• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Membubarkan Organisasi: Catatan Sejarah dari Bung Karno, Pak Harto, hingga Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
March 2, 2025
in Feature, Politik, Sejarah
0
Membubarkan Organisasi: Catatan Sejarah dari Bung Karno, Pak Harto, hingga Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Pembubaran organisasi politik dan sosial keagamaan bukanlah hal baru dalam sejarah politik Indonesia. Dari era Sukarno hingga Joko Widodo, langkah ini dilakukan dengan alasan yang berbeda-beda, tetapi sering kali berakar pada pertimbangan politik, keamanan, dan stabilitas negara. Dalam catatan sejarah, Bung Karno membubarkan Partai Masyumi, Pak Harto membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI), dan Jokowi membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) serta Front Pembela Islam (FPI). Masing-masing pembubaran ini memiliki konteks historis dan politis yang menarik untuk dikaji lebih dalam.

Bung Karno dan Pembubaran Masyumi

Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) adalah salah satu partai politik besar yang lahir setelah Indonesia merdeka. Partai ini memiliki basis Islam yang kuat dan banyak didukung oleh kalangan intelektual Muslim. Namun, pada tahun 1960, Presiden Sukarno secara resmi membubarkan Masyumi dengan tuduhan bahwa partai tersebut terlibat dalam pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) di Sumatra. Bung Karno yang saat itu menggalakkan Demokrasi Terpimpin melihat Masyumi sebagai ancaman politik karena oposisi mereka terhadap kebijakan pemerintah.

Pembubaran ini menimbulkan perdebatan panjang. Para pendukung Masyumi menilai tindakan ini sebagai bentuk pemberangusan demokrasi dan kebebasan politik, sementara pihak pemerintah beranggapan bahwa langkah ini diperlukan untuk menjaga stabilitas negara di tengah gejolak politik pasca-revolusi.

Pak Harto dan Pembubaran PKI

Peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965 menjadi titik balik dalam sejarah politik Indonesia. Setelah insiden yang menewaskan enam jenderal Angkatan Darat, PKI (Partai Komunis Indonesia) dituduh sebagai dalang di balik kudeta yang gagal tersebut. Jenderal Soeharto, yang saat itu menjabat sebagai Panglima Kostrad, mengambil langkah tegas dengan melakukan pembersihan terhadap simpatisan PKI.

Pada tahun 1966, setelah Soeharto naik ke tampuk kekuasaan melalui Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar), PKI secara resmi dibubarkan dan dilarang. Pembubaran ini tidak hanya berdampak pada organisasi itu sendiri tetapi juga memicu pembantaian massal terhadap mereka yang diduga sebagai anggota atau simpatisan PKI. Rezim Orde Baru kemudian menginstitusionalisasikan larangan terhadap PKI dalam berbagai regulasi hukum dan konstitusi, menjadikannya sebagai simbol bahaya laten komunisme di Indonesia.

Jokowi dan Pembubaran HTI serta FPI

Di era kepemimpinan Joko Widodo, langkah pembubaran organisasi juga kembali terjadi. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dibubarkan pada tahun 2017 melalui Perppu Ormas No. 2 Tahun 2017. Pemerintah menilai bahwa HTI bertentangan dengan ideologi Pancasila dan mengancam keutuhan NKRI karena mengusung konsep khilafah yang dianggap tidak sejalan dengan sistem negara Indonesia.

Selain HTI, Front Pembela Islam (FPI) juga dibubarkan pada tahun 2020. FPI, yang selama ini dikenal dengan aksi-aksi demonstratif dan kadang kontroversial dalam mengusung nilai-nilai Islam, dinilai sebagai organisasi yang melanggar aturan dan kerap menimbulkan keresahan sosial. Keputusan pembubaran ini diambil setelah adanya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggota FPI serta dugaan keterkaitan dengan radikalisme.

Analisis dan Kesimpulan

Pembubaran organisasi politik atau keagamaan di Indonesia selalu berkelindan dengan kepentingan politik penguasa dan situasi keamanan nasional. Bung Karno membubarkan Masyumi untuk mengamankan posisinya dalam Demokrasi Terpimpin, Soeharto membubarkan PKI demi membangun stabilitas Orde Baru, dan Jokowi membubarkan HTI serta FPI dengan alasan menjaga keutuhan Pancasila dan keamanan nasional.

Namun, pembubaran organisasi juga sering kali memunculkan perdebatan. Ada yang melihatnya sebagai langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas negara, tetapi ada pula yang menilai sebagai bentuk represi politik yang membatasi kebebasan berserikat dan berpendapat.

Sejarah mencatat bahwa setiap pemimpin memiliki caranya sendiri dalam menghadapi organisasi yang dianggap berseberangan dengan kepentingan negara. Pertanyaannya adalah, apakah tindakan ini benar-benar demi kepentingan nasional, ataukah hanya cara penguasa untuk mempertahankan dominasi politik mereka? Sejarah akan terus mencatat dan rakyat yang akan menilai.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Heboh Pertamax Oplosan: IPW Desak Polsek Seluruh Indonesia Ambil Sampel

Next Post

Napoleon: Mahasiswa Takut Kepada Rektor, Bukan Polri

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Next Post
Napoleon: Mahasiswa Takut Kepada Rektor, Bukan Polri

Napoleon: Mahasiswa Takut Kepada Rektor, Bukan Polri

Pemerintah Berencana Impor Beras Sebanyak 500 ribu Ton

MEMURAHKAN HARGA BERAS

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...