Jakarta-Fusilatnews — Massa Reuni 411 mengadakan aksi unjuk rasa di depan Patung Arjuna Wijaya, atau yang dikenal sebagai Patung Kuda, di Jakarta Pusat pada Senin, 4 November 2024. Massa yang mengenakan seragam serba putih itu mulai berkumpul sekitar pukul 13.30 WIB untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait sejumlah tuntutan, termasuk penuntasan berbagai kasus hukum yang mereka anggap masih belum diselesaikan secara adil.
Dalam pantauan langsung, terlihat ribuan peserta aksi memenuhi kawasan sekitar Patung Kuda dengan tertib. Mereka membawa spanduk dan poster yang menyoroti isu-isu hukum yang menurut mereka belum tuntas. Salah satu yang menjadi sorotan dalam aksi ini adalah tuntutan terhadap akun anonim di media sosial yang dikenal sebagai “fufufafa,” yang diduga melakukan tindakan penghinaan namun hingga kini belum ditindaklanjuti secara hukum.
Koordinator aksi, Hadi Sutrisno, dalam orasinya menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk keresahan masyarakat terhadap ketidakadilan hukum yang dirasakan semakin meningkat. “Kami di sini bukan sekadar berkumpul, tapi menyuarakan aspirasi kami agar hukum ditegakkan dengan adil. Kasus-kasus yang melibatkan kepentingan rakyat jangan sampai diabaikan,” seru Hadi kepada massa yang hadir.
Hadi juga menegaskan bahwa aksi reuni 411 ini bukan hanya sebagai nostalgia gerakan, tetapi juga sebagai panggilan bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menunjukkan komitmen terhadap prinsip keadilan yang merata. “Selama ini, publik melihat ada ketidakjelasan dalam penyelesaian kasus-kasus besar. Kami menuntut agar hukum tidak pandang bulu dan kasus seperti ‘fufufafa’ segera diusut tuntas,” tambahnya.
Selain itu, massa juga menuntut penuntasan sejumlah kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat-pejabat tinggi. Dalam orasi yang berapi-api, para peserta aksi menyebut pentingnya penegakan hukum yang transparan dan tidak memihak, terutama dalam kasus-kasus yang menyangkut nama-nama besar di pemerintahan maupun perusahaan milik negara.
Di lokasi aksi, sejumlah aparat kepolisian terlihat berjaga untuk memastikan jalannya aksi tetap kondusif. Lalu lintas di sekitar Patung Kuda mengalami pengalihan untuk menghindari kemacetan yang lebih parah akibat jumlah massa yang cukup besar. Meski demikian, suasana aksi berlangsung damai dan para peserta mengikuti instruksi dengan tertib.
Seorang peserta aksi, Syamsul Anwar, menyatakan bahwa kehadirannya di aksi reuni 411 kali ini adalah untuk mendukung seruan terhadap keadilan. “Kami ingin pemerintah melihat bahwa rakyat tidak tinggal diam. Keadilan itu hak setiap warga negara, dan kami ingin semua kasus ditindak sesuai hukum tanpa ada yang ditutupi atau diistimewakan,” ujar Syamsul.
Aksi ini pun dijadwalkan akan berlangsung hingga sore hari, dengan massa yang terus berdatangan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Para orator dari berbagai organisasi turut berpartisipasi, membangkitkan semangat massa dan menekankan pentingnya memperjuangkan keadilan bagi semua.
Sampai berita ini diturunkan, aksi berjalan damai dan terkendali, dengan penjagaan ketat dari aparat keamanan.
























