menang,” ujar Muzani di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta.
Muzani menilai, survei merupakan potret pemilu saat ini, bukan pada Pilpres 2024. Karenanya, ia meminta kepada seluruh kader Partai Gerindra mempertahankan hasil survei tersebut dalam mengantarkan kemenangan untuk Prabowo.
“Masih ada waktu 7,5 bulan lagi, maka kami minta kepada seluruh kader Partai Gerindra dan seluruh masyarakat yang berharap Pak Prabowo jadi presiden harus tetap menganggap survei ini adalah keadaan ketika itu,” ujar Muzani.
“Kami minta kepada mereka untuk tetap menjaga keadaan yang sudah baik ini untuk tenang santun santai dan tetap menjaga diri. Apa yang harus dijaga, pertama perkataannya, kedua lingkungan dan pergaulannya, yang ketiga keputusan dan tindakannya,” kata Wakil Ketua MPR itu menambahkan.
Perlu diketahui serangkaian survei yang dilaksanakn dengan frekwensi tinggi dalam 6 bulan terakhir menciptakan tanda tanya tentang siapa dibalik pembiayaan survei yang sangat mahal iuntuk setiap survei mereka.
Disamping itu hasil survei yang dilaksanakan oleh berbagai lembaga survei di Indonesia termasuk hasil survei Litbang Indikator Politik juga seringkali secara empiris tidak akurat.
hasil survei yang dilakukan berbagai lembaga survei di Indonesia termasuk Indikator Politik sifatnya hanya klaim karena tingkat akurasi secara empiris diragukan.
Sebagai bukti hasil survei Indikator Politik dalam survei- surveinya pada pilgub DKI 2017 selalu memenangkan Ahok tapi fakta hasil real count KPUD DKI Jakarta menghasilkan kemenangan telak untuk Anies.

























