• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Memaknai Kematian dalam Hindu: Dari Raga Fana Menuju Ngaben

Ali Syarief by Ali Syarief
August 29, 2025
in Cross Cultural, Feature, Spiritual
0
Memaknai Kematian dalam Hindu: Dari Raga Fana Menuju Ngaben
Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah kehormatan, atas undangan Bu Jero, saya bisa melayat pada kematian Cokorda Istri Nitiyadnya, putri kedua Raja Ubud. Kehadiran di tengah upacara duka keluarga kerajaan ini bukan hanya memberi kesempatan untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga membuka ruang perenungan yang dalam tentang makna kematian dalam keyakinan Hindu. Di hadapan prosesi yang begitu agung dan sarat makna, saya belajar bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan perjalanan jiwa menuju asalnya.

Kematian, bagi sebagian besar manusia, adalah misteri yang menakutkan. Namun dalam Hindu, kematian bukanlah akhir, melainkan sebuah pintu menuju perjalanan jiwa yang lebih luas. Tubuh yang kita kenakan hanyalah pakaian sementara, sedangkan jiwa—atma—adalah abadi. Seperti api yang berpindah dari satu pelita ke pelita lain, demikianlah atma meninggalkan raga, mencari wadah baru dalam siklus samsara, hingga suatu saat mencapai moksha: kebebasan dari kelahiran dan kematian.

Bhagavad Gita mengajarkan:
“Sebagaimana seseorang mengganti pakaian usang dengan yang baru, demikian pula jiwa menanggalkan tubuh yang lama untuk mengenakan tubuh yang baru.” (Bhagavad Gita II:22)

Di sinilah kematian menemukan makna spiritualnya. Ia bukan sekadar kehilangan, melainkan momentum pengembalian. Apa yang berasal dari bumi akan kembali pada bumi, apa yang berasal dari air kembali ke air, apa yang berasal dari api kembali ke api. Tubuh manusia yang dibentuk oleh panca maha bhuta—tanah, air, api, udara, dan akasa—akan kembali ke asalnya. Jiwa, yang sejatinya percikan Brahman, melanjutkan perjalanannya ke alam yang lebih halus.

Upacara ngaben hadir sebagai jembatan antara yang fana dan yang abadi. Dalam api yang berkobar, bukan hanya tubuh yang lebur, tetapi juga keterikatan, kesedihan, dan rasa kepemilikan yang terlalu kuat terhadap dunia. Keluarga yang ditinggalkan, dengan segala rasa kehilangan, justru menemukan penghiburan dalam ritual ini. Mereka belajar melepaskan dengan doa, bukan dengan tangisan semata. Mereka mengantar roh yang dicintai menuju kebebasannya, bukan menahannya dalam jerat dunia.

Istri Raja Ubud, Bu Jero Tengah,  (Kebaya Violet dan Mantan Wagub Bali (ujung Kanan)

Ngaben mengajarkan manusia bahwa api bukan sekadar penghancur, melainkan penyuci. Dalam kobarannya, tubuh fana dihantarkan kembali kepada unsur asalnya, sementara jiwa yang suci diantar dengan mantra dan yadnya agar menemukan jalan pulang. Setelah abu hanyut di sungai atau laut, simbol itu menjadi pengingat: hidup manusia bukan untuk menggenggam, melainkan untuk melepas; bukan untuk menahan, melainkan untuk merelakan.

Kematian, dengan demikian, bukanlah musuh yang harus ditakuti, melainkan guru yang mengingatkan bahwa semua yang kita cintai bersifat sementara. Kematian mengajarkan kita untuk hidup dengan lebih sadar, lebih ringan, lebih ikhlas. Seperti air yang mengalir tanpa pernah kembali ke hulunya, demikianlah perjalanan jiwa menuju asalnya.

Dalam Hindu, ngaben bukan sekadar ritual, tetapi doa yang menyala dalam api. Ia adalah tanda cinta terakhir keluarga kepada yang pergi, cinta yang tidak lagi berwujud pelukan, melainkan pelepasan. Dan di sanalah, di balik kesedihan yang membara, hadir kedamaian: kesadaran bahwa tidak ada yang benar-benar hilang, hanya kembali.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Membubarkan Polri: Gagasan Radikal Gus Dur yang Masih Menggema

Next Post

Polisi Minta Maaf, 7 Personel Ditahan: Pers Asing Soroti Kematian Pengemudi Ojol di Tengah Demo Jakarta

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah
Feature

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Next Post
Personel Brimob yang Lindas Ojol Harus Diproses Hukum

Polisi Minta Maaf, 7 Personel Ditahan: Pers Asing Soroti Kematian Pengemudi Ojol di Tengah Demo Jakarta

Represi Aparat dan Gagalnya Transformasi Polri di Tengah Bebalnya Elite Politik

Represi Aparat dan Gagalnya Transformasi Polri di Tengah Bebalnya Elite Politik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa
Birokrasi

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Jakarta - FuilatNews.--, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dimobilisasi untuk menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa titik di Jakarta. Sehari sebelumnya,...

Read more
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...