• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Jokowi Terlalu Stres – Dalam Posisi Terjepit

Ali Syarief by Ali Syarief
April 28, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Menuju Jogja: Misi Membongkar Legitimasi Akademik Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Gejala stres berat bukan hanya tercermin dari perilaku yang berubah, tetapi juga dari perubahan fisik yang mencolok. Pada diri Joko Widodo — yang oleh sebagian kalangan kini getir menyebutnya “presiden-presidenan” — tanda-tanda itu tampil semakin gamblang. Rambut yang rontok dan menipis dengan cepat, kerutan yang memborasi wajah dalam hitungan bulan, tubuh yang kehilangan keluwesan, hingga raut muka yang semakin murung, adalah fragmen-fragmen kecil dari kisah besar: Joko Widodo tengah terperosok dalam fase depresi kronis dan penuaan degeneratif yang sulit dibendung.

Cara berbicara yang mulai tersendat, gestur tubuh yang kehilangan sinkronisasi dengan kata-kata, ekspresi wajah yang kian sulit disamarkan — semua itu menandakan lebih dari sekadar kelelahan fisik. Ini adalah tekanan psikis yang menggerogoti dari dalam, membuat seseorang lambat laun kehilangan daya cengkeram terhadap kenyataan. Ia masih terlihat nyaman memainkan peran lama, berdiri di tengah panggung seolah negeri ini masih dalam genggamannya, padahal kekuasaan de facto telah beralih.

Penuaan ini bukan penuaan yang alamiah. Ini adalah penuaan paksa — degenerasi sistemik akibat stres kronis. Secara medis, stres ekstrem memompa kortisol berlebih ke dalam tubuh, merusak keseimbangan hormonal, mempercepat kerontokan rambut, mengendurkan jaringan kulit, mempercepat keriput, dan mempercepat kelelahan organ vital. Tubuh manusia, di bawah tekanan ketakutan besar, merespons dengan mempercepat keruntuhannya sendiri.

Dan ketakutan itu nyata. Bukan penyesalan moral, melainkan ketakutan akan keterbukaan: ketakutan bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi, kerusakan yang ditinggalkan dalam sepuluh tahun pemerintahannya akan menjadi jelas dan tak lagi bisa dibungkam. Bahwa “kolateral damage” yang selama ini disamarkan dengan retorika pembangunan, lambat laun akan menggugat warisan politiknya.

Sepuluh tahun kekuasaan itu sendiri dibangun bukan dari kekuatan yang bersifat tunggal. Ia adalah hasil simpul-simpul kekuatan majemuk: jaringan kepentingan politik dalam negeri, konglomerasi bisnis, hingga tarikan kepentingan global yang menjadikan Indonesia sebagai medan perebutan pengaruh. Kini, simpul-simpul itu mulai longgar. Mereka yang dulu menopangnya, satu per satu mulai menarik diri.

Transisi kekuasaan yang berjalan lambat menambah beban mental itu. Prabowo Subianto, meski sudah resmi menggenggam tampuk, tidak serta-merta memotong semua sisa jaringan Jokowi. Ia memilih bersabar, mengulur waktu, menyusun momentum. Ada kalkulasi besar di balik langkah lamban itu: Indonesia kini menjadi rebutan tiga kekuatan dunia — global predator (GP), Cina, dan Amerika Serikat. Sepuluh tahun terakhir, Cina mendominasi panggung, menguasai lebih dari 70% jalur strategis. Tapi kini, saat GP dan Amerika ingin merebut kembali porsi pengaruhnya, keseimbangan baru harus dirumuskan.

Prabowo tampaknya memahami bahwa jika ia bergerak terlalu cepat, negeri ini bisa terguncang. Tapi jika ia terlalu lama bertahan dalam ketidakpastian, legitimasi kekuasaannya sendiri bisa tergerus. Dalam ketegangan itu, Joko Widodo menemukan dirinya terjepit di ruang sempit, dihimpit rasa takut, ditinggalkan kekuatan lama, tapi juga tak mampu sepenuhnya mengamankan dirinya.

Ia berdiri di antara dua dunia: dunia kekuasaan yang sudah lewat, dan dunia pertanggungjawaban yang segera datang.

Dan dalam keheningan sorot kamera, tubuhnya membisikkan kebenaran lebih lantang daripada semua narasi yang coba ia pelihara: bahwa ia, kini, hanya sedang memainkan lakon terakhir dari sebuah era yang perlahan-lahan tenggelam dalam kecemasan yang diciptakannya sendiri.

Sumber : Tulisan ini rangkuman dari Pendapat Dokter Tifa Dalam Wawancara di Madilog

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

FORTRESS AMERICA: VISI SCOTT BESSENT UNTUK DUNIA YANG KACAU

Next Post

Negara yang Dipimpin oleh Pembaca Komik – Pengakuan Jujur Gibran Produk Tidak Suka Membaca

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Misi Mata-mata Prabowo di BGN
Feature

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026
Feature

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deyang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru
News

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deyang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Next Post
Pendusta Politik: Narasi dan Gesturenya Membingungkan

Negara yang Dipimpin oleh Pembaca Komik - Pengakuan Jujur Gibran Produk Tidak Suka Membaca

Ketika Ijazah Lahir Terlambat

Harga Bawang Mahal Saja Presiden Harus Bertanggung Jawab, Apalagi Nyawa dan Keadilan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

June 3, 2026
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deyang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deyang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

June 3, 2026
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist