• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Meluruskan Relasi Kuasa Sesat di Kepolisian

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 4, 2023
in Feature
0
Mengevaluasi Ulang Fungsi Kelembagaan Polri

Ilustrasi polisi(SHUTTERSTOCK/CAHYADI SUGI)

Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Hanif Sofyan, Pegiat literasi di walkingbookorg

Jakarta – Ibarat orang makan nangka, Teddy Minahasa makan nangka, Dody Prawiranegara ikut kena getahnya.

Hal yang paling menarik dari terbongkarnya penyalahgunaan barang bukti sabu-sabu alias “trawas” dalam kasus Teddy Minahasa adalah keterlibatan AKBP Dody, Kapolres Bukittinggi.

Kemudian jabatan tersebut digantikan oleh AKBP Wahyuni Sri Lestari. Dody pun dimutasi ke Polda Sumatera Barat menjadi Kabagada Rolog Polda Sumatera Barat karena kasus narkoba tersebut.

Menariknya karena ternyata berdasarkan cecaran hakim dalam persidangan, tak ada indikasi lain dari Dody selain hanya menjalankan perintah atasan sebagai bentuk loyalitasnya yang salah kaprah. Tak apa pun yang didapat Dody selain amsyong!

Realitas itu dibeberkan Dody dalam persidangan. Tak ada keuntungan imbal-balik atas transaksi penjualan sabu tersebut. Baik dalam wujud uang, maupun kenaikan pangkat atau promosi jabatan. Semuanya murni soal loyalitas!

Mengapa bisa? Ketakutan yang blablas Seperti halnya kasus Ferdy Sambo yang melibatkan Bharada Richard Eliezer, ajudannya, keduanya memiliki kesamaan dalam hal relasi kuasa antara bawahan dan atasan yang membuat ajudannya melaksanakan perintah yang bertentangan dengan kewajibannya sebagai polisi.

Persoalan relasi kuasa sebagaimana disampaikan Eliezer adalah ganjalan terbesarnya dalam kasus Sambo. Ketakutan seorang Bharada Eliezer yang berpangkat paling bontot dengan seorang atasan jenderal berbintang dua dan menjabat kepalanya pengadil para polisi, menjadikan hubungan itu menjadi jomplang secara relasi kuasa dalam kaitan perintah.

Hal ini membuat Bharada Eliezer tak memiliki alasan untuk menolak perintah langsung dari seorang Sambo, meskipun harus membunuh sejawatnya yang berpangkat lebih tinggi, yaitu Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Sekali lagi, di antara mereka tak ada kasus atau tendensi dendam yang menjadi latar belakang Bharada Eliezer bersedia menghabisi Brigadir Joshua, semua karena perintah atasan.

Dalam kasus sabu yang melibatkan jenderal bintang dua Teddy Minahasa, Dody berada di posisi yang kurang lebih sama dalam hubungan relasi kuasa. Dalam persidangan bahkan terungkap bahwa sebagai atasannya Teddy Minahasa adalah sosok yang pendendam, perfeksionis, pernah menjadi ajudan khusus presiden era Jusuf Kalla.

Teddy adalah salah satu polisi terkaya versi LHKPN 2021 (Rp29 miliar), dan memiliki riwayat karier yang cepat dan melejit saat memperoleh bintangnya. Hal itu membuat Doddy merasa serba salah untuk menolak ketiga kalinya perintah sang jenderal.

Kata Dody dalam persidangan jika Kapoldanya bukan Teddy, saya akan frontal menolaknya. Sikap ini memang dibuktikan dengan pernyataan dari orangtua Doddy, yang tidak lain adalah Irjen Pol (Purn) Maman Supratman, yang pernah menjabat sebagai Kapolda Riau dan Wakapolda Sumut.

Relasi kuasa salah kaprah

Persoalan ini agaknya harus menemukan titik solusi dari banyak persoalan dalam jenjang relasi kuasa di institusi kepolisian. Padahal saat kasus Sambo merebak, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah menyampaikan agar seorang bawahan harus berani menolak perintah atasan jika perintahnya itu menyalahi hukum.

