• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Maraknya Prostitusi di IKN: Warisan Jokowi dan Ibu Pertiwi yang Dijual

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
July 9, 2025
in Feature, Politik
0
Maraknya Prostitusi di IKN: Warisan Jokowi dan Ibu Pertiwi yang Dijual
Share on FacebookShare on Twitter
Muhammad Yamin Nasution

Oleh: Muhammad Yamin Nasution, S.H.

Hukum secara etis dibuat untuk keadilan, bukan kekuasaan. Sebagai sarjana hukum, saya menulis
kerena diam adalah penghianatan terhadap nurani hukum.
Ketika Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diumumkan, semua gubernur diminta membawa tanah dan air
dari masing-masing provinsi. Presiden Jokowi menyebutnya simbol persatuan, peradaban baru, danharapan. Tapi hari ini, tanah-tanah yang dikumpulkan dari seluruh pelosok negeri itu justru menjadi alas bagi tumbuhnya praktik pelacuran. Di tengah meg aproyek negara, tubuh perempuan diperjualbelikan. Dan Ibu Pertiwi, kini tak melahirkan anak bangsa—melainkan kota pasar nafsu.

Tanah Disatukan, Tubuh Dikorbankan

Pembangunan IKN dijanjikan sebagai langkah pemerataan ekonomi dan kemajuan peradaban. Namun
sejak peletakan batu pertama, proyek ini tidak dibangun dari kebutuhan rakyat, melainkan dari
kehendak kekuasaan. Tidak masuk dalam janji kampanye. Tidak termaktub dalam RPJMN awal
pemerintahan. IKN tumbuh begitu saja—seperti gagasan yang dipaksakan turun dari langit kekuasaan.
Hasilnya adalah ketergesaan sosial. Infrastruktur fisik tumbuh, tapi sistem sosial dan perlindungan tidak
menyusul. Warga adat digusur. Pekerja informal tersisih. Dan kini, praktik pelacuran menjadi "ekonomi
darurat" di jantung megaproyek negara.

Dalam laporan Tribun News dan Kaltim Today, Satpol PP menemukan sejumlah perempuan yang diduga
pekerja seks komersial (PSK) di kawasan IKN. Mereka datang dari berbagai daerah. Beberapa bahkan
mengaku tinggal berpindah di barak pekerja konstruksi.
Negara Abai, Emansipasi Mati

Secara normatif, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi perempuan dan kelompok
rentan. Pasal 28H UUD 1945 menyatakan setiap orang berhak atas perlakuan yang sama dan
perlindungan dari kekerasan serta eksploitasi. Tapi fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.
Perempuan yang datang ke kawasan IKN—karena kemiskinan, ketidakpastian, atau janji
pembangunan—tidak mendapat tempat. Mereka tidak dilibatkan dalam perencanaan sosial. Tidak diberi
perlindungan hukum. Dan akhirnya, tidak punya pilihan lain selain menjual tubuhnya untuk bertahan
hidup.

Inilah bentuk paling nyata dari kegagalan emansipasi: ketika perempuan hanya dijadikan alat simbolik
dalam retorika pembangunan, tetapi tidak mendapat ruang, suara, atau perlindungan dalam
pelaksanaannya.

Rahim Ibu Pertiwi yang Diperkosa Pembangunan
Dalam simbol kebangsaan, Ibu Pertiwi adalah rahim bangsa. Ia adalah tanah, pelindung, dan tempat
berpulang. Namun hari ini, rahim itu dipaksa menampung ambisi yang brutal. Dari yang semula ingin
melahirkan peradaban, ia justru menjadi panggung di mana tubuh-tubuh perempuan diperjualbelikan.

Ibu Kota Nusantara tak lagi terasa seperti “ibu”. Kota ini lahir tanpa belaian keadilan, tanpa kasih sosial.
Yang ada hanyalah beton, pengusiran rakyat, angka investasi, dan barak pekerja. Dan di antaranya,
tubuh-tubuh perempuan yang dijadikan komoditas atas nama pembangunan.

Prostitusi di IKN bukanlah masalah moral belaka. Ia adalah gejala sosial dari pembangunan yang
dibangun tanpa nalar etik.

Warisan Jokowi: Beton yang Tumbuh, Nilai yang Runtuh

Jika ini adalah warisan Jokowi, maka sejarah akan mencatat bahwa di balik jalan tol dan istana negara
yang dibangun di hutan Kalimantan, ada nilai-nilai yang perlahan runtuh.

IKN dirancang dengan gegap gempita. Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, menteri-menteri
lain, hingga publik figur seperti Raffi Ahmad, datang berjoget dan berpesta di atas tanah proyek
ini—sementara rakyat di banyak daerah kesulitan membeli beras dan mencari pekerjaan. Peresmian
yang seharusnya menjadi momentum reflektif justru menjelma jadi tontonan foya-foya elite negara.
Ketika rakyat menangis, kekuasaan menari. Ketika harga sembako melonjak, para pejabat
berjoget di tanah Ibu Pertiwi.

Dan kini, proyek yang dibangun tanpa kesadaran, tanpa perhitungan sosial, tanpa dasar kebutuhan
rakyat itu justru menghasilkan luka: maraknya prostitusi, migrasi liar, dan ketimpangan baru di atas
nama pemerataan.

Warisan itu bukan sekadar beton dan anggaran, melainkan jejak tentang bagaimana negara membiarkan
tubuh perempuan jadi alat bertahan hidup, ketika sistem gagal memberi penghidupan yang layak.
Kota ini tumbuh, tapi jiwanya patah. Beton mengeras, tetapi nurani luluh. Nilai-nilai yang dulu
dijunjung kini tinggal slogan dalam baliho raksasa.

Kesimpulan

Kota yang Hilang Jiwa. Pembangunan sejati bukan hanya soal gedung dan jalan. Ia adalah tentang siapa
yang dilindungi, siapa yang diberi ruang hidup, dan siapa yang didengar.
Jika Ibu Pertiwi dijadikan pelacur oleh negara yang seharusnya menjaganya, maka kita bukan sedang
membangun kota—kita sedang menghancurkan nilai. Dan jika tubuh perempuan dijadikan harga dari
sebuah kota masa depan, maka masa depan itu bukan milik semua rakyat—melainkan milik segelintir
pemilik proyek.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ditugaskan ke Papua: Antara Ikhlas Mati dan Dibuang Hidup-Hidup

Next Post

Beras Oplosan: Kejahatan Perut Lapar yang Layak Disebut Kejahatan Kemanusiaan

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Beras Oplosan: Kejahatan Perut Lapar yang Layak Disebut Kejahatan Kemanusiaan

Beras Oplosan: Kejahatan Perut Lapar yang Layak Disebut Kejahatan Kemanusiaan

Drama Persidangan yang Membuka Borok Kekuasaan: Saat Penyidik, JPU, dan Hakim Bisa Dipermalukan Publik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...