Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan untuk ikut membantu pendistribusian minyak goreng.
Disampaikan Luhut dalam sambutannya secara virtual pada acara Perayaan Puncak Dies Natalis ke-60 Gamki pada Sabtu, Luhut mengatakan awalnya dirinya ingin hadir langsung pada acara tersebut, tapi karena ada tugas dari Presiden Jokowi, maka dirinya hanya bisa hadir secara virtual.
“Tiba-tiba Presiden (Jokowi) memerintahkan saya untuk mengurus minyak goreng. Jadi sejak 3 hari lalu, saya mulai menangani masalah kelangkaan minyak goreng dan kita berharap itu tidak terlalu lama kita selesaikan,” kata Luhut dikutip dari Bisnis.com, Senin (23/5/2022).
Direktur Jenderal Kementerian Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, nantinya peran Luhut akan membantu seperti sutradara yang membantu proses pendistribusian minyak goreng melalui aplikasi milik pemerintah
“Kita kan sudah ada sistem aplikasi untuk distribusi minyak goreng lewat SiMirah yang harus pakai KTP, nah kita ngembangin sistem baru lagi atau SiMirahnya diperkuat biar enggak hanya pakai KTP tapi pakai NIK. Kata pak Luhut NIK aja, makanya dibantuin. Pak Luhut itu semacam sutradaranyalah tapi pemimpinnya tetap pak Presiden,” ujar Oke. Dikutip Kompas.com Senin 23 Mei 2022.
Ia menjelaskan, pemerintah sudah ada sistem aplikasi untuk distribusi minyak goreng yang harus memakai KTP. Nah, pemerintah mengembangkan sistem baru lagi yang diperkuat biar tidak hanya menggunakan KTP tapi pakai Nomor Induk Kependudukan (NIK). Lanjutnya , Luhut sudah terbukti berpengalaman mengurus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan aplikasi Peduli Lindungi. “Nasional loh PeduliLindungi itu, walaupun motornya di Jawa dan Bali,” katanya.
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News





















