• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Membela Tanpa Hadir: Abraham Samad dan Gimik Advokasi

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
May 16, 2025
in Feature, Law
0
Abrahan Samad Surati Kapolri Desak Firli Bahuri Ditahan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Koordinator TPUA, Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukuman Politik)


Ada yang janggal dalam pusaran advokasi hukum para aktivis—ketika nama besar mantan Ketua KPK, Abraham Samad, dikabarkan turut menjadi pengacara pendamping untuk Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dalam perkara yang melibatkan Roy Suryo Cs. Namun publik layak bertanya: bagaimana mungkin seseorang yang sendiri berstatus sebagai terperiksa dalam laporan yang sama, bisa sekaligus menjadi pembela hukum di dalamnya?

Itulah pangkal kekecewaan kami. Sebagai koordinator advokat TPUA, saya menyatakan secara terbuka: keberadaan Abraham Samad dalam kasus ini, sejauh ini lebih banyak menjadi tajuk promosi daripada tindakan nyata dalam arena hukum. Ia disebut-sebut hadir dalam kapasitas sebagai pembela, tetapi ketika momentum klarifikasi sebagai terperiksa datang, ia absen. Bukankah ini mencederai logika hukum yang paling dasar?

Publik wajib tahu, bahwa Samad bukan hanya ditulis namanya di baliho atau poster pendampingan hukum. Ia disebut-sebut akan menjadi bagian dari garda hukum melawan dugaan kriminalisasi terhadap aktivis—laporan yang ditengarai berasal dari lingkaran kekuasaan tertinggi. Tapi bagaimana bisa seseorang yang tak menyelesaikan urusan hukumnya sendiri, mengadvokasi orang lain?

Absennya Abraham Samad dari proses klarifikasi bukan hanya soal personal, ini menyangkut integritas institusional. Undang-undang Advokat, KUHAP, dan aturan etik profesi tidak mengenal “pengacara siluman” yang bisa lompat peran seenaknya. Jika ia belum membersihkan dirinya sebagai subjek hukum dalam laporan yang sama, maka secara etis dan yuridis, ia tak berkepatutan hadir sebagai pendamping hukum.

Ini bukan sekadar gugatan prosedur. Ini soal etika. Ini soal keadilan substantif. Para aktivis seperti Roy Suryo, Rismon, serta senior kami Eggi Sudjana dan Rizal Fadillah bukan hanya butuh pembela yang bersuara lantang di media. Mereka membutuhkan keberpihakan nyata dalam ruang sidang, bukan gimik publisitas.

Belakangan kami mencium aroma lain yang mengganggu: mungkinkah Abraham Samad hanya dijadikan alat promosi oleh pihak-pihak tertentu? Sebuah strategi pemasaran politik? Jika benar, maka ini bukan hanya mencederai hukum, tapi juga mencoreng semangat perjuangan. Siapa “buzzer A” yang dimaksud dalam percakapan publik? Sosok yang di kalangan aktivis dijuluki Mr. Danger? Dugaan-dugaan ini harus dibuka ke permukaan, demi kejujuran wacana publik.

Masyarakat tidak boleh tertipu oleh embel-embel nama besar. Ketika praktik tidak sejalan dengan narasi, maka yang lahir adalah absurditas. Maka, saya sebagai bagian dari pengurus TPUA, merasa secara moral dikhianati. Para pejuang yang terus berdarah di medan perlawanan hukum tidak boleh dijadikan panggung promosi satu-dua tokoh yang enggan menuntaskan urusan hukumnya sendiri.

Semoga realitas ini menjadi pelajaran. Dalam hukum dan perjuangan, kehadiran lebih penting dari nama. Integritas lebih bernilai daripada pencitraan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Diduga Terlibat Praktik Haji Ilegal, Pihak Berwenang di Saudi Arabia Menangkap 2 Orang WNI

Next Post

Kapolri Bertekad akan Menindak Preman Pengganggu dari ‘Kelompok’ Manapun

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema
Feature

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI
Feature

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu
Feature

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026
Next Post
Kapolri Bertekad akan Menindak Preman Pengganggu dari ‘Kelompok’ Manapun

Kapolri Bertekad akan Menindak Preman Pengganggu dari 'Kelompok' Manapun

Kemenkes Minta Para Jemaah Haji, Tidak Kontak Langsung Dengan Ontah untuk Cegah MERS-Cov

Kemenkes Minta Para Jemaah Haji, Tidak Kontak Langsung Dengan Ontah untuk Cegah MERS-Cov

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!
Law

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

by Karyudi Sutajah Putra
April 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Pemberitaan sejumlah media beberapa waktu lalu ihwal pembongkaran rumah tua di kawasan cagar budaya, tepatnya di Jalan Teuku...

Read more
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Padamnya Api Demokrasi di Tangan Prabowo

April 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026
Siklus Baru Peradaban Palsu

Siklus Baru Peradaban Palsu

April 14, 2026

Citronella Oil Produk Andalan (Rencana Jangka Pendek 5 Tahun: Model Bisnis 2 untuk Kesejahteraan Petani melalui Koperasi)

April 13, 2026
Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

Anomali Belanja BGN di Tengah Narasi Efisiensi Negara

April 13, 2026
Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

Rakyat Takut Prabowo: Ketika Bayang-Bayang Militer Membungkam Demokrasi

April 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

Asfiksia: Kematian yang Sunyi dan Pertanyaan yang Menggema

April 14, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

April 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...