Menurut Abdullah, kenal Anies sebagai figur yang punya komitmen dalam pemberantasan korupsi. Hal itu tampak ketika Anies ditunjuk sebagai Ketua Komite Etik KPK pada 2013. “Apa yang dia lakukan itu lebih dari saya, yang dua kali menjadi Ketua Etik,” tutur dia. “Dia punya kemampuan untuk melakukan improvisasi dan terobasan.”
Jakarta – Fusilatnews – Sedikitnya 20.ribu Pendukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memadati pelataran kantor Komisi Pemilihan Umum, Kamis, 19 Oktober 2023. Para pendukung itu datang untuk memberikan dukungan di hari Anies-Cak Imin ini mendaftar sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.
“Massa berkumpul di sini dari setengah enam,” kata petugas KPU, Arief K., Kamis, 19 Oktober 2023. Di luar pagar gedung penyelenggara pemilu ini, terdengar suara orasi yang menyatakan mendukung Anies-Cak Imin di Pemilu 2024.
Bendera Partai NasDem, Partai PKB, Partai PKS, hingga kibaran bendera para relawan berbaur di tengah massa. Suasana dukungan kepada pasangan Anies-Cak Imin tampak ramai. “Allahu Akbar… Allahu Akbar…, Allahu Akbar,” begitu teriakan seorang perempuan di atas mobil bertulisan “Anies-Muhaimin Bersama Rakyat
Di halaman gedung KPU, di sebuah panggung yang disediakan bagi pengantar pasangan ini, baru ada puluhan orang. Panggung ini disediakan untuk pengantar berkapasitas 200 orang. Di situ baru duduk, para pria dengan jaket bergambar logo PKS, PKB, dan anggota Partai Masyumi.
Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi Abdullah Hehamahua hadir di KPU. Dia menyatakan partainya turut memberikan dukungan kepada Anies-Cak Imin. “Kita kan mendukung Pak Anies dan Muhaimin,” kata Abdullah kepada Tempo.
Menurut mantan Ketua Etik Komisi Pemberantasan Korupsi itu bercerita alasan mendukung pasangan yang tergabung dalam Koalisi Perubahan itu. ada problem yang paling parah yang diharapkan bisa diatasi pasangan Anies-Cak Imin.
“Problem korupsi, krisis narkoba, krisis keluarga, krisis penegakan hukum, krisis nasionalisme,” ujar Abdullah, menceritakan harapan partainya untuk mengasih dukungan kepada pasangan tersebut.
Menurut Abdullah, kenal Anies sebagai figur yang punya komitmen dalam pemberantasan korupsi. Hal itu tampak ketika Anies ditunjuk sebagai Ketua Komite Etik KPK pada 2013. “Apa yang dia lakukan itu lebih dari saya, yang dua kali menjadi Ketua Etik,” tutur dia. “Dia punya kemampuan untuk melakukan improvisasi dan terobasan.”
Selama menjadi Ketua Etik, membolehkan siaran langsung ketika KPK menetapkan tersangka korupsi. “Saya selama dua kali (memimpin) tidak terbuka. Artinya Anies salah satu pemimpin yang transparan,” ujarnya.
























