• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Membaca Arah dan Gerakan Alumni HMI

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 25, 2022
in Feature
0
Membaca Arah dan Gerakan Alumni HMI
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ambar Susatyo Murti

Jakarta – Saya dulu berpikir kuliah hanyalah belajar, lulus dengan IPK bagus, dan setelahnya bekerja. Dan, semuanya berubah total setelah saya bertemu dan mengikuti proses di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Melalui pengkaderan HMI saya merasa dunia ini semakin luas, banyak hal baru, dan membuka cakrawala. Saya mulai paham berorganisasi, mengerti pentingnya akademik, dan berusaha keras menjadi insan akademis “berpendidikan tinggi, berpengetahuan luas, dan berpikir rasional dan kritis”.

Dari HMI juga saya mulai memahami berbagai pemikiran dan bermacam isu. Tak hanya pemikiran klasik, tetapi juga pemikiran rasional modern, pemikiran pembaharuan Islam dan tentunya berbagai isu keumatan Nurcholish Madjid. Dan, yang masih terus membekas adalah peneguhan terkait komitmen keislaman dan keindonesiaan.

Saya juga banyak belajar tentang bersikap kritis, teknik pengambilan keputusan, bahkan dalam tingkat selanjutnya saya juga belajar tentang strategi taktik, yang membawa pada pemahaman berbagai hal terkait manajemen konflik, membaca peta politik, intrik kepentingan, dan lainnya. Banyak hal di luar ekspektasi benar-benar saya peroleh dari proses ber-HMI.

Tak hanya saya, banyak kawan-kawan yang pernah menjadi aktivis HMI juga menjalani fase dan proses yang sama. Dan, saya beruntung dengan bekal dan tempaan dari HMI, saya merasa menjadi pribadi yang lebih matang dalam menghadapi tantangan dunia. Meskipun tak semuanya menjadi tokoh penting, namun alumni HMI bertebaran di pemerintahan, profesional, NGO, petani, pengusaha, pendidik di kampus hingga “kiai pesantren”, dan berbagai profesi lain yang tersebar di berbagai tempat di seantero Indonesia bahkan ada juga di beberapa belahan dunia.

Dua Jalur

Menurut saya gerakan alumni HMI ini ada dua jalur, yaitu gerakan personal “individu masing-masing kader” dan gerakan alumni secara kelembagaan dalam institusi resmi organisasi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Kalau saya cermati sebenarnya alumni HMI itu tidak hanya mereka yang sering terlihat di media dan sering muncul dalam agenda publik memperbincangkan berbagai macam isu, perkembangan politik, dan ramainya perebutan kekuasaan. Namun di luar itu banyak juga alumni yang mendedikasikan diri pada level akar rumput, menjadi tokoh-tokoh kecil di masyarakat, menjadi orang biasa yang berada pada sudut-sudut tak terliput, namun perannya nyata dalam kehidupan.

Untuk alumni yang berada pada jalur gerakan personal, saya kira kontribusi mereka sangat riil, karena secara alamiah mereka telah mendedikasikan ilmu yang dimiliki terwujud dalam bentuk pengabdian konkrit sebagai “insan pengabdi”. Dan, yang menurut saya perlu dipertegas adalah gerakan alumni yang berada dalam naungan kelembagaan KAHMI. Selain gerakan sosial dan kekeluargaan yang selama ini masif dijalankan, akankah ada lagi gerakan baru yang akan dilakukan?

Alumni HMI juga dikenal dengan jejaring yang kaya dan relasi yang kuat. Ini menjadi salah satu kekuatan. Jejaring dan relasi inilah yang selama ini menonjol menjadi kekuatan sosial KAHMI. Apakah sudah saatnya kekuatan ini ditransformasikan dan dikembangkan menjadi kekuatan yang lain?

Intinya dengan modal potensi intelektual dan jumlahnya yang besar, gerakan alumni HMI harusnya semakin kaya kreasi, inovatif, dan berani masuk ke ruang-ruang baru, namun tetap tak mengingkari nilai-nilai HMI. Ambillah misal saat di HMI setiap kader harus memegang independensi etis dan organisatoris, selalu berpegang pada nurani kebenaran, dan tak pernah meninggalkan sifat hanif. Setelah menjadi alumni dengan berbagai macam dinamika dan persoalan, independensi dan keberpihakan pada nurani kebenaran itu tetap harus dipegang teguh meskipun sulit seperti menjinakkan bumerang.

