• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Masa Depan Demokrasi Tanpa Oposisi: Dinamika Jokowi, Prabowo, dan Megawati

Ali Syarief by Ali Syarief
July 23, 2025
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Masa Depan Demokrasi Tanpa Oposisi: Dinamika Jokowi, Prabowo, dan Megawati
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam lanskap demokrasi modern, kehadiran oposisi merupakan keniscayaan yang tak terelakkan. Ia bukan musuh negara, melainkan mitra kritis bagi kekuasaan agar tetap berjalan pada rel yang benar. Namun, Indonesia tampaknya tengah bergerak menuju anomali baru: demokrasi tanpa oposisi.

Arah politik pasca-Pilpres 2024 semakin menunjukkan gejala ini. Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang sebelumnya menekankan pentingnya oposisi dalam demokrasi, justru memberikan sinyal kuat untuk merangkul semua kekuatan politik ke dalam pemerintahannya. Termasuk di dalamnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri, yang untuk sementara ini masih berada di luar lingkar kekuasaan.

Sinyal Prabowo menyebut PDIP sebagai “adik” dari Gerindra bukanlah sekadar basa-basi politik. Ungkapan itu merupakan strategi simbolik yang menyiapkan ruang transisi dari rivalitas menuju koalisi. Terlebih setelah PSI—partai yang kini menjadi “kapal Jokowi”—sudah lebih dulu menyeberang dan menjadi kaki tangan penguasa.

Jokowi dan PSI: Politik Keluarga ala Dinasti

Presiden Joko Widodo, lewat putranya Kaesang Pangarep di PSI dan menantunya Gibran Rakabuming di posisi wapres, telah menciptakan warisan politik yang nyaris steril dari suara sumbang. Jokowi, yang dalam dua periode kepemimpinannya menyingkirkan banyak kekuatan pengimbang, telah mewariskan skema kekuasaan “tanpa lawan” kepada Prabowo.

Dengan PSI menjadi kepanjangan tangan keluarga Jokowi, dan Partai Golkar yang semakin tunduk di bawah kepemimpinan pragmatis, kekuasaan kian mengerucut menjadi kartel politik yang tak terpecah. Maka tak heran bila partai-partai yang semula berseberangan, seperti NasDem dan bahkan PKS, pun mulai “dirayu” untuk ikut menari dalam irama yang sama.

PDIP dan Megawati: Jalan Sunyi Oposisi yang Tak Pasti

PDIP, satu-satunya partai besar yang tampaknya masih enggan menjilat kekuasaan, justru mulai menunjukkan keraguan akan perannya sebagai oposisi. Padahal dalam sistem presidensial, oposisi adalah ruh dari check and balance. Namun kenyataannya, PDIP saat ini lebih memilih diam dalam banyak isu strategis.

RUU TNI yang kontroversial, revisi KUHAP, hingga berbagai praktik otoriter baru yang menyelinap lewat undang-undang, tak direspons lantang oleh PDIP. Partai berlambang banteng itu seolah menggantungkan arah politiknya pada hasil kongres internal, bukan pada krisis demokrasi yang tengah memburuk.

Lebih ironis lagi, komunikasi politik PDIP dengan Prabowo tetap berjalan, meski di satu sisi mereka merasa dikhianati oleh sikap diam pemerintah dalam penanganan hukum terhadap Hasto Kristiyanto. Politik balas jasa dan kompromi hukum menjadi aroma yang tak bisa diabaikan.

Demokrasi Tanpa Oposisi: Jalan Menuju Otoritarianisme?

Lord Acton mengingatkan bahwa kekuasaan cenderung korup, dan kekuasaan absolut pasti korup secara absolut. Jika semua partai bergabung dalam kekuasaan, siapa yang akan menjaga rakyat dari tirani kekuasaan?

Tiga poros besar politik—Jokowi lewat PSI, Prabowo lewat Gerindra, dan Megawati lewat PDIP—sedang menjajaki format baru: kolaborasi total. Ini adalah bahaya laten bagi demokrasi, karena tanpa oposisi yang sejati, seluruh mekanisme pengawasan politik akan lumpuh.

Masyarakat sipil, yang diharapkan menjadi benteng terakhir, kini menghadapi tantangan besar. Apakah mereka cukup kuat untuk melawan gelombang konsolidasi kekuasaan ini? Ataukah justru mereka akan dilabeli “anti-pembangunan”, “radikal”, atau “anti-NKRI” setiap kali mengkritik kebijakan negara?

Penutup

Demokrasi Indonesia sedang diuji dalam bentuk yang paling fundamental. Ketika partai oposisi lebih memilih kalkulasi pragmatis daripada keberanian moral, dan ketika elite saling rangkul untuk menyatukan kekuasaan, maka yang tersisa adalah rakyat yang ditinggalkan.

Apa arti demokrasi jika semua suara berbeda dipaksa bungkam dalam nama stabilitas? Apa gunanya pemilu jika hasilnya hanya melanggengkan status quo yang memelihara keluarga, kawan, dan kroni?

Sejarah akan mencatat masa ini sebagai titik balik: apakah Indonesia tumbuh sebagai bangsa demokratis yang sehat, atau jatuh menjadi negara oligarkis yang menyaru demokrasi.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi Penuhi Pemeriksaan Polisi di Solo, Serahkan Ijazah Asli; Roy Suryo Sindir Fasilitas Khusus

Next Post

Babak Baru Setelah Ijazah Jokowi Disita Polisi: Pengakuan Dian Sandi Utama dan Pergeseran Tanggung Jawab Hukum

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya
News

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Next Post
Babak Baru Setelah Ijazah Jokowi Disita Polisi: Pengakuan Dian Sandi Utama dan Pergeseran Tanggung Jawab Hukum

Babak Baru Setelah Ijazah Jokowi Disita Polisi: Pengakuan Dian Sandi Utama dan Pergeseran Tanggung Jawab Hukum

Tragedi Diplomasi: Ketika Jokowi Merendahkan, Tom Lembong Menyelamatkan

Tragedi Diplomasi: Ketika Jokowi Merendahkan, Tom Lembong Menyelamatkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...