• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

MEGAWATI TIDAK SADAR NEGARA BERDASARKAN PANCASILA SUDAH DIAMANDEMEN

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
November 3, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
MEGAWATI TIDAK SADAR NEGARA BERDASARKAN PANCASILA SUDAH DIAMANDEMEN
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prihandoyo Kuswanto
Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila


PENDAHULUAN

KBRN, Jakarta: Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menyerukan pentingnya membangun tatanan global baru yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila, yang mencakup kemanusiaan, keadilan, dan kesetaraan.

Hal itu disampaikan Megawati dalam seminar internasional memperingati 70 Tahun Konferensi Asia–Afrika (KAA) yang digelar di Museum Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Sabtu (1/11/2025).

Megawati menegaskan, Pancasila bukan hanya ideologi nasional Indonesia, melainkan falsafah universal yang mampu menjembatani perbedaan ideologi, ras, hingga kepentingan ekonomi antarbangsa.

“Dunia lama yang dibangun di atas kolonialisme dan imperialisme harus digantikan oleh dunia baru yang berkeadilan,” ujar Megawati. Ia merujuk pada pidato Presiden pertama RI, Soekarno, dalam Sidang Umum PBB tahun 1960.

Menurut Megawati, Pancasila berperan sebagai etika global yang menyeimbangkan dimensi materiil dan spiritual, hak individu dan tanggung jawab sosial, serta kedaulatan nasional dan solidaritas antarbangsa.


NEGARA BERDASARKAN PANCASILA SUDAH DIAMANDEMEN

Sayang sekali, Megawati tampaknya lupa bahwa Pancasila telah diamandemen oleh PDIP—sebagai motor amandemen—di bawah kepemimpinan Jakob Tobing, ketua Fraksi PDIP.

Megawati perlu segera menyadari bahwa Amandemen UUD 1945 telah merubah Pancasila dari dasar negara menjadi demokrasi liberal.

Akibat ketidakpahaman mengenai hubungan antara Pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945, ideologi Pancasila terpinggirkan, dan UUD 1945 pun diamandemen. Kini, Megawati mulai mengemukakan gagasan menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup dunia. Pertanyaannya: apakah Megawati sadar bahwa amandemen UUD 1945 menghapus Pancasila sebagai dasar negara?


HUBUNGAN PEMBUKAAN UUD 1945 DENGAN BATANG TUBUH

Untuk memahami masalah ini, kita perlu mengacu pada kajian Prof. Noto Negoro mengenai hubungan Pembukaan dan batang tubuh UUD 1945. Pemisahan keduanya dalam amandemen mengaburkan fungsi ideologi Pancasila dalam konstitusi.

Bahkan TNI dan POLRI, sebagai penjaga Pancasila dan UUD 1945, banyak yang tidak memahami hal ini. Apa yang diajarkan di Lemhannas sehingga ideologi negara bisa diabaikan?

Pelaksanaan tujuan Pembukaan UUD 1945 tercermin dalam batang tubuh, yang menguraikan ideologi Pancasila melalui pasal-pasal berikut:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa → Bab XI, Pasal 29
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab → Pasal 27, 28, 31 ayat 1
  3. Persatuan Indonesia → Pasal 26, 31 ayat 2, 32, 35, 36, dengan prinsip “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai pedoman kesatuan
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan → Pasal 2 ayat (1), 5 ayat (1), 6 ayat (2), Bab VII Pasal 19–22, Pasal 18
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia → Bab IV, Pasal 33–34

Dengan amandemen yang memisahkan Pembukaan dan batang tubuh, jelas ideologi Pancasila tidak lagi menjadi dasar negara.


PANITIA 5 HATTA

Pembukaan UUD 1945 disusun oleh Panitia Kecil (5 Hatta) dan memuat lima asas kehidupan bangsa yang dikenal sebagai Pancasila.

UUD 1945 asli, yang terdiri dari 16 Bab dan 37 pasal, plus Aturan Peralihan dan Aturan Tambahan, dirancang sebagai sistem kekeluargaan, termasuk dalam politik luar negeri, yang menekankan kemerdekaan bangsa, perdamaian abadi, dan keadilan sosial bagi semua bangsa.

Amandemen UUD 1945, diinisiasi PDIP melalui ketua fraksinya Jakob Tobing, telah mengubah batang tubuh UUD 1945 sehingga tidak lagi sejalan dengan Pembukaan.


ASAS POLITIK NEGARA INDONESIA DIAMANDEMEN

Dalam UUD 1945 asli, Negara Indonesia berbentuk kesatuan republik dengan kedaulatan rakyat melalui MPR. Amandemen telah menghilangkan utusan golongan dan daerah, sehingga prinsip kedaulatan rakyat turut hilang.

Selain itu:

  • Prinsip musyawarah mufakat diganti dengan sistem suara terbanyak
  • GBHN yang menjadi kompas arah politik rakyat dihapus
  • Presiden menjadi mandataris MPR diubah menjadi pemilihan langsung

KESIMPULAN

UUD 1945 beserta Pembukaannya mengikat bangsa Indonesia pada prinsip-prinsip tertentu sekaligus menunjukkan kepada dunia nilai-nilai dasar bangsa.

Namun, Megawati dan para pengamandemen UUD 1945 tidak memahami prinsip negara yang diproklamasikan. Tanpa disadari, amandemen telah:

  • Menghilangkan Pancasila sebagai dasar negara
  • Memasukkan prinsip individualisme (Pasal 28)
  • Menghapus kedaulatan rakyat melalui MPR
  • Mengganti sistem musyawarah mufakat dengan suara mayoritas
  • Menghapus GBHN

Hasilnya, negara proklamasi secara de facto telah bubar. Pertanyaannya: apakah para cendekiawan, intelektual, dan penegak hukum menyadari hal ini?

Negara Pancasila sebagaimana diproklamasikan 17 Agustus 1945 kini tinggal sejarah.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Projo: Pro Judi Online?

Next Post

Hangover 3 Persen: Indonesia di Persimpangan Antara Disiplin dan Pertumbuhan

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post

Hangover 3 Persen: Indonesia di Persimpangan Antara Disiplin dan Pertumbuhan

PHK Michelin dan Iklim Usaha: DPR Turun Tangan, Tapi Apa Solusinya?

PHK Michelin dan Iklim Usaha: DPR Turun Tangan, Tapi Apa Solusinya?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...