Bagaimana pun polisi adalah pengayom masyarakat, yang harus memberikan contoh. Sementara dalam persidangan terungkap, Teddy menyebut banyak polisi menggunakan sabu sitaan. Seolah pernyataannya itu menunjukkan kondisi sebenarnya dari buruknya institusi Polri yang kotor dan kumuh.

Dan perlahan-lahan, satu per satu “bangkai” itu tercium publik, melalui kasus-kasus yang terus bermunculan. Bukan tidak mungkin semakin lama kasus dalam tubuh institusi Polri ini akan muncul secara sporadis.

Sebagaimana disampaikan Irjen (Purn) Benny Mamoto, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional, kasus narkoba memang sangat menggiurkan dalam institusi Polri. Fakta ini berbahaya, karena menjadi preseden buruk bagi citra institusi Polri.

Konon lagi ketika Kapolri bersusah payah membangun image melalui Polri Presisi sebagai bangunan citra baru, upaya tersebut menjadi terasa sia-sia. Kasus Sambo menjadi pukulan pertama yang paling menohok bagi Polri. Hingga muncul wacana yang satir untuk membubarkan institusi Polri dan membangunnya kembali yang lebih bersih.

Namun itu bukan solusi tepat, mengingat persoalannya bukan pada institusinya, namun pada orang-orang yang bekerja di dalamnya. Sebaik apa pun aturan hukum yang melandasi filosofi kerja-kerja Polri jika tidak dilaksanakan, maka akan menjadi aturan kosong.

Hal ini setidaknya dibuktikan dengan kemunculan dua kasus, ketika anak seorang petinggi Polri melakukan kekerasan di sekolahnya dan seolah mendapat dukungan, karena anak seorang pembesar Polri. Begitu juga kasus termutakhir pemukulan seorang remaja, oleh anak seorang AKBP polisi yang tidak saja terbukti di video, namun sang ayah justru menjadi orang yang tidak melerai, namun melakukan pembiaran.

Apa jadinya jika bukti rekaman itu tidak ada, bukan tidak mungkin kasusnya hanya akan terbungkus dan dipeti-eskan. Namun dua kasus itu juga menjadi semacam bukti, bahwa bukan tidak mungkin banyak kasus lainnya. Layaknya puncak gunung es yang tidak terbongkar atau dibungkam dengan kekuasaan yang dimiliki oleh seorang anggota Polri.

Menunggu solusi baru

Kebijakan atau aturan apalagi yang harus ditegaskan oleh Kapolri agar bawahan dalam institusi yang dipimpinnya tidak lagi melakukan tindakan yang melawan hukum. Reformasi kultural di tubuh Polri harus terus didorong lebih maju. Kapolri juga sudah menegasi soal pengawasan melekat, agar para pimpinan menjadi contoh bagi bawahan. Terutama bagaimana meluruskan kembali kesalahan fatal, menjalankan relasi kuasa yang sebagaimana dituturkan oleh orangtua Dody, secara teori relasi kuasa itu susah dijalankan dalam situasi di lapangan.

Lantas adakah solusi ke depan yang bisa ditawarkan institusi Polri yang lebih konkret, membumi untuk menjembatani agar persoalan relasi kuasa yang keblabalasan ini tak lagi terulang, sehingga seseorang yang berada dalam posisi seperti Bharada Eliezer atau AKPB Dody Prawiranegara, tidak justru masuk dalam jebakan batman akibat ulah atasannya sendiri yang jelas-jelas sesat jalan!

Dikutip dari Kompas.com, Kamis 4 Mei 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Habis Fredrich Yunadi, Terbitlah Roy Rening

Next Post

Meski Dirayu Golkar dan PKB, Partai Demokrat Tak Goyah Tetap Usung Anies

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Next Post
AHY Pertanyakan Proyek Mercusuar Era Jokowi Dan Utang Negara Naik 3 Kali Lipat 

Meski Dirayu Golkar dan PKB, Partai Demokrat Tak Goyah Tetap Usung Anies

Maksiat Perselingkuhan Politik

Istana Negara Jadi Posko Kemenengan Dua Capres Restu Jokowi!?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist