• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Melawan Krisis Nalar dan Krisis Akuntabilitas: Dari Kekacauan MBG, Pembangkangan Terhadap Putusan MK, Hingga Pemusnahan Dokumen Negara

fusilat by fusilat
November 20, 2025
in Feature, Politik
0
Melawan Krisis Nalar dan Krisis Akuntabilitas: Dari Kekacauan MBG, Pembangkangan Terhadap Putusan MK, Hingga Pemusnahan Dokumen Negara
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Bangsa ini sedang berada dalam sebuah pergulatan yang melelahkan—bukan soal ekonomi atau politik semata, tetapi pergulatan melawan krisis nalar dan krisis akuntabilitas yang semakin hari makin dalam. Serangkaian peristiwa terbaru, mulai dari kekacauan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangkangan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK), hingga drama pemusnahan dokumen negara, menunjukkan betapa parahnya erosi terhadap prinsip tata kelola yang waras dan berintegritas.


MBG Bermasalah dan Logika Pengalihan Tanggung Jawab

Sinyal awal kemunduran itu tampak jelas dalam kasus keracunan massal siswa akibat program MBG. Alih-alih melakukan evaluasi serius atas implementasi dan pengawasan yang buruk, Badan Gizi Nasional (BGN) justru membangun narasi yang menyalahkan petani. Dengan enteng disebut keracunan disebabkan infeksi nitrit akibat kelebihan nitrogen dari praktik pertanian.

Ironis. Program yang seharusnya berbasis riset, manajemen mutu, dan pendampingan teknis justru melempar tanggung jawab ke pihak paling rentan. Yang cacat bukan petani—tetapi perencanaan, pengawasan, dan tata kelola program. Jika benar pangan dari petani mengandung nitrit berbahaya, seharusnya bukan hanya penerima MBG yang keracunan, tetapi mayoritas penduduk Indonesia yang juga mengonsumsi hasil pertanian mereka.

Ini pola yang semakin berulang: kebijakan dibuat secara serampangan, rakyat kecil yang menanggung akibatnya, dan otoritas lolos dari akuntabilitas. Sebuah tragedi nalar.


Pembangkangan Konstitusi: Pelecehan Terhadap Putusan MK

Krisis akuntabilitas semakin tampak dalam respon institusi negara terhadap putusan MK yang bersifat final dan mengikat, terkait keharusan anggota Polri yang menduduki jabatan sipil untuk mundur atau pensiun. MK sebagai The Guardian of the Constitution sudah menyatakan norma yang jelas. Namun yang terjadi adalah resistensi.

Dalih demi dalih dimunculkan—MK dianggap salah menerapkan hukum, putusan dianggap hanya berlaku ke depan, bahkan ada yang berargumen jabatan tertentu masih relevan dengan tugas Polri, sehingga tidak wajib mundur.

Upaya mengaburkan kewajiban konstitusional dengan interpretasi yang dipelintir, atau kemungkinan nanti melalui regulasi lebih rendah, bukan sekadar perbedaan pendapat hukum; ini adalah bentuk pembangkangan konstitusional. Jika aparat negara saja mengabaikan putusan MK, kita sedang menyaksikan rapuhnya sendi-sendi negara hukum.


Drama Dokumen Negara: Integritas yang Dikubur Hidup-Hidup

Puncak dari krisis nalar ini tampak dalam drama pemusnahan dan pengaburan dokumen negara terkait kasus dugaan ijazah palsu.

1. Sikap Aneh KPUD Surakarta
KPUD Surakarta secara mencurigakan memusnahkan dokumen pencalonan Jokowi sebagai calon wali kota tanpa dasar hukum yang jelas. Tidak ada penjelasan tentang batas retensi dokumen, tidak ada berita acara pemusnahan, dan dilakukan secara tidak transparan. Ini bukan sekadar maladministrasi, tetapi penghancuran akuntabilitas publik.

2. Gagapnya UGM
UGM, sebagai institusi akademik tertinggi, justru tampil gagap. Dokumen pendidikan Jokowi—ijazah, skripsi, hingga kartu hasil studi—disebut tidak dikuasai, sebagian diklaim telah disita kepolisian. Namun fakta persidangan menunjukkan sebagian besar dokumen tersebut masih berada di bawah kendali UGM. Sikap menghindar ini sangat ironis: institusi yang seharusnya menjunjung kebenaran ilmiah justru terjebak dalam gelombang ketertutupan.

Kontras dengan sikap ini, Hakim MK Asrul Sani—yang juga dituduh memiliki ijazah bermasalah—justru berani tampil ke publik, menunjukkan dokumennya, dan menjelaskan riwayat pendidikannya secara terbuka. Sementara kasus dugaan ijazah palsu Jokowi justru terus diselimuti alasan bertele-tele, kriminalisasi terhadap pengungkap, dan drama yang tak kunjung selesai.


Restorasi Nalar dan Disiplin Konstitusi

Ketika institusi negara—dari pembuat kebijakan, penegak hukum, hingga lembaga pendidikan—secara sistematis melakukan pengalihan tanggung jawab, pembangkangan terhadap konstitusi, dan penghilangan dokumen negara, maka yang tengah runtuh bukan sekadar sistem, tetapi kewarasan bernegara.

Yang paling dibutuhkan hari ini bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi:

  1. Restorasi nalar publik,
  2. Penegakan disiplin konstitusional, dan
  3. Pemulihan integritas institusi.

Institusi negara harus kembali pada prinsip dasar:

  • Bertanggung jawab atas setiap kegagalan kebijakan—tanpa mencari kambing hitam.
  • Patuh absolut terhadap putusan MK sebagai penjaga UUD 1945.
  • Menjaga integritas dokumen negara dan menegakkan transparansi sebagai standar, bukan pengecualian.

Tanpa pemulihan nalar dan integritas ini, bangsa ini akan terus tersandera dalam lingkaran kebijakan yang kacau dan budaya impunitas yang merusak fondasi negara hukum.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KESAKSIAN Vs KETERANGAN: “Mengapa KUHAP Nasional Justru Lebih Buruk dari Warisan Kolonial?”

Next Post

Sejumlah Tokoh Akan Hadiri Musyawarah Tahunan MMS di Gedung Sate, Sabtu Ini

fusilat

fusilat

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Next Post
Sejumlah Tokoh Akan Hadiri Musyawarah Tahunan MMS di Gedung Sate, Sabtu Ini

Sejumlah Tokoh Akan Hadiri Musyawarah Tahunan MMS di Gedung Sate, Sabtu Ini

Masa Menutup Impor Pakaian Bekas Saja Harus Menunggu Perintah Presiden?

Masa Menutup Impor Pakaian Bekas Saja Harus Menunggu Perintah Presiden?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...