• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Health

Memenuhi Kriteria Jadi Nabi, Kata PSI. Cukup Syarat Jadi Napi, Kata Ferdinand

Ali Syarief by Ali Syarief
June 15, 2025
in Health, Politik
0
Mengkultuskan Jokowi sebagai Nabi: Membakar Dupa di Atas Jerami Kering
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di negeri yang saban hari mengabarkan paradoks, kini muncul lagi satu kutipan yang membuat dahi berkerut dan bibir tersenyum pahit: “Memenuhi kriteria jadi Nabi.” Bukan dari ceramah agama, bukan dari majelis taklim. Tapi dari lidah seorang politisi PSI—partai yang belakangan lebih sering memancing tawa daripada harapan.

Pujian itu dialamatkan kepada seorang tokoh yang selama ini dielu-elukan sebagai pemimpin masa depan, meski masa kini masih menagih tanggung jawab. Lalu datang Ferdinand Hutahaean—mantan politisi, aktivis media sosial, sekaligus alumni bui—yang tak kalah nyeleneh memberi kontras: “Cukup syarat jadi napi.”

Dua kutipan, satu objek, dua semesta tafsir. Yang satu menabalkan gelar kenabian, yang lain memberi saran pengacara.


Tak ada yang salah dari pujian. Tapi ketika pujian itu menyentuh wilayah yang sakral—kenabian, misalnya—maka ia berubah dari sanjungan menjadi cemoohan terhadap akal sehat publik. PSI, partai yang lahir dari semangat anak muda berpolitik santun dan rasional, tampak kehilangan kompasnya. Mereka kini lebih mirip tim stand up comedy ketimbang kendaraan politik serius.

Mengatakan seseorang “memenuhi kriteria jadi nabi” tentu bukan kalimat sembarangan. Selain karena agama-agama wahyu sudah menutup gerbang kenabian, pernyataan semacam itu menyerempet garis tipis antara kekaguman dan kekonyolan. Bila PSI serius mengusung kalimat itu, maka publik berhak bertanya: sedang main satire atau sudah kehilangan nalar?

Tapi Ferdinand juga tak kalah berisik. Menggiring opini bahwa sang tokoh cukup syarat jadi napi mungkin terdengar lebih realistis dalam keriuhan politik hari ini, tetapi tetaplah sebuah tudingan yang harus dibuktikan lewat hukum, bukan lewat cuitan. Namun di republik yang narasinya sering melampaui logika hukum, sindiran Ferdinand justru mendapat tempat. Di negara yang hukum dipermainkan oleh yang berkuasa, julukan napi potensial bukan kutukan, tapi komentar sosial.


Dalam pusaran politik menjelang Pilkada dan 2029, para tokoh tak hanya diuji oleh gagasan dan rekam jejak, tapi juga oleh barisan puja dan cerca yang kian tak rasional. Kita seperti menonton teater di mana partai menjadi badut dan buzzer menjadi penceramah.

Lantas, siapa yang diuntungkan dari absurditas ini?

Pertama, tentu para politisi yang gemar membangun kultus individu. Kedua, mereka yang ingin menjatuhkan tokoh tertentu lewat serangan personal. Sementara rakyat? Seperti biasa: hanya menjadi penonton yang dilibatkan dalam survei, diiming janji, dan dibohongi berkala.

Jika politik sudah kehilangan kesakralannya, jangan heran bila bahasa-bahasa suci—seperti “nabi”—dipakai sekadar untuk merangkai caption kampanye. Dan bila hukum kehilangan ketegasannya, maka istilah seperti “napi” hanya menjadi semacam eufemisme, pengalih dari fakta bahwa banyak orang yang mestinya masuk penjara malah duduk di kursi kekuasaan.

Jadi, siapa yang Anda percaya?

Nabi, napi, atau hanya sekadar politisi yang pandai bicara, tetapi lupa cara bekerja?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MEGAWATI YANG IKUT MENGAMANDEMEN PANCASILA.

Next Post

Ilmuwan-ilmuwan Tukang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak
Feature

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Ketika Pencitraan Mengalahkan Kinerja: Demokrasi Sedang Dijebak Efek Elektoral Tipu-Tipu
Feature

Ketika Pencitraan Mengalahkan Kinerja: Demokrasi Sedang Dijebak Efek Elektoral Tipu-Tipu

May 17, 2026
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda
Feature

Membungkam Kritik, Menabur Ketakutan

May 16, 2026
Next Post
Setelah Ditulis Ulang Sejarah Indonesia, Versi Terbaru Akan Diluncurkan  17 Agustus 2025

Ilmuwan-ilmuwan Tukang

PI Net Work Indonesia Klaim Mampu Lunasi Seluruh Utang Negara Lewat Dukungan Komunitas Pioner

PI Net Work Indonesia Klaim Mampu Lunasi Seluruh Utang Negara Lewat Dukungan Komunitas Pioner

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain

Prabowo & Keledai

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist