• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

MEGAWATI YANG IKUT MENGAMANDEMEN PANCASILA.

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
June 15, 2025
in Feature, Sejarah
0
MEGAWATI YANG IKUT MENGAMANDEMEN PANCASILA.
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh :Prihandoyo Kuswanto – Ketua Pusat Study Kajian Rumah Panca Sila

 

PEMBAHASAN

Pidato Megawati Soekarnoputri dalam pembukaan pameran foto Gelegar Foto Nusantara 2025 memicu perdebatan publik, bukan hanya karena seruan retorisnya mengenai pentingnya semangat kebangsaan, tetapi juga karena kontradiksi yang mencolok antara pernyataannya dengan rekam jejak politiknya sendiri. Saat ia berkata, “Kalau kalian tidak Pancasilais, jangan tinggal di sini,” pernyataan tersebut seolah meneguhkan posisi ideologisnya. Namun, pertanyaan yang muncul: sejauh mana Megawati konsisten dengan nilai-nilai Pancasila yang ia serukan?

Sebagai Presiden kelima Republik Indonesia dan salah satu tokoh kunci dalam amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pascareformasi, Megawati justru terlibat langsung dalam perubahan fundamental terhadap sistem ketatanegaraan Indonesia. Amandemen UUD 1945 yang dilakukan antara tahun 1999 hingga 2002 tidak hanya bersifat teknis, melainkan menyentuh aspek filosofis yang sangat mendasar. Salah satu yang paling krusial adalah terhapusnya Penjelasan UUD 1945 yang memuat Pokok-Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945, yang menjadi tempat bersemayamnya Pancasila sebagai staatsfundamentalnorm—norma fundamental negara yang menjadi sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.

Dengan hilangnya pokok-pokok pikiran tersebut, Pancasila tidak lagi menjadi fondasi ideologis dalam praktik ketatanegaraan. Sistem permusyawaratan yang menjadi ciri khas sila keempat Pancasila telah tergantikan oleh mekanisme demokrasi liberal berbasis suara terbanyak. Musyawarah digantikan oleh kontestasi, kebijaksanaan digantikan oleh kepentingan, dan partisipasi rakyat kini tunduk pada logika “nomor piro, wani piro” — logika kekuasaan berbasis uang dan suara. Demokrasi yang dulunya bersendi pada etika gotong royong kini telah berubah menjadi ajang pertarungan kepentingan individu dan kekuatan modal.

Lebih jauh, perubahan struktur MPR dari lembaga tertinggi negara menjadi lembaga tinggi negara menghapus identitas asli bangsa yang dirumuskan oleh para pendiri republik. Lembaga yang dahulu menjadi pengejawantahan kedaulatan rakyat—dengan kehadiran utusan golongan dan utusan daerah—kini berubah menjadi struktur parlementer yang mengutamakan perwakilan politik formal dan pemilihan langsung. Akibatnya, sistem representasi yang dahulu bersifat inklusif dan menyeluruh berubah menjadi sempit, transaksional, dan elitis.

Tak hanya itu, penghapusan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) serta hilangnya mandat MPR kepada Presiden semakin menegaskan bahwa arah pembangunan nasional tidak lagi berpedoman pada satu kompas ideologis yang menyatukan bangsa. Presiden yang dulu adalah mandataris MPR—sebagai wakil rakyat yang berdaulat—kini dipilih langsung dalam sistem demokrasi liberal yang cenderung pragmatis dan jangka pendek.

Dengan semua perubahan ini, muncul pertanyaan mendasar: apakah Indonesia hari ini masih merupakan negara yang didirikan pada 17 Agustus 1945? Jika identitas, struktur, dan asas bernegara telah berubah secara mendasar, maka sesungguhnya yang kita saksikan adalah lahirnya sebuah negara baru dalam kemasan lama—sebuah negara dengan semangat demokrasi liberal yang jauh dari nilai-nilai Pancasila asli.

Ironisnya, Megawati—yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)—justru menjadi salah satu figur kunci yang turut menandatangani dan melegitimasi perubahan besar ini. Ketika ia menyerukan pentingnya menjadi Pancasilais, publik berhak bertanya: apakah beliau sendiri telah setia dan jujur pada Pancasila dalam tindakannya?

Bahkan tokoh seperti Amien Rais, yang dulu menjadi bagian dari gelombang reformasi, telah mengakui bahwa amandemen UUD 1945 adalah sebuah kesalahan besar. Ia menyampaikan penyesalan kepada tokoh-tokoh nasional dalam forum Maklumat Yogyakarta bahwa amandemen tersebut telah menyimpang dari semangat asli pendirian negara.

Dalam konteks ini, seruan Megawati kepada warga untuk “jangan tinggal di sini jika tak Pancasilais” menjadi paradoks yang menyayat nalar publik. Sebab jika benar negara ini telah menjauh dari identitas Pancasila akibat amandemen yang ia dukung, maka pertanyaan terbesar justru tertuju padanya: apakah Megawati menyadari bahwa ia adalah bagian dari proses historis yang menggiring Indonesia menjauh dari jati diri ideologisnya?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

EMPAT PULAU, SATU PENGKHIANATAN

Next Post

Memenuhi Kriteria Jadi Nabi, Kata PSI. Cukup Syarat Jadi Napi, Kata Ferdinand

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Mengkultuskan Jokowi sebagai Nabi: Membakar Dupa di Atas Jerami Kering

Memenuhi Kriteria Jadi Nabi, Kata PSI. Cukup Syarat Jadi Napi, Kata Ferdinand

Setelah Ditulis Ulang Sejarah Indonesia, Versi Terbaru Akan Diluncurkan  17 Agustus 2025

Ilmuwan-ilmuwan Tukang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...