Perubahan sosial pun mutlak terjadi seiring dengan berkembangnya zaman. Bersamaan dengan itu potensi alumni HMI harus diberikan ruang lebih longgar. Tak ada kata lain alumni HMI harus pandai membaca arus perubahan, memahaminya, dan akhirnya mampu memformulasikan ke mana arah gerakan selanjutnya dilakukan. Jangan sampai gerakan alumni HMI terhenti atau hanya berkutat dalam zona nyaman elite dan kekuasaan.

Momentum Munas

Alumni HMI terlembagakan dalam struktural KAHMI. KAHMI adalah organisasi resmi para alumni HMI dan secara organisatoris menjadi wadah bernaung dan eksistensi alumni. KAHMI dibentuk pada munas alumni HMI yang bertepatan dengan Kongres VIII HMI di Solo, Jawa Tengah. Motivasi dasar terbentuknya KAHMI yaitu adanya keinginan wadah kekeluargaan alumni HMI. KAHMI disahkan pada 17 September 1966. Kepengurusan KAHMI saat ini telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri.

KAHMI telah menjadi wadah bagi aktivitas para alumni HMI di berbagai bidang kehidupan. Berbagai aktivitas telah dilakukan KAHMI, mulai dari aktivitas sosial kemasyarakatan hingga pembahasan isu-isu strategis menjadi diskusi rutin dan kajian. Bahkan saat ini KAHMI juga memiliki perguruan tinggi yaitu Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Januari 2021 dan sekaligus menjadi hari lahir UICI.

KAHMI telah berusia 56 tahun. Meskipun belum bisa dibandingkan seperti ormas pendahulu semisal Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, namun jika dikelola dengan baik bukan tidak mungkin peran KAHMI akan mampu mengejar ormas-ormas besar yang telah lama hadir dan menghiasi kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Nah, sampai di sini, akankan KAHMI memilih gerakan untuk mengejar ormas-ormas besar tersebut?

Saya pun merasa penasaran dan masih menebak-nebak ke mana gerbong besar KAHMI yang telah meraksasa ini akan dibawa. Saya juga menunggu-nunggu apa kiranya yang akan diputuskan dalam Munas KAHMI terkait arah gerakan alumni HMI. Apakah sekadar sebagai wadah berhimpun, ruang silaturahmi, momen bernostalgia sembari menjalani fungsi dalam rangka menunjang pengkaderan HMI, atau akan ada transformasi gerakan untuk membuka ruang-ruang pengabdian baru.

Saya yakin dengan potensi yang dimiliki, alumni HMI tak akan pernah diam dan akan terus mencari dan menemukan pintu-pintu pengabdian baru sebagai wujud tanggung jawab sebagai insan akademis dan pengabdi. Sedangkan secara kelembagaan saya percaya bahwa seluruh alumni HMI yang terhimpun dalam KAHMI memiliki modal yang lebih dari cukup untuk berkontribusi dalam merancang masa depan bangsa dengan segala persoalan dan dinamikanya. Peran-peran apapun yang dilakukan alumni HMI baik personal maupun kelembagaan adalah wujud syukur dan kecintaan kepada bangsa Indonesia.

Selamat melaksanakan Munas KAHMI XI, 24-28 November 2022 di Palu, Sulawesi Tengah. Semoga tujuan HMI “terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernapaskan Islam dan bertanggung jawab terhadap terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridai Allah SWT” selalu menjadi motivasi dan tetap terpatri kokoh dalam sanubari. Yakin Usaha Sampai!

Ambar Susatyo Murti MSi, Ketua Umum HMI Cabang Ponorogo Periode 1999-2000.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rusia Mensahkan UU Larangan Propaganda Gay

Next Post

Kaesang-Erina Menikah di Depok, Resepsi di Pura Mangkunegaran

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Tuntut Gibran-Kaesang Diperiksa, Aliansi Aktivis 98 Bakal Geruduk KPK

Kaesang-Erina Menikah di Depok, Resepsi di Pura Mangkunegaran

Mahfud MD Batalkan Rakor Bahas Isu Penundaan Pemilu 2024

Soal Mafia Hukum, Mahfud pun Tak Berdaya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist