OLEH: ENTANG SASTRAATMADJA
Ijon adalah praktik jual beli atau perjanjian pinjaman yang melibatkan tanaman atau hasil panen yang belum matang. Secara transaksional, jual beli ijon berarti membeli tanaman atau hasil panen yang masih muda atau hijau, misalnya membeli padi yang masih dalam tahap pertumbuhan.
Selain itu, ijon juga dapat diartikan sebagai pinjaman uang yang pembayarannya dilakukan dengan hasil panen. Praktik ini lazim terjadi di pedesaan dan umumnya dilakukan secara lisan. Namun, sistem ijon sering kali merugikan baik petani maupun pembeli. Petani terbebani hutang dengan bunga tinggi, sementara pembeli juga berisiko mengalami kerugian jika hasil panen tidak sesuai harapan.
Dalam dunia pertanian, sistem ijon telah menjadi budaya yang berlangsung lama, menciptakan hubungan erat antara petani dan tengkulak. Sistem ini memungkinkan petani memperoleh dana lebih awal, tetapi juga membuat mereka bergantung pada tengkulak yang sering kali menentukan harga jauh di bawah harga pasar.
Tengkulak berperan sebagai pembeli yang membayar hasil pertanian di muka dengan harga yang disepakati, atau sebagai pengepul yang mengumpulkan hasil panen dari berbagai petani untuk dijual ke pasar. Sementara itu, petani bertindak sebagai penjual yang menerima pembayaran tunai lebih awal, meski dengan konsekuensi harga yang lebih rendah.
Peran BULOG dalam Membebaskan Petani dari Sistem Ijon
BULOG (Badan Urusan Logistik) memiliki peran strategis dalam membantu petani keluar dari jeratan sistem ijon. Beberapa langkah yang dapat dilakukan BULOG antara lain:
- Pembelian Langsung dari Petani
BULOG dapat membeli hasil pertanian langsung dari petani tanpa perantara tengkulak. Dengan demikian, petani tidak lagi bergantung pada sistem ijon dan dapat memperoleh harga yang lebih adil. - Penawaran Harga yang Lebih Baik
BULOG dapat menetapkan harga pembelian yang lebih tinggi dibandingkan harga yang ditawarkan tengkulak. Hal ini akan meningkatkan pendapatan petani dan mendorong mereka untuk menjual langsung ke BULOG. - Penyediaan Kredit dengan Bunga Rendah
BULOG dapat memberikan fasilitas kredit kepada petani untuk membiayai usaha pertanian mereka dengan bunga rendah. Dengan begitu, petani tidak perlu mencari pinjaman dari tengkulak yang biasanya membebankan bunga tinggi. - Pembangunan Infrastruktur Penyimpanan
BULOG dapat membangun gudang penyimpanan hasil pertanian, sehingga petani memiliki opsi untuk menyimpan hasil panen dan menjualnya saat harga lebih menguntungkan. Selain itu, BULOG juga dapat memperbaiki jaringan distribusi agar hasil panen dapat dipasarkan dengan lebih cepat dan efisien. - Pendidikan dan Pelatihan bagi Petani
BULOG dapat memberikan edukasi kepada petani tentang teknik pertanian yang lebih efisien, sehingga mereka mampu meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian. Selain itu, kesadaran petani mengenai hak-hak mereka dan strategi untuk mendapatkan harga yang lebih baik juga perlu ditingkatkan.
Dengan berbagai langkah tersebut, BULOG diharapkan mampu membantu petani keluar dari jeratan sistem ijon yang telah lama membelenggu mereka. Diperlukan terobosan cerdas dan implementasi kebijakan yang efektif agar tujuan ini dapat tercapai.
Kita optimis, dengan kerja keras dan strategi yang tepat, BULOG dapat menjadi solusi bagi petani Indonesia dalam mendapatkan akses pasar yang lebih baik, harga yang lebih layak, dan kemandirian ekonomi yang lebih kuat.
(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)